Foto Viral Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut Pakai Truk, Pemprov DKI: Itu Simulasi

Kompas.com - 22/06/2021, 09:41 WIB
Foto udara pemakaman yang diperuntukkan untuk pasien dengan protokol COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (31/5/2020). Jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta mencapai 7.272 pasien per Minggu (31/5/2020), dengan rincian 2.102 orang dinyatakan telah sembuh dan 520 orang meninggal dunia. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGFoto udara pemakaman yang diperuntukkan untuk pasien dengan protokol COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (31/5/2020). Jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta mencapai 7.272 pasien per Minggu (31/5/2020), dengan rincian 2.102 orang dinyatakan telah sembuh dan 520 orang meninggal dunia.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati membantah foto yang beredar di media sosial soal jenazah pasien Covid-19 di Jakarta diangkut menggunakan truk.

Dia mengatakan, foto yang beredar tersebut merupakan kegiatan simulasi yang dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

"(Itu) simulasi, jadi tidak benar (mengangkut jenazah dengan truk)," kata Suzi saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Beredar Foto Truk Angkutan Jenazah Pasien Covid-19, Pemprov DKI: Kami Pakai Ambulans

Suzi mengatakan, hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta belum menerapkan pengangkutan jenazah menggunakan truk.

"Belum tahu (kapan akan diterapkan)," ucap dia.

Kapusdatin Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Murcahyo sebelumnya menegaskan, pengantaran jenazah pasien Covid-19 masih menggunakan ambulans.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI menggunakan mobil ambulans jenazah, tidak ada update dari tim angkutan terkait opsi (menggunakan truk) itu," kata dia.

Adapun sebelumnya, beredar di medsos foto truk dengan spanduk di bagian depan yang bertulisan "MOBIL ANGKUTAN JENAZAH".

Foto ini diunggah oleh akun @nicolashlkh dengan keterangan jenazah Covid-19 di Jakarta tidak lagi diangkut hanya dengan ambulans.

Baca juga: RS Wisma Atlet yang Terus Penuh meski Kapasitas Telah Ditambah...

"Angkutan jenazah sdh pake truck, bukan ambulan lagi," tulis @nicolaslkh, Senin (21/6/2021) pukul 17.05 WIB.

Dalam unggahan tersebut, di pojok kanan bawah spanduk bertuliskan "MOBIL JENAZAH JENAZAH" terdapat keterangan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta.

Angka kematian pasien

Memburuknya pandemi Covid-19 di Jakarta membuat meningkatnya angka kematian pasien.

Data pemerintah yang disampaikan Senin kemarin, jumlah kasus kematian harian mencapai 74 orang, angka tertinggi selama pandemi.

Angka tertinggi sebelumnya, yaitu 70 kasus kematian dalam sehari pada 1 Februari 2021.

Kini tercatat ada 7.979 orang meninggal dunia akibat Covid-19 di DKI Jakarta.

Sementara itu, ada penambahan 5.014 kasus baru di Ibu Kota. Dengan penambahan kasus tersebut, angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta kini mencapai 479.043 kasus.

Pasien sembuh tercatat 438.739 orang, bertambah 2.835 dibandingkan kemarin.

Baca juga: Update 21 Juni: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 5.014, Angka Kematian Catat Rekor Baru

Lonjakan kasus harian di atas 4.000 kasus sudah berjalan selama lima hari berturut-turut terhitung sejak Kamis lalu.

Pada 17 Juni, penambahan kasus harian mencapai 4.144 kasus, 18 Juni sebanyak 4.737 kasus, 19 Juni terdapat 4.895 kasus.

Pada 20 Juni kemarin, penambahan kasus menjadi rekor tertinggi selama pandemi, yaitu 5.582 kasus, dan hari ini tercatat 5.014.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.