Tambah Pusat Isolasi Covid-19, Pemkot Bogor Siapkan Asrama IPB dan BNN Lido

Kompas.com - 03/07/2021, 17:36 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau persiapan tenda darurat di RSUD Kota Bogor, Selasa (29/6/2021). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau persiapan tenda darurat di RSUD Kota Bogor, Selasa (29/6/2021).

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya menambah pusat isolasi untuk merawat pasien Covid-19.

Berdasarkan data rekap Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor, jumlah kasus Covid-19 sampai dengan Jumat (2/7/2021) mencapai 21.406.

Rinciannya, sebanyak 4.429 kasus aktif, 16.690 telah dinyatakan sembuh, dan 287 orang meninggal dunia karena Covid-19.

Baca juga: PPKM Darurat 3-20 Juli, Mal dan Tempat Ibadah di Kota Bogor Ditutup Sementara

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyampaikan, banyaknya penambahan pasien Covid-19 di wilayahnya menyebabkan tingkat keterisian kamar atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit hampir penuh.

Saat ini, Kota Bogor baru memiliki satu tempat pusat isolasi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Sebab itu, kata Bima, Pemkot Bogor akan mempercepat proses penambahan pusat isolasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam waktu dekat, sambung Bima, Pemkot Bogor akan menambah dua pusat isolasi lain, yaitu dengan memanfaatkan asrama milik Institut Pertanian Bogor (IPB) University dan BNN Lido.

“Tingkat keterisian RS sudah hampir penuh. Sudah semakin sulit pasien untuk mendapatkan tempat tidur kosong. Karena itu kita percepat menambah kapasitas tempat tidur, pusat isolasi. Asrama IPB akan diaktivasi, Lido akan diaktivasi juga,” ungkap Bima, Sabtu (3/7/2021).

Bima mengungkapkan, selain menambah pusat isolasi, Pemkot Bogor juga sedang melakukan proses rekrutmen bagi tenaga kesehatan (nakes).

Baca juga: Peneliti Sebut Wilayah Utara Kabupaten Bogor Jadi Laju Penyebaran Covid-19

Ia menyadari, penambahan fasilitas isolasi juga harus dibarengi dengan kesiapan tenaga kesehatan.

Sebab, dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah nakes di Kota Bogor mengalami kelelahan dan terpapar Covid-19.

“Tambahan nakes juga dipercepat. Jadi kita sekarang sedang melakukan rekrutmen," sebut Bima.

"Termasuk melibatkan teman-teman pemuda di wilayah untuk membantu memantau proses isolasi mandiri. Karena nakes sudah tidak mungkin mengawasi itu semua. Ini perlu bantuan semua pihak. Kita libatkan untuk menjadi relawan surveilans di wilayah,” pungkasnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.