Ada Prostitusi di Apartemen Green Pramuka, Ini Penjelasan Pengelola

Kompas.com - 12/01/2021, 14:47 WIB
Apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat. Green Pramuka CityApartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat.
Penulis Ihsanuddin
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola Apartemen Green Pramuka City angkat bicara soal praktik prostitusi yang ditemukan di apartemen tersebut. Pengelola menyebutkan, praktik prostitusi terjadi karena banyak unit yang disewakan secara harian oleh pemilik melalui broker tidak resmi.

"Bahkan acap kali pemilik tidak mengetahui bahwa unitnya disewakan secara harian," kata Head of Communications Green Pramuka City Lusida Sinaga, dalam keterangan tertulis, Selasa (12/1/2021).

Lusida menjelaskan, Green Pramuka City juga memiliki agen resmi dalam hal penyewaan. Namun, agen resmi itu tidak menyewakan secara harian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, baik untuk kegiatan prostitusi maupun aktivitas lain yang dapat menimbulkan keresahan.

Namun, pengelola tak bisa memaksa pemilik unit apartemen untuk menggunakan agen resmi. Untuk itu, ke depannya pihak pengelola akan rutin memberi imbauan kepada pemilik agar berhati-hati menyewakan unit milik mereka.

Baca juga: Polisi Bongkar Prostitusi Online di Apartemen Green Pramuka, 50 Orang Diamankan

"Kami juga akan menginformasikan kepada para broker tidak resmi akan aturan-aturan penyewaan harian yang juga sudah tercantum di house rules," ujar Lusida.

Aturan itu di antaranya menyebutkan bahwa penyewa wajib lapor 1x24 jam, menyerahkan KTP, atau paspor dan visa untuk WNA.

"Kami juga akan mendata broker-broker bermasalah dan menindaklanjuti mereka ke Polsek," ujarnya.

Polisi sebelumnya membongkar kasus prostitusi online di Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kasus ini terungkap berkat laporan warga.

Baca juga: Prostitusi Online yang Diduga Melibatkan Artis, Polisi Sebut Kemungkinan Ada Tersangka Lain

Total ada delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena menjadi muncikari dalam praktik prostitusi di apartemen tersebut.

Polisi juga mengamankan 47 orang, terdiri dari 24 laki-laki dan 23 perempuan yang melakukan praktik prostitusi.

Namun, mereka tak dijerat pidana karena bukan sebagai muncikari atau perantara. Setelah diamankan, mereka diserahkan ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diperpanjang Lagi karena Alasan Kemanusiaan

Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diperpanjang Lagi karena Alasan Kemanusiaan

Megapolitan
Kurir Narkoba Ditangkap, 46 Kilogram Sabu-sabu Disita

Kurir Narkoba Ditangkap, 46 Kilogram Sabu-sabu Disita

Megapolitan
Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 Kembali Diperpanjang 3 Hari

Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 Kembali Diperpanjang 3 Hari

Megapolitan
Pemuda Mabuk di Depok Ancam Warga dengan Magasin dan Pisau

Pemuda Mabuk di Depok Ancam Warga dengan Magasin dan Pisau

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Pembeli Surat Hasil Tes Covid-19 Palsu

Polisi Akan Panggil Pembeli Surat Hasil Tes Covid-19 Palsu

Megapolitan
Curhat Tetangga Isa Bajaj yang Juga Jadi Korban Pelecehan Seksual di Duren Sawit: Payudara Saya Dibegal

Curhat Tetangga Isa Bajaj yang Juga Jadi Korban Pelecehan Seksual di Duren Sawit: Payudara Saya Dibegal

Megapolitan
Angka Kematian Tinggi, Petugas TPU Jombang Makamkan 6-7 Jenazah Pasien Covid-19 Per Hari

Angka Kematian Tinggi, Petugas TPU Jombang Makamkan 6-7 Jenazah Pasien Covid-19 Per Hari

Megapolitan
Ini yang Harus Dilakukan jika Bergejala Covid-19 Saat Faskes di Jakarta Hampir Penuh

Ini yang Harus Dilakukan jika Bergejala Covid-19 Saat Faskes di Jakarta Hampir Penuh

Megapolitan
Labkesda Bakal Periksa Spesimen Tiap Hari, Depok Terus Genjot Tes PCR Covid-19

Labkesda Bakal Periksa Spesimen Tiap Hari, Depok Terus Genjot Tes PCR Covid-19

Megapolitan
Cuaca Buruk, Temuan Hasil Operasi SAR Sriwijaya Air Hari Ini Hanya Sedikit

Cuaca Buruk, Temuan Hasil Operasi SAR Sriwijaya Air Hari Ini Hanya Sedikit

Megapolitan
Ada Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Cipinang Melayu Ditutup Sementara

Ada Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Cipinang Melayu Ditutup Sementara

Megapolitan
Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19 di Depok

Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19 di Depok

Megapolitan
Terowongan Istiqlal-Katedral Mulai Dibangun 20 Januari Ini

Terowongan Istiqlal-Katedral Mulai Dibangun 20 Januari Ini

Megapolitan
Perjalanan Terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta, Berawal dari Lelang Jabatan oleh Anies

Perjalanan Terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta, Berawal dari Lelang Jabatan oleh Anies

Megapolitan
Raffi Ahmad Pesta Usai Disuntik Vaksin, Polisi: Tak Ada Unsur Pelanggaran

Raffi Ahmad Pesta Usai Disuntik Vaksin, Polisi: Tak Ada Unsur Pelanggaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X