Kompas.com - 19/03/2021, 07:10 WIB
Deny Kurniawan, penarik becak di Bekasi, Jawa Barat yang beralih profesi menjadi penggalit got dan gorong-gorong warga yang mampet dan menyebabkan banjir. Deny dijuluki Deny Manusia Got GARRY LOTULUNGDeny Kurniawan, penarik becak di Bekasi, Jawa Barat yang beralih profesi menjadi penggalit got dan gorong-gorong warga yang mampet dan menyebabkan banjir. Deny dijuluki Deny Manusia Got

Deny setia menjawab panggilan-panggilan itu dengan kerja yang memuaskan. Popularitasnya sebagai penguras got jempolan terus menggelinding hingga kini ia dijuluki "Deny Manusia Got".

Belakangan, ia mengajak tiga kawannya --penjual kopi dan pemulung-- untuk ikut bersamanya memenuhi permintaan menguras got yang berdatangan. Deny lalu menamakan diri mereka: Markesot.

"(Markesot) saya yang bikin, (artinya) 'mari kita ngesot'," ujar Deny, senyumnya lebar.

Baca juga: Kisah Reza Nufa, 3 Bulan Jalan Kaki dari Ciputat ke Gunung Rinjani Wujudkan Mimpi

"Kita masuk ke gorong-gorong, ada kepiting masuk, ada belut masuk, gerak-gerak, kita keluar sampai ngesot-ngesot. Dari yang tadinya tiarap (di dalam gorong-gorong), jadi ngesot-ngesot. Itu perjuangan kita mencari nafkah."

Yang ditemui Markesot di dalam gorong-gorong yang lembap dan bau bukan cuma kepiting, belut, ular, kelabang, maupun aneka satwa imut lainnya; melainkan juga pelbagai barang yang mestinya tak bersemayam di situ: dari tusuk sate, spanduk, bambu, sampai kondom dan TV tabung.

Belum cukup, Markesot juga mesti bertungkus-lumus menghindari benda-benda tajam siap melukainya dalam gelap, seperti beling yang akhirnya menancap ke kaki Deny usai ia bertugas pada 20 Januari 2021 silam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by kang_deny_denay (@kang_deny_denay)


Harga yang harus dibayar

Pekerjaan yang dilakoni Markesot bukan pekerjaan sembarangan. Bahkan, petugas yang digaji dengan pajak pun belum tentu mau melakukannya dengan kadar keseriusan setingkat Markesot.

Itu sebabnya Markesot laris-manis dan terus disibukkan oleh permintaan menguras gorong-gorong yang aroma lumpurnya saja bakal bikin orang menjauh.

"Enaknya kita enggak ada saingan. Minim lho saingannya kita, siapa yang mau? Ya, kan?" kata Deny.

Walau Markesot jadi pemain tunggal di "pasar" ini, bukan berarti Deny lantas kaya mendadak lantaran dapat memasang tarif sundul langit.

Baca juga: Perjuangan Anaci, Ibu 3 Anak yang Jadi Ojek Daring dengan Penghasilan Rp 10.000 Per Hari

Markesot kerap menerima panggilan menguras got untuk 1 RT sekaligus. Biasanya, setiap KK urun dana masing-masing Rp 100.000. Pekerjaan rata-rata baru rampung setelah 7 hari.

Anggaplah ada 60 KK di RT tersebut, maka Markesot meraup Rp 6 juta.

"Itu pun masih dipotong Rp 300.000 buat makan," sela Deny.

Sisa Rp 5,7 juta harus dipotong lagi Rp 1 juta untuk membeli karung. Selembarnya Rp 2.000 dan Markesot butuh sedikitnya 500 lembar karung.

Setelahnya, mereka kudu menyewa mobil pikap berkapasitas 50 karung, dengan ongkos Rp 150.000 sekali jalan. Itu artinya, butuh 10 rit, atau setara Rp 1,5 juta, untuk membuang seluruh karung berisi lumpur tadi.

Tersisa Rp 2,8 juta dan itu lah jatah mereka berempat.

Masing-masing dari mereka lalu akan menyisihkannya lagi untuk membeli vitamin agar tetap bugar selama seminggu bersitungkin dengan air limbah. Lain waktu, mereka mesti menyetok bedak pengusir gatal.

Selesai di sana? Tidak

Markesot lagi-lagi harus belanja keperluan "dinas" lain, yaitu satu jeriken oli bekas dari bengkel terdekat dan minyak tanah. Cairan-cairan itu akan dibaluri ke sekujur tubuh, termasuk muka dan selangkangan, sebelum mereka mencelupkan diri ke gorong-gorong.

"Kayak kebakar lho, kalau kena lumpur got. Coba saja," ungkap Deny soal khasiat oli dan minyak tanah itu.

Selesai di sana? Lagi-lagi, belum.

Pekerjaan ini masih menyisakan satu hal yang mesti dibayar mahal oleh Deny. Bau comberan tak kunjung lindap dari badannya sampai 2 pekan, kendati ia setiap hari mandi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warkop di Bekasi Hangus Dilalap Api, Diduga akibat Ledakan Tabung Gas

Warkop di Bekasi Hangus Dilalap Api, Diduga akibat Ledakan Tabung Gas

Megapolitan
Wali Kota Idris Sebut Kerukunan Antarumat Seagama di Depok Masih Kurang

Wali Kota Idris Sebut Kerukunan Antarumat Seagama di Depok Masih Kurang

Megapolitan
Resmikan Gereja, Wali Kota Depok: Lurah dan Camat Akan Proaktif Urus IMB Rumah Ibadah

Resmikan Gereja, Wali Kota Depok: Lurah dan Camat Akan Proaktif Urus IMB Rumah Ibadah

Megapolitan
Haris Azhar-Fatia Datangi Mapolda Metro Pakai Masker dengan Silang Merah, Pengacara: Artinya Ada Pembungkaman

Haris Azhar-Fatia Datangi Mapolda Metro Pakai Masker dengan Silang Merah, Pengacara: Artinya Ada Pembungkaman

Megapolitan
Pekerja Jatuh di Lokasi Proyek LRT, Polisi Periksa Mandor hingga Teman Korban

Pekerja Jatuh di Lokasi Proyek LRT, Polisi Periksa Mandor hingga Teman Korban

Megapolitan
Polisi: Karyawan JICT Tanjung Priok Lakukan Pungli agar Dapat Uang Tambahan

Polisi: Karyawan JICT Tanjung Priok Lakukan Pungli agar Dapat Uang Tambahan

Megapolitan
Dimediasi dengan Haris Azhar dan Fatia, Pihak Luhut Tak Hadir

Dimediasi dengan Haris Azhar dan Fatia, Pihak Luhut Tak Hadir

Megapolitan
Curi Motor yang Dipasangi GPS, Pria Ini Terlacak di Hotel, lalu Diseret dan Diamuk Massa

Curi Motor yang Dipasangi GPS, Pria Ini Terlacak di Hotel, lalu Diseret dan Diamuk Massa

Megapolitan
Pekerja yang Jatuh di Lokasi Proyek LRT di Kuningan Dilarikan ke Rumah Sakit

Pekerja yang Jatuh di Lokasi Proyek LRT di Kuningan Dilarikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Pungli di Tanjung Priok, Oknum Karyawan Pelabuhan Minta Rp 5.000 ke Setiap Korban

Pungli di Tanjung Priok, Oknum Karyawan Pelabuhan Minta Rp 5.000 ke Setiap Korban

Megapolitan
Seorang Pekerja Jatuh di Lokasi Proyek LRT Kuningan, Jakarta Selatan

Seorang Pekerja Jatuh di Lokasi Proyek LRT Kuningan, Jakarta Selatan

Megapolitan
Dorong Perluasan Pasar, Kadin Indonesia Bekali UMKM Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Produk

Dorong Perluasan Pasar, Kadin Indonesia Bekali UMKM Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Produk

Megapolitan
Praktik Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok kembali Viral, Polisi Tangkap 1 Tersangka Pelaku

Praktik Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok kembali Viral, Polisi Tangkap 1 Tersangka Pelaku

Megapolitan
3 Titik Terendam Banjir di Kota Tangerang, Terparah di Cipadu Larangan

3 Titik Terendam Banjir di Kota Tangerang, Terparah di Cipadu Larangan

Megapolitan
Percepat Vaksinasi demi Pemulihan Ekonomi, Kadin Akan Buka Gerai Vaksinasi di Mal hingga Tempat Publik

Percepat Vaksinasi demi Pemulihan Ekonomi, Kadin Akan Buka Gerai Vaksinasi di Mal hingga Tempat Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.