Kompas.com - 15/06/2021, 19:53 WIB
Sebuah mobil menabrak KRL yang tengah melintas di perlintasan kereta api di Jalan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (15/6/2021). Dok. Unit Lantas Wil. Jakarta BaratSebuah mobil menabrak KRL yang tengah melintas di perlintasan kereta api di Jalan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (15/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah mobil menabrak kereta rel listrik (KRL) yang tengah melintas di pelintasan kereta api di Jalan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (15/6/2021).

"Kejadian pada pukul 12.10 WIB," kata Kanit Laka Lantas Wilayah Jakarta Barat, AKP Agus, saat dikonfirmasi Selasa.

Agus mengungkapkan, insiden awalnya terjadi saat pengendara mobil berinisial RI (21) melintas di Jalan Duri Kosambi dari arah selatan ke utara, tepatnya di pelintasan kereta api.

Pelintasan kereta api tersebut memang tak berpalang.

Baca juga: Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Pinggir Rel Pondok Ranji, Diduga Terserempet KRL

"Biasanya ada anak-anak yang sering kita sebut 'Pak Ogah'. Tapi pas kejadian lagi sepi, enggak ada Pak Ogah," kata Agus.

RI pun tetap melaju dan menabrak KRL dengan nomor lokomotif KA 855A yang melaju dari arah Bandara Soekarno-Hatta ke arah Stasiun Duri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Imbas insiden itu, bagian depan mobil yang dikemudikan RI ringsek. Badan bagian depan kereta juga mengalami hal serupa.

Agus memastikan, tak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NIK Warga Jakarta Diduga Dipakai Seseorang untuk Vaksin di Tangsel, Polisi Periksa Klinik di Serpong

NIK Warga Jakarta Diduga Dipakai Seseorang untuk Vaksin di Tangsel, Polisi Periksa Klinik di Serpong

Megapolitan
Polisi Usut Dugaan NIK Warga Jakarta Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19  di Tangsel

Polisi Usut Dugaan NIK Warga Jakarta Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Korban Masih Pikir-pikir

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Korban Masih Pikir-pikir

Megapolitan
Bansos Tunai Warga Tapos Depok Dipotong Rp 150.000, untuk Yang Tak Dapat dan buat Agustusan

Bansos Tunai Warga Tapos Depok Dipotong Rp 150.000, untuk Yang Tak Dapat dan buat Agustusan

Megapolitan
Luhut Tinjau Proyek Penanganan Banjir di Jakarta

Luhut Tinjau Proyek Penanganan Banjir di Jakarta

Megapolitan
Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Cynthiara Alona Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Cynthiara Alona Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Megapolitan
Kowantara Minta Polisi Usut Pungli yang Dialami Pengusaha Warteg di Ciputat

Kowantara Minta Polisi Usut Pungli yang Dialami Pengusaha Warteg di Ciputat

Megapolitan
Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang yang Naik 2 Kali Lipat Dinilai Tak Wajar

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang yang Naik 2 Kali Lipat Dinilai Tak Wajar

Megapolitan
24 Penimbun dan Penjual Obat Terkait Covid-19 di Atas HET Ditangkap

24 Penimbun dan Penjual Obat Terkait Covid-19 di Atas HET Ditangkap

Megapolitan
Protes Karyawan Garuda Indonesia: Harga Tes Swab PCR Penumpang Lebih Mahal dari Tiket Pesawat

Protes Karyawan Garuda Indonesia: Harga Tes Swab PCR Penumpang Lebih Mahal dari Tiket Pesawat

Megapolitan
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Tambah 241 di Kota Tangerang

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 Tambah 241 di Kota Tangerang

Megapolitan
PAUD di Cipayung Disegel karena Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM Level 4

PAUD di Cipayung Disegel karena Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM Level 4

Megapolitan
Jakarta-London Siap Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Iklim

Jakarta-London Siap Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Iklim

Megapolitan
3 Fakta Seputar Kasus Warga Bekasi Sempat Tak Bisa Divaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain

3 Fakta Seputar Kasus Warga Bekasi Sempat Tak Bisa Divaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain

Megapolitan
Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 8 Bulan Penjara terhadap Rizieq Shihab di Kasus Petamburan

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 8 Bulan Penjara terhadap Rizieq Shihab di Kasus Petamburan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X