Derita Pemijat Tunanetra di Masa Pandemi Covid-19, Kadang-kadang Tak Ada Pasien Sampai 10 Hari

Kompas.com - 07/05/2021, 12:55 WIB
Suyatmo (55), pemijat tunanetra duduk dan bermain gitra di teras Panti Pijat Tunanetra Berdikari 2 di Jalan Sungai Sambas IX, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (30/4/2021) malam. Ia mengisi waktu luang saat tak ada pasien pijat di panti tunanetra. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSuyatmo (55), pemijat tunanetra duduk dan bermain gitra di teras Panti Pijat Tunanetra Berdikari 2 di Jalan Sungai Sambas IX, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (30/4/2021) malam. Ia mengisi waktu luang saat tak ada pasien pijat di panti tunanetra.

Pada April lalu, hanya ada sekitar 5-10 pasien yang datang ke panti pijat itu. Selama masa PSBB, Suyatmo dan Dwi mengaku lebih banyak menganggur.

"Selama PSBB, banyak nganggurnya. Ini sepi, pasiennya menurun. Rata-rata panti di Jakarta sama. Enggak kami sendiri kok, panti mana saja seluruh Jakarta di masa PSBB ini. Yang kerja-kerja dibatasi. Mau gimana?" kata Suyatmo yang telah menjadi tukang memijat sejak tahun 1980-an.

Namun, mereka mensyukuri keadaan yang dialami. Mereka tak perlu menyewa rumah tinggal. Suyatmo dan Dwi bisa tinggal di panti pijat.

"Alhamdulillahnya di sini enggak bayar kontrak. Itu aja. Paruhan kerja sama dengan yang punya rumah. Dulu pas di Sambas VI, itu harus kejar target. Setahun kan kontraknya Rp 70 juta," tambah Suyatmo.

Sebelum pandemi Covid-19, Suyatmo bisa mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp 2 juta. Ia menyisihkan sebagian penghasilannya untuk dikirim ke keluarganya.

Pendapatannya yang sekarang dia dapatkan hanya bisa digunakan untuk membayar listrik. Pemilik rumah selaku pihak yang mengadakan kerja sama dengan mereka jarang menerima uang. 

Baca juga: Pemijat, Tempat Atlet Mengadu

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Wah banyak ya keluh kesahnya. Suka dukanya, atau enggak ada pemasukan, alhamdulillah kontrakan ini kerja sama. Kalau mengharap datang dari pasien, ini nol. Betul-betul nol. Harapan buat pemerintah, wah. Kira-kira pemerintah ada pengertian ya. Kalau enggak gimana ya?" ujar Suyatmo diakhiri tertawa getir.

"Bingung kami," kata Dwi menanggapi ucapan Suyatmo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Final International Youth Championship 2021 Akan Digelar di Jakarta International Stadium

Final International Youth Championship 2021 Akan Digelar di Jakarta International Stadium

Megapolitan
Wali Kota Depok Janji Perda Religius Rangkul Semua Umat Beragama

Wali Kota Depok Janji Perda Religius Rangkul Semua Umat Beragama

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Pesona Square Mall Depok pada 22-23 Oktober, Ada 4 Vaksin Tersedia

Vaksinasi Covid-19 di Pesona Square Mall Depok pada 22-23 Oktober, Ada 4 Vaksin Tersedia

Megapolitan
M Taufik Harap JIS Diresmikan Saat Anies Baswedan Masih Menjabat Gubernur DKI Jakarta

M Taufik Harap JIS Diresmikan Saat Anies Baswedan Masih Menjabat Gubernur DKI Jakarta

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Masih Ada 194 Orang

Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Masih Ada 194 Orang

Megapolitan
52 Persen Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Berasal dari Kelompok Usia Kerja

52 Persen Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Berasal dari Kelompok Usia Kerja

Megapolitan
Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Minim Setelah Waktu Pemberlakuan Diubah, Polisi: Masyarakat Sudah Paham Aturan

Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Minim Setelah Waktu Pemberlakuan Diubah, Polisi: Masyarakat Sudah Paham Aturan

Megapolitan
Video Remaja Tersungkur di Pinggir Jalan Viral, Polisi Duga Korban Tawuran

Video Remaja Tersungkur di Pinggir Jalan Viral, Polisi Duga Korban Tawuran

Megapolitan
Boyband BTS Disebut Berencana Gelar Konser di Jakarta International Stadium Tahun Depan

Boyband BTS Disebut Berencana Gelar Konser di Jakarta International Stadium Tahun Depan

Megapolitan
Permintaan Belum Ditanggapi KPI, MS Berobat ke Psikiater Pakai Uang Pribadi

Permintaan Belum Ditanggapi KPI, MS Berobat ke Psikiater Pakai Uang Pribadi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim 99,63 Persen RT di Wilayahnya Nihil Kasus Aktif Covid-19

Pemkot Bekasi Klaim 99,63 Persen RT di Wilayahnya Nihil Kasus Aktif Covid-19

Megapolitan
Tawarkan Surat Izin Operasional Palsu lewat Facebook, Pelaku Ditangkap Polisi

Tawarkan Surat Izin Operasional Palsu lewat Facebook, Pelaku Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kepulauan Seribu Telah Dibuka Kembali untuk Wisatawan, Kapasitas Pengunjung 25 Persen

Kepulauan Seribu Telah Dibuka Kembali untuk Wisatawan, Kapasitas Pengunjung 25 Persen

Megapolitan
Polisi Didesak Proses Hukum Rachel Vennya karena Kabur dari Karantina di Wisma Atlet

Polisi Didesak Proses Hukum Rachel Vennya karena Kabur dari Karantina di Wisma Atlet

Megapolitan
Pengemudi Diduga Mengantuk, Mobil Avanza Tabrak Pohon di Cengkareng

Pengemudi Diduga Mengantuk, Mobil Avanza Tabrak Pohon di Cengkareng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.