Dua Anggota Geng Garjok yang Serang Lawan dengan Celurit Masih di Bawah Umur

Kompas.com - 02/12/2020, 21:43 WIB
Konferensi pers Polsek Kebon Jeruk atas pengungkapan penangkapan empat orang pemuda anggota Geng Garjok yang terlibat tawuran pada Minggu (29/11/2020). Keempatnya ditangkap pada Selasa (1/12/2020). Dokumentasi Humas Polres Jakarta BaratKonferensi pers Polsek Kebon Jeruk atas pengungkapan penangkapan empat orang pemuda anggota Geng Garjok yang terlibat tawuran pada Minggu (29/11/2020). Keempatnya ditangkap pada Selasa (1/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua dari empat orang anggota Geng Garjok yang ditangkap Polsek Kebon Jeruk karena menyerang lawannya menggunakan celurit dan air raksa ternyata masih di bawah umur.

"Dua orang pelaku masih di bawah umur," ujar Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Manurung, Rabu (2/12/2020).

Dua pelaku di bawah umur tersebut adalah ARD (17) dan AF (15).

ARD dan AF dilaporkan sempat melempari korban dengan batu.

Sementara itu, dua tersangka lainnya yang juga digiring ke Polsek Kebon Jeruk, yakni MY (18) dan AR (22), turut melempari korban dengan batu dan membacoknya mengunakan celurit.

Baca juga: Serang Lawan dengan Air Keras dan Celurit, Empat Pemuda Geng Garjok di Kedoya Ditangkap

Selain itu, dua orang pelaku lain berinisial B dan J masih diburu oleh polisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

J sempat menyerang korban dengan menyiramnya menggunakan air keras, sedangkan B menggunakan samurai untuk membacok korban.

Mereka ditangkap oleh Polsek Kebon Jeruk pada Selasa (1/12/2020) setelah menyerang seorang pemuda berinisial MSH yang merupakan anggota dari kelompok musuh, Geng Peluru.

Sebelum terlibat tawuran, dua kelompok ini sempat terlibat saling ejek di media sosial.

Baca juga: Akhir Pelarian Geng Pencuri Pandawa Setelah 24 Kali Menyamar untuk Rampok Rumah

Kemudian, keduanya bersepakat untuk bertemu di Gang Asem, Kelurahan Kedoya Utara, Jakarta Barat.

"Jadi sebelum tawuran mereka ini mengundang di medsos untuk bertemu di TKP, yaitu di daerah Kedoya, di Gang Asem," tambahnya.

Namun, ketika tawuran berlangsung, Geng Peluru kalah jumlah sehingga segera mundur dan berlari.

MSH yang tertinggal di belakang tak berhasil kabur sehingga jadi sasaran kekerasan kelompok Garjok.

Hingga kini, korban masih dirawat di ruang ICU (intensive care unit) RSUD Cengkareng.

Diketahui, terdapat beberapa luka bekas bacokan dan lemparan batu di bagian punggung, tangan, dan kaki korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Megapolitan
Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Megapolitan
PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Megapolitan
Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Megapolitan
Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Megapolitan
Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Megapolitan
Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Megapolitan
Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Megapolitan
Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Megapolitan
Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Megapolitan
PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

Megapolitan
Kasus Remaja Disekap dan Dilecehkan Penjaga Warung di Pamulang, Polisi: Diselesaikan Kekeluargaan

Kasus Remaja Disekap dan Dilecehkan Penjaga Warung di Pamulang, Polisi: Diselesaikan Kekeluargaan

Megapolitan
Kota Bogor PPKM Level 2, Sarana Olahraga hingga Wisata Air Dapat Kelonggaran

Kota Bogor PPKM Level 2, Sarana Olahraga hingga Wisata Air Dapat Kelonggaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.