Kenapa Kereta MRT Disebut Ratangga? Ternyata Ini Sejarah di Baliknya...

Kompas.com - 20/06/2021, 07:11 WIB
Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta memperingati hari lahir yang ke-13 pada Kamis (17/6/2021) lalu.

MRT, singkatan dari mass rapid transit yang dalam konteks lokal merupakan akronim dari moda raya terpadu, sekarang menjelma salah satu moda andalan warga Ibukota untuk bepergian.

Namun, tahukah Anda jika kereta MRT sebetulnya punya nama khusus? Ratangga, namanya.

Nama ini diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hasil rekomendasi dari pembahasan bersama dengan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Kisah Pemilihan Desain Lokomotif MRT, Hampir Berbentuk Jangkrik Tidur

Kendati tak begitu populer karena kebanyakan khalayak kerap menyebutnya sebagai "MRT" saja, namun nama Ratangga sebetulnya dicetuskan dengan filosofi khusus di baliknya.

"Insya Allah nama Ratangga Ini bukan sekadar nama tanpa makna. Nama membawa pesan penuh makna," kaya Anies pada 11 Desember 2018.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, nama Ratangga disitir dari Kakawin Arjunawijaya dan Sutasoma.

Baca juga: MRT Jakarta yang Jadi Saksi Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo...

Keduanya merupakan naskah klasik berbahasa Jawa Kuno yang digubah oleh Mpu Tantular, pujangga pada era Hayam Wuruk, penguasa Majapahit pada abad ke-14.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: MRT Jakarta

Baca juga: 13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

Kakawin Arjunawijaya ialah naskah klasik yang memuat kisah peperangan yang diilhami dari Uttarakanda, kitab ketujuh dalam epos Ramayana.

Sementara itu, Kakawin Sutasoma yang di dalamnya juga tertera istilah "Bhinneka Tunggal Ika", bercerita mengenai hal yang ihwal kepercayaan, dalam konteks tersebut yakni Buddhisme dan Hinduisme.

"Dalam bahasa Jawa Kuno, Ratangga artinya kereta perang yang identik dengan ketangguhan, kekuatan, dan kejuangan," kata Anies melalui akun Instagram pribadinya, 11 Desember 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pria Disekap dan Dianiaya di Duren Sawit Berujung Damai, Polisi: Tak Ada yang Buat Laporan

Kasus Pria Disekap dan Dianiaya di Duren Sawit Berujung Damai, Polisi: Tak Ada yang Buat Laporan

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' TikTok di Rusun

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" TikTok di Rusun

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang di Margonda Depok, 2 Mobil Ringsek Tertimpa Panel Bangunan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Margonda Depok, 2 Mobil Ringsek Tertimpa Panel Bangunan

Megapolitan
Kejaksaan Cabut Banding Vonis Eks Dirut Garuda Terkait Penyelundupan Harley dan Brompton

Kejaksaan Cabut Banding Vonis Eks Dirut Garuda Terkait Penyelundupan Harley dan Brompton

Megapolitan
Polisi: Pelaku Rentetan Aksi Begal di Bintaro Semuanya di Bawah Umur

Polisi: Pelaku Rentetan Aksi Begal di Bintaro Semuanya di Bawah Umur

Megapolitan
Anak yang Bunuh Ayahnya di Cengkareng Idap Gangguan Kejiwaan

Anak yang Bunuh Ayahnya di Cengkareng Idap Gangguan Kejiwaan

Megapolitan
Polisi: Ada Kemungkinan Tersangka Lain pada Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Polisi: Ada Kemungkinan Tersangka Lain pada Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Megapolitan
4 Begal Motor di Kalideres Ditangkap, Polisi: Awalnya Mau Tawuran tapi Tak Dapat Lawan

4 Begal Motor di Kalideres Ditangkap, Polisi: Awalnya Mau Tawuran tapi Tak Dapat Lawan

Megapolitan
Aksi Begal Terjadi 3 Hari Berturut-turut di Bintaro, 4 Pelaku Dibekuk Polisi

Aksi Begal Terjadi 3 Hari Berturut-turut di Bintaro, 4 Pelaku Dibekuk Polisi

Megapolitan
Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Sudah Boleh Dilintasi Pekerja yang Bersepeda

Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Sudah Boleh Dilintasi Pekerja yang Bersepeda

Megapolitan
Serba-serbi Ganjil Genap Depok 2021

Serba-serbi Ganjil Genap Depok 2021

Megapolitan
Polsek Pondok Gede Tangkap Pembuat Kartu Vaksin Palsu

Polsek Pondok Gede Tangkap Pembuat Kartu Vaksin Palsu

Megapolitan
Disperindag Kota Bekasi Sebut Anak Boleh Masuk Mal Bisa Bangkitkan Ekonomi lewat Wisata Keluarga

Disperindag Kota Bekasi Sebut Anak Boleh Masuk Mal Bisa Bangkitkan Ekonomi lewat Wisata Keluarga

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya di Depok, Polisi Sasar Pengguna Lampu Rotator dan 'Pelat Sakti'

Operasi Patuh Jaya di Depok, Polisi Sasar Pengguna Lampu Rotator dan "Pelat Sakti"

Megapolitan
Maling Motor di Cilincing Tepergok dan Dihakimi Warga

Maling Motor di Cilincing Tepergok dan Dihakimi Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.