MRT Jakarta Teken Kontrak Proyek Fase 2A Bundaran HI-Kota Senilai Rp 4,6 Triliun

Kompas.com - 20/04/2021, 17:46 WIB
Penandatanganan Paket Kontrak CP203 Fase 2A MRT Senilai 4,6 Triliun Kerjasama MRT Jakarta dan Jepang MRT JakartaPenandatanganan Paket Kontrak CP203 Fase 2A MRT Senilai 4,6 Triliun Kerjasama MRT Jakarta dan Jepang

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta melakukan penandatanganan kerja sama dengan Sumitomo Mitsui Construction Company-Hutama Karya Joint Operation (SMCC-HK JO) untuk pembangunan jalur MRT Fase 2A (CP203) sepanjang 6,3 kilometer (Bundaran HI-Kota).

Paket kontrak CP203 merupakan bagian dari pembangunan Fase 2A MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga Kota.

Secara keseluruhan, proyek pembangunan MRT Fase 2 memiliki total panjang lintasan sekitar 12,3 kilometer, dari Bundaran HI hingga Ancol Barat.

Baca juga: MRT Jakarta: Banyak Cagar Budaya Jadi Tantangan Pembangunan Fase 2A

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan, kontrak perjanjian bersama SMCC-HK JO ini juga meliputi pengerjaan dua stasiun bawah tanah, yaitu Stasiun Glodok dan Stasiun Kota, serta terowongan bawah tanah mulai dari Mangga Besar sampai Kota Tua sepanjang 1,4 kilometer.

Adapun nilai kontraknya sekitar Rp 4,6 triliun dengan masa konstruksi selama 72 Bulan (September 2021-Agustus 2027).

"Target operasi MRT dari Harmoni ke Kota, yang merupakan segmen ke-2 dari Fase 2A adalah Agustus 2027. Sementara Segmen 1 dari Fase 2A, yaitu dari Bundaran HI sampai ke Monas akan beroperasi pada April 2025," ujar William melalui keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Wiliam menambahkan, pembangunan MRT Fase 2A tersebut sesuai visi Gubernur dan rencana pemerintahan daerah dalam menata kembali dan mengembangkan Kawasan Kota Tua hingga Sunda Kelapa sebagai kawasan cagar budaya dan kawasan pariwisata yang dikelola dengan kualitas terbaik.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembangunan jalur MRT ini merupakan upaya dalam membangun kawasan Kota Tua.

Anies menambahkan, kerja sama ini telah mengisyaratkan tekad Ibu Kota yang segera ingin menyempurnakan sistem transportasi terintegrasi secara ideal.

Baca juga: Sepeda Non-lipat Bisa Masuk MRT, Ini 6 Hal yang Perlu Diketahui

Hal ini direalisasikan dengan mulai dibangunnya berbagai kawasan yang terkoneksi secara memadai karena melibatkan berbagai unsur seperti pemerintahan daerah dan pusat, unsur badan usaha milik daerah dan negara, maupun unsur swasta.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X