Kompas.com - 26/02/2021, 10:06 WIB
Ilustrasi pohon tumbang. Fabian Januarius Kuwado/ KOMPAS.COMIlustrasi pohon tumbang.

BEKASI, KOMPAS.com - Sedikitnya tujuh pohon tumbang terjadi di Kota Bekasi, Jawa Barat, akibat hujan deras yang disertai angin kencang, Jumat (26/2/2021) dini hari.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Kecamatan Medansatria mencatat satu insiden pohon tumbang, tepatnya di Jalan Pangeran Jayakarta, depan kantor Kelurahan Harapan Mulya. Insiden pohon tumbang berikutnya terjadi di Kecamatan Bekasi Timur.

"Pohon tumbang di depan SMPN 18 Kota Bekasi, Jalan Raya Mekarsari. Pohon tumbang menutupi badan jalan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi Agus Harpa dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Cegah Pohon Tumbang, 491 Pohon di Jakpus Dipangkas

Pohon tumbang paling banyak terjadi di Bekasi Utara yaitu total lima lokasi.

Titik pertama di Jalan Raya Perjuangan dekat Naga Swalayan dan kedua di Jalan Muchtar Tabrani di belakang Masjid Jami An-Nur.

Titik ketiga  di Alinda 1 hingga Rawa Silam 2 di depan TK Buyah, keempat di depan Gudang Mitsubishi Kaliabang, dan kelima di Kaliabang Tengah RW 004.

"Selain itu di Kaliabang Tengah terjadi angin puting beliung di RT 001 hingga RT 005 RW 004, terdampak 20 keluarga," kata Agus.

Personel BPBD Kota Bekasi segera melakukan penanganan di lokasi-lokasi pohon tumbang itu dini hari tadi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angkasa Pura II Ketatkan Prosedur Kedatangan Penumpang Internasional, Termasuk India

Angkasa Pura II Ketatkan Prosedur Kedatangan Penumpang Internasional, Termasuk India

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Pak Ogah di Tambora

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Pak Ogah di Tambora

Megapolitan
Minta WN India yang Positif Covid-19 Dikarantina, Anggota DPRD DKI: Jika Tidak, Kita Akan Kebobolan

Minta WN India yang Positif Covid-19 Dikarantina, Anggota DPRD DKI: Jika Tidak, Kita Akan Kebobolan

Megapolitan
Mengenalkan Anak pada Sejarah Islam di Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW

Mengenalkan Anak pada Sejarah Islam di Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW

Megapolitan
Nursyahbani Katjasungkana, Perempuan dalam Perjuangan Reformasi 1998

Nursyahbani Katjasungkana, Perempuan dalam Perjuangan Reformasi 1998

Megapolitan
Sedang Bermain di Dekat Rumah, Balita di Palmerah Diserang Monyet Liar

Sedang Bermain di Dekat Rumah, Balita di Palmerah Diserang Monyet Liar

Megapolitan
Jelang Larangan Mudik, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Pulo Gebang

Jelang Larangan Mudik, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Pulo Gebang

Megapolitan
Tongkat hingga Janggut Nabi Muhammad SAW Ditampilkan dalam Pameran Artefak di JIC

Tongkat hingga Janggut Nabi Muhammad SAW Ditampilkan dalam Pameran Artefak di JIC

Megapolitan
Belajar Sambil Berwisata Religi di Pameran Artefak Nabi Muhamamad SAW

Belajar Sambil Berwisata Religi di Pameran Artefak Nabi Muhamamad SAW

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Serius Terapkan Jam Malam di RT Zona Merah Covid-19

Pemprov DKI Diminta Serius Terapkan Jam Malam di RT Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Ketika Rizieq Shihab Marah dan Menunjuk-nunjuk Jaksa di Sidang Kasus Petamburan

Ketika Rizieq Shihab Marah dan Menunjuk-nunjuk Jaksa di Sidang Kasus Petamburan

Megapolitan
Kesabaran Siti Hajar di Balik Ratusan Ribu Angka Kasus Covid-19 Jakarta

Kesabaran Siti Hajar di Balik Ratusan Ribu Angka Kasus Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Syarat Naik Kereta Belum Diperketat Sesuai Aturan Addendum Satgas Covid-19

Syarat Naik Kereta Belum Diperketat Sesuai Aturan Addendum Satgas Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 April: RS Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.579 Orang

UPDATE 23 April: RS Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.579 Orang

Megapolitan
Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X