Pemkot Bekasi Mengaku Belum Tuntas Atasi Penyebab Banjir di Kayuringin Jaya

Kompas.com - 07/10/2021, 18:32 WIB
Kondisi jalan underpass Bekasi Timur, Rabu (1/1/2020) terendam banjir. IstimewaKondisi jalan underpass Bekasi Timur, Rabu (1/1/2020) terendam banjir.

BEKASI, KOMPAS.com - Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi menyatakan belum mampu selesaikan permasalahan banjir di Kelurahan Kayuringin Jaya. Kepala Dinas BMSDA Kota Bekasi, Arief Maulana mengatakan, dari beberapa hal yang direncanakan akan selesai pada 2021 ini, baru beberapa yang terlaksana.

"Dari perencanaan yang akan kami kerjakan itu, yang baru terealisasi itu adalah pembangunan beberapa folder yaitu ada delapan polder di hulu dan polder di tengah belum dilaksanakan," kata Arief di DPRD Kota Bekasi, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Banjir di Kota Bekasi Sudah Surut Total Kamis Pagi

Arief mengemukakan, untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut harus dimulai dari area hulu yaitu di kawasan Galaxy sampai ke hilir di Rawa Tembaga. Menurut dia, untuk pengendalian banjir secara makro di kawasan tersebut perlu dibuatkan tandon air di hulu dan hilir.

"Untuk pengendalian banjir di situ perlu dibuatkan tandon air baik itu di hulu, di tengah, kemudian harus dilakukan normalisasi saluran BSK (Bumi Satria Kencana)," ujarnya.

Selain itu, perlu melakukan peninggian tanggul di bantaran sungai yang diukur sesuai dengan tinggi permukaan air laut guna menghindari limpasan air.

"Peninggian tanggul disesuaikan, diukur dari atas permukaan air laut supaya tidak terjadi limpasan dan kemudian diperlukan adanya pemindahan pompa Rawa Tembaga ke area hilir," ujar dia.

Pembangunan sejumlah prasarana yang belum terlaksana itu akan diajukan kembali dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi 2022.

Sebelumnya, forum warga RW Kayuringin Jaya dan RW Bumi Satria Kencana (BSK) Kota Bekasi menolak proyek penyaluran air dari proyek duplikasi crossing Tol Becakayu dan Saluran Tarum Barat ke Kali BSK. Menurut warga, proyek tersebut menyebabkan banjir lebih parah di kawasan permukiman mereka.

"Karena apabila hujan terjadi di wilayah itu, dari hujan yang turun ini dapat mengakibatkan banjir dan banjir itu disebabkan dari adanya proyek-proyek itu tadi," kata Yoyo (45), seorang warga, di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis.

Yoyo berharap pemerintah dapat mengarahkan saluran pompa air yang berada di Kali BSK langsung menuju ke Kalimalang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

Megapolitan
Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Megapolitan
Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Megapolitan
197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

Megapolitan
Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Megapolitan
46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

Megapolitan
Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Megapolitan
Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Megapolitan
Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Megapolitan
Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Megapolitan
Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Megapolitan
Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Megapolitan
Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Megapolitan
Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.