Deny Manusia Got, Markesot, dan Hasil yang Tidak Selalu Mengikuti Usaha

Kompas.com - 19/03/2021, 07:10 WIB
Deny Kurniawan, penarik becak di Bekasi, Jawa Barat yang beralih profesi menjadi penggalit got dan gorong-gorong warga yang mampet dan menyebabkan banjir. Deny dijuluki Deny Manusia Got GARRY LOTULUNGDeny Kurniawan, penarik becak di Bekasi, Jawa Barat yang beralih profesi menjadi penggalit got dan gorong-gorong warga yang mampet dan menyebabkan banjir. Deny dijuluki Deny Manusia Got

"Pekerjaan ini yang paling mahal itu cuma satu: sampai saya harus pisah ranjang sama istri," ujarnya.

Istrinya kini tinggal di Bogor. Di sana, ia mengasuh 3 anak mereka. Si sulung kini memasuki semester 7 berkuliah. Anak keduanya baru saja tamat SMK dan yang ketiga beranjak ke bangku SMP.

Usaha tak harus sebanding dengan hasil dan kita sebaiknya ikhlas dengan itu

Baik Markesot penguras got maupun Markesot sosok misterius rekaan Cak Nun, dua-duanya sama-sama menyiratkan soal kerja yang didasari pada filosofi hidup.

"Kalau kita narik becak tanpa filosofi hidup yang jelas, misalnya niat mensyukuri anugerah badan sehat, atau mencari nikmatnya membanting tulang untuk menghidupi anak istri, kita jadi mudah lelah," kata Markesot-nya Cak Nun.

Lalu, filosofi jenis apa yang membuat Deny dan Markesot-nya tidak mudah lelah, walau dikepung segala nelangsa di gorong-gorong? Bagaimana bisa ia berdamai dengan lancipnya beling di dasar parit atau tajamnya cibiran orang-orang di luar?

"Saya ingat keluarga di rumah. Ingat istri, ingat anak saya. Saya lebih enggak tega lihat anak-istri saya enggak makan," sebut Deny. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya juga takut (Covid-19), tapi ya itu tadi. Lebih takut lihat anak-istri saya enggak makan. Walaupun kita kena, positif, anggap saja itu jihad. Jihad yang sesungguhnya ya seperti itu, menafkahi keluarga sampai nyawa taruhannya."

Sedari mula, Deny berangkat menuju medan perang berbekal satu-satunya senjata yang ia punya: ikhlas. Kepahitan toh bukan baru kali ini mengujinya. Tahun lalu, tepat saat Deny berulang tahun ke-43, anak bungsunya wafat, 4 jam setelah kelahirannya yang prematur.

"Mungkin Gusti Allah lebih sayang dia," ucap Deny dengan nada ketulusan yang menyemburat.

Satu yang membuatnya tegar adalah ia, berkebalikan dengan pepatah-pepatah tenar, ikhlas menerima kenyataan jika hasil tidak selalu mengikuti usaha. Tak selamanya, seseorang mampu mengendalikan apa yang kelak akan terjadi kepada dirinya sendiri.

"Usaha, kan urusannya sama makhluk. Hasil, urusannya sama Gusti Allah," tutur Deny soal kredo hidupnya.

"Makanya, yang dihisab (diperhitungkan) bukan hasilnya, tapi amalan kita, usaha kita, bukan hasil yang dilihat. Hasilnya, ya efek (dari usaha) saja. Dia kan yang nentuin (hasilnya), Gusti Allah. Usaha kita ini, seperti apa yang ditunjukkan?"

Usaha itu sudah ia tunjukkan dengan bergelung bersama Markesot, got, dan segala risikonya. Ia tak perlu membuktikan apa-apa lagi dan ia pantang meratap.

Bagi Deny, tak perlu anak-anaknya, istrinya, tahu mengenai apa-apa saja nelangsa yang menderanya. Ia enggan menyusun daftar keluhan atas serbaneka kesusahan yang datang bertubi-tubi di gorong-gorong.

Walaupun bayaran yang mampir ke kantongnya, dinilainya tak sepadan dengan segala jerih-payah dan bahaya yang mungkin menimpa, Deny santai saja.

Seperti kata Markesot, seseorang hanya perlu menghayati filosofi supaya tidak mudah lelah. Dan setiap rasa lelah menghampiri, yang perlu dilakukan Deny cuma mengingat lagi kredo hidupnya.

Usaha tak selalu mengikuti hasil. Andai hasilnya baik, itu hanya efek dari usaha belaka, bukan sebuah tujuan.

"Tempat mengadu yang paling bagus itu, ya, sama Tuhan," ucap Deny.

"Saya mungkin, ya, nobody. Bukan siapa-siapa, Mr Nobody. Saya cuma berusaha. Saya seorang ayah beranak 3 yang mencoba survive."

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekor, 23.883 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Sehari di Kota Tangerang

Rekor, 23.883 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Sehari di Kota Tangerang

Megapolitan
Cerita Awak Ambulans Tentang Kendaraan yang Halangi Mereka di Pamulang Saat Jemput Pasien Kritis

Cerita Awak Ambulans Tentang Kendaraan yang Halangi Mereka di Pamulang Saat Jemput Pasien Kritis

Megapolitan
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 355, Pasien Aktif Jadi 5.432 Orang

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 355, Pasien Aktif Jadi 5.432 Orang

Megapolitan
Setelah Usai di Jakarta Selatan, Gerakan Nafas Kemanusiaan Kini Layani Isi Oksigen Gratis di Karawaci

Setelah Usai di Jakarta Selatan, Gerakan Nafas Kemanusiaan Kini Layani Isi Oksigen Gratis di Karawaci

Megapolitan
Update: Pasien Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 10.123 Orang

Update: Pasien Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 10.123 Orang

Megapolitan
Anies Pamer Foto Penghargaan DKI Jakarta sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak

Anies Pamer Foto Penghargaan DKI Jakarta sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak

Megapolitan
Sebuah Rumah di Pantai Mutiara Dilanda Kebakaran

Sebuah Rumah di Pantai Mutiara Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Update 30 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 283 Kasus Baru Covid-19

Update 30 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 283 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Polisi Tangkap 4 Tersangka Begal di Bekasi

Polisi Tangkap 4 Tersangka Begal di Bekasi

Megapolitan
UPDATE: Tambah 1.277 Kasus Covid-19 Sehari, Tangsel Catat Angka Penambahan Tertinggi

UPDATE: Tambah 1.277 Kasus Covid-19 Sehari, Tangsel Catat Angka Penambahan Tertinggi

Megapolitan
Warga Jakpus yang Isoman Sendirian di Rumah Diimbau Pindah ke RS

Warga Jakpus yang Isoman Sendirian di Rumah Diimbau Pindah ke RS

Megapolitan
Video Ambulans Diduga Dihalangi Kendaraan Lain di Pamulang Viral, Polisi Kejar Pelaku

Video Ambulans Diduga Dihalangi Kendaraan Lain di Pamulang Viral, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Bakal Periksa Seluruh Penerima Bansos dari Kemensos

Kejari Kota Tangerang Bakal Periksa Seluruh Penerima Bansos dari Kemensos

Megapolitan
Pengemudi BMW yang Kabur Setelah Isi Bensin Full adalah Remaja Iseng, Kini Sudah Damai

Pengemudi BMW yang Kabur Setelah Isi Bensin Full adalah Remaja Iseng, Kini Sudah Damai

Megapolitan
Giant di Area Depok Tutup Permanen, Pengunjung Tak Tahu dan Masih Berdatangan

Giant di Area Depok Tutup Permanen, Pengunjung Tak Tahu dan Masih Berdatangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X