Rizieq Merasa Jadi Target Operasi Intelijen dan Ada Pasal Penyelundupan, Jaksa: Penyusunan Eksepsi Terkesan Ingin Mengaburkan Permasalahan Hukum

Kompas.com - 30/03/2021, 13:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus kerumunan Petamburan Rizieq Shihab menyebut jaksa penuntut umum memasukkan beberapa pasal selundupan setelah menerima berkas perkara dari penyidik Polda Metro Jaya.

Hal itu disampaikan jaksa penuntut umum dalam sidang tanggapan jaksa atas eksepsi terdakwa yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021).

"Penasihat hukum menyebut penuntut umum menambahkan beraneka ragam pasal selundupan. Bahwa keberatan eksepsi terdakwa melalui penasihat hukumnya pada halaman 16 huruf d, selalu mengulang-ulang yang telah dieksepsikan sebelumnya," kata jaksa.

Rizieq juga menyebut pasal selundupan yang dimasukkan oleh jaksa tidak ada kaitannya dengan kasus pelanggaran protokol kesehatan yang menjeratnya.

Baca juga: Rizieq Minta Polisi-Jaksa Taubat Sebelum Kena Azab, Jaksa: Contoh yang Tak Perlu Dipertontonkan

"Agresivitas dan manuver penuntut umum dengan menambahkan beraneka ragam pasal selundupan yang tidak ada kaitannya dengan prokes dan tes swab adalah bukti perkara aku adalah lanjutan dari operasi intelijen berskala besar," ujar jaksa.

Menanggapi eksepsi tersebut, jaksa menyebut penyusunan eksepsi dilakukan untuk mengaburkan permasalahan hukum yang menjerat Rizieq.

"Hal itu menunjukkan konstruksi penyusunan eksepsi penasihat hukum terdakwa terkesan berkeinginan mengaburkan permasalahan hukum namun kami pertegas eksepsi terersebut tidak lagi kami menanggapinya," ujar jaksa.

Sebelumnya, berdasarkan nota keberatan yang dibacakan Rizieq di PN Jakarta Timur, Jumat pekan lalu, dituliskan bahwa persidangan yang tidak sesuai dengan ketentuan merupakan bagian dari operasi intelijen terhadap dirinya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Curhat Utang Pinjol, Seorang Pria Gantung Diri di Rumah Teman

Sering Curhat Utang Pinjol, Seorang Pria Gantung Diri di Rumah Teman

Megapolitan
Ketika Seorang Gadis Diculik Pria Bersenjata yang Bawa Mobil Berpelat Dinas Polisi, Minta Tebusan Rp 50 Juta

Ketika Seorang Gadis Diculik Pria Bersenjata yang Bawa Mobil Berpelat Dinas Polisi, Minta Tebusan Rp 50 Juta

Megapolitan
Saat Pemprov DKI Bersikeras Ganti Nama 22 Jalan meski Timbul Berbagai Penolakan...

Saat Pemprov DKI Bersikeras Ganti Nama 22 Jalan meski Timbul Berbagai Penolakan...

Megapolitan
Aturan Baru yang Diterapkan Saat PPKM di Jakarta Naik ke Level 2, Kapasitas WFO hingga Mal Dibatasi

Aturan Baru yang Diterapkan Saat PPKM di Jakarta Naik ke Level 2, Kapasitas WFO hingga Mal Dibatasi

Megapolitan
Ratapan Orangtua dari Murid yang Ditahan karena Keroyok Adik Kelas: 'Penjara Bukan Jawaban'

Ratapan Orangtua dari Murid yang Ditahan karena Keroyok Adik Kelas: "Penjara Bukan Jawaban"

Megapolitan
Jakarta Jadi Tuan Rumah Pameran Filateli Dunia pada 2-10 Agustus 2022

Jakarta Jadi Tuan Rumah Pameran Filateli Dunia pada 2-10 Agustus 2022

Megapolitan
Peluru Sasar Kaki Perempuan yang Tengah Bersantai di Rumahnya di Cilincing, Polisi Periksa 6 Saksi

Peluru Sasar Kaki Perempuan yang Tengah Bersantai di Rumahnya di Cilincing, Polisi Periksa 6 Saksi

Megapolitan
Asal-usul Remaja Citayam Nongkrong di Dukuh Atas, Imbas Pembebasan Lahan di Tanah Abang

Asal-usul Remaja Citayam Nongkrong di Dukuh Atas, Imbas Pembebasan Lahan di Tanah Abang

Megapolitan
Tahun Ini, PAM Jaya Fokus Sediakan Suplai Air dari Pesanggrahan-Ciliwung

Tahun Ini, PAM Jaya Fokus Sediakan Suplai Air dari Pesanggrahan-Ciliwung

Megapolitan
Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibuang ke Kali Krukut Sempat Kabur dengan Motor Korban

Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibuang ke Kali Krukut Sempat Kabur dengan Motor Korban

Megapolitan
UPDATE 5 Juli 2022: Bertambah 106, Total Kasus Covid-19 di Tangerang Tembus 75.435

UPDATE 5 Juli 2022: Bertambah 106, Total Kasus Covid-19 di Tangerang Tembus 75.435

Megapolitan
Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Pemeriksaan PeduliLindungi Diperketat

Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Pemeriksaan PeduliLindungi Diperketat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Mahasiswi Aniaya Polisi Dibebaskan lewat 'Restorative Justice' dan PPKM di Jakarta Naik Level 2

[POPULER JABODETABEK] Mahasiswi Aniaya Polisi Dibebaskan lewat "Restorative Justice" dan PPKM di Jakarta Naik Level 2

Megapolitan
UPDATE 5 Juli 2022: Tambah 159, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 87.211

UPDATE 5 Juli 2022: Tambah 159, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 87.211

Megapolitan
Pemkot Depok Tunda Penertiban Lapak PKL di Sejajar Rel Pasar Kemiri Muka Usai Bermediasi dengan Pedagang

Pemkot Depok Tunda Penertiban Lapak PKL di Sejajar Rel Pasar Kemiri Muka Usai Bermediasi dengan Pedagang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.