Mengingat Lagi Sepak Terjang JAD Dalangi Bom Thamrin dari Balik Penjara

Kompas.com - 30/03/2021, 06:25 WIB
Foto ini dirilis oleh agensi berita China Xinhua, seorang pria tak dikenal dengan senjata, terduga pelaku, terlihat setelah ledakan menghantam kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku. AP / VERI SANOVRIFoto ini dirilis oleh agensi berita China Xinhua, seorang pria tak dikenal dengan senjata, terduga pelaku, terlihat setelah ledakan menghantam kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku.

Ya, perencanaan aksi teror ini digodok dari dalam lapas, seperti diakui sendiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI saat itu, Luhut Binsar Pandjaitan.

"Ada cerita Bahrun Naim ada kontak dengan Aman (Abdurrahman) di Nusakambangan. Akan kami selidiki," ujar Luhut dilansir Antara, 27 Januari 2016.

Bahrun Naim bukan nama asing bagi Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Densus 88 pernah membekuknya di Solo, Jawa Tengah, pada November 2010 karena kepemilikan senjata api dan bahan peledak.

Namun, dalam proses penyidikan, polisi tidak menemukan adanya keterkaitan Naim dengan terorisme.

Naim divonis 2,5 tahun penjara karena kepemilikan senjata api dan bahan peledak oleh Pengadilan Negeri Surakarta. Pada Juni 2012, ia bebas.

Naim diduga telah melakukan baiat —sumpah setia— dengan ISIS pada 2014. Di tahun yang sama, ia menuju Suriah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Gerebek di Condet dan Bekasi, Tim Densus Temukan 5 Toples Bahan untuk Buat Bom

Keterlibatan Naim dalam sederet rencana aksi teror di Tanah Air terlacak pada Agustus 2015.

Ini selaras dengan ISIS, yang melalui pemimpinnya Abu Bakar Al Baghdadi, memang dikenal mencuci otak pengikutnya dengan doktrin “Berhijrah ke Bumi Syam (Irak-Suriah) bila sanggup, tetapi jika tidak sanggup berjihadlah kalian di negeri masing-masing”.

Tak hanya beraksi dengan mengelola jaringan, Naim pun diduga mengelola aneka situs web untuk menyebarkan ide-ide teror, mulai dari cara otodidak membuat remot bom dengan media bel pintu, menciptakan granat, bom dan senjata rakitan, sampai mendedahkan konsep perang gerilya di kota dengan sasaran aparat keamanan dan ekspatriat.

Kontak Bahrun Naim dengan Aman Abdurrahman untuk merencanakan aksi teror di Jakarta terjadi saat Naim diduga berada di Suriah kala itu dan Aman di balik sel lapas Kembang Kuning Nusakambangan.

Persiapan kian matang

Melalui Telegram, Munthohir kerap memberi kabar kepada Rois bahwa dirinya mengikuti sejumlah pelatihan-pelatihan militer.

Sebaliknya, Rois juga sempat meminta Munthohir menjemput senjata api.

Rois pun acapkali mengisikan Munthohir saldo ATM.

Sebagian di antaranya untuk dibelikan beberapa pucuk senjata api oleh Munthohir. Sebagian lagi oleh Munthohir diteruskan kepada Muhammad Ali si sopir angkot di Meruya.

“Ya sudah, bismillah saja,” jawab Rois begitu Munthohir memberi tahunya bahwa Ali sudah menawarkan diri sebagai koordinator lapangan aksi teror di Jakarta.

Baca juga: 5 Tahun Berlalu, Korban Bom Thamrin Iptu Denny Mahieu Sudah Maafkan Pelaku

Akhir Desember 2015, Munthohir dan Ali sepakat bersua di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, untuk menyerahkan uang operasional amaliyah.

Di sana, Ali melaporkan sudah ada para pelaksana amaliyah yang diperintahkan oleh Aman dan Rois.

Lokasi amaliyah pun rupanya telah diputuskan oleh Aman dan Rois, yaitu sekitar Jalan Sabang, Jakarta Pusat, karena banyak ekspatriat di sana.

Senjata api dan bom yang bakal dipakai merupakan hasil rakitan anggota yang ahli dari Cirebon, Jawa Barat.

Selain Muhammad Ali, tiga orang lain pelaksana amaliyah adalah Ahmad Muhazin, Afif alias Sunakim, serta Dian Juni Kurniadi.

Baca juga: Kisah Penyintas Bom Thamrin, Sempat Terpuruk tetapi Bangkit Setelah Memaafkan Pelaku

Ahmad Muhazin satu-satunya teroris yang tak punya catatan hukum maupun keterlibatan dalam jaringan teror sebelumnya.

Sementara itu, Dian diketahui sempat menghilang dari daerah asalnya, Kalimantan Tengah, usai terlibat dugaan penipuan.

Di Sampit, Dian pernah bekerja sebagai montir di perusahaan pakan ternak. Keahlian dan pengalamannya ini membuatnya menguasai perakitan mesin dan listrik.

Afif lebih mentereng lagi sebagai residivis. Ia pernah terlibat perampokan CIMB Niaga Medan pada 2010, kasus yang juga menjerat Muhammad Ali, yang dananya mengalir untuk jaringan teror.

Afif juga pernah divonis tujuh tahun penjara imbas mengikuti latihan perang di Aceh.

Baca juga: Kisah Penyintas Bom Thamrin: Berjuang Setelah Kehilangan Pekerjaan dan Masih Trauma

Ketiganya memutuskan menyewa sepetak kamar rumah kos di Kampung Sanggarahan, Meruya Utara, Jakarta Barat, dua minggu sebelum aksi teror di Sarinah.

Mereka tinggal di kamar seluas 3x5 meter dengan tarif Rp 300.000.

Bom dan pistol meletus

Aksi teror pertama pecah di kedai Starbucks sekira pukul 10.36 WIB. Adalah Ahmad Muhazin, eksekutor yang jadi pengantin pertama.

Teroris kelahiran Indramayu itu sempat memegang tangan seorang petugas satpam, Aldi, sebelum meledakkan diri.

Entah alasan Ahmad, sebab teror yang ia lancarkan —sesuai instruksi Aman dan Rois—semestinya menyasar ekspatriat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Capai Rp 675 Juta, Anggota Dewan: Kami Cuma Terima

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Capai Rp 675 Juta, Anggota Dewan: Kami Cuma Terima

Megapolitan
Bansos Telat Cair, Wagub DKI: Tiap Tahun Data Harus Dimutakhirkan

Bansos Telat Cair, Wagub DKI: Tiap Tahun Data Harus Dimutakhirkan

Megapolitan
83 Persen Tenaga Pendidik di Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

83 Persen Tenaga Pendidik di Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Kecelakaan di Jalan DI Panjaitan, Satu Pemotor Tewas di Tempat, Penabrak Kabur

Kecelakaan di Jalan DI Panjaitan, Satu Pemotor Tewas di Tempat, Penabrak Kabur

Megapolitan
Video Viral Aparat Kelurahan Paninggilan Utara Lakukan Pungli, Camat Ciledug Cari Pelaku

Video Viral Aparat Kelurahan Paninggilan Utara Lakukan Pungli, Camat Ciledug Cari Pelaku

Megapolitan
4 Kali Minus, Ekonomi Jakarta Akhirnya Tumbuh 10,91 Persen pada Kuartal Kedua 2021

4 Kali Minus, Ekonomi Jakarta Akhirnya Tumbuh 10,91 Persen pada Kuartal Kedua 2021

Megapolitan
Cerita Ibu Hamil Ikut Vaksinasi Covid-19, Sempat Ragu tapi Khawatir Jadi Syarat Persalinan

Cerita Ibu Hamil Ikut Vaksinasi Covid-19, Sempat Ragu tapi Khawatir Jadi Syarat Persalinan

Megapolitan
Anggaran Baju Anggota Dewan Capai Rp 675 Juta, Ketua DPRD Tangerang: Aku Enggak Ngerti

Anggaran Baju Anggota Dewan Capai Rp 675 Juta, Ketua DPRD Tangerang: Aku Enggak Ngerti

Megapolitan
463.810 Warga Bekasi Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

463.810 Warga Bekasi Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Hendak Buat Konten Video, Remaja Tewas Tertabrak Saat Adang Truk di Cisauk

Hendak Buat Konten Video, Remaja Tewas Tertabrak Saat Adang Truk di Cisauk

Megapolitan
Meningkat, Penjualan Daging Beku Jadi Peluang Bisnis Menggiurkan Saat Pandemi

Meningkat, Penjualan Daging Beku Jadi Peluang Bisnis Menggiurkan Saat Pandemi

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: Tambah 2.311 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2.770 Orang Berhasil Sembuh

UPDATE 5 Agustus: Tambah 2.311 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2.770 Orang Berhasil Sembuh

Megapolitan
Fakta Pemborosan Rp 7 Miliar Anggaran untuk Pengadaan Masker dan Alat Rapid Test oleh Pemprov DKI

Fakta Pemborosan Rp 7 Miliar Anggaran untuk Pengadaan Masker dan Alat Rapid Test oleh Pemprov DKI

Megapolitan
Tak Ditahan, Tersangka Kasus Pornografi Dinar Candy Hanya Dikenai Wajib Lapor

Tak Ditahan, Tersangka Kasus Pornografi Dinar Candy Hanya Dikenai Wajib Lapor

Megapolitan
Jadi Tersangka karena Berbikini di Pinggir Jalan, Dinar Candy Tidak Ditahan

Jadi Tersangka karena Berbikini di Pinggir Jalan, Dinar Candy Tidak Ditahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X