Pabrik Rekondisi Onderdil di Kemayoran Digerebek, Polisi: Barang Dikemas Seolah Baru

Kompas.com - 08/10/2021, 19:23 WIB
Reskrim Polsek Kemayoran membongkar sebuah pabrik rekondisi sparepart mobil jenis shockbreaker di Jalan Taruna Jaya, Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/10/2021). Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARIReskrim Polsek Kemayoran membongkar sebuah pabrik rekondisi sparepart mobil jenis shockbreaker di Jalan Taruna Jaya, Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Unit Reskrim Polsek Kemayoran menggerebek sebuah pabrik rekondisi onderdil (sparepart) mobil jenis shockbreaker di Jalan Taruna Jaya, Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/10/2021).

Kepala Unit Reskrim Polsek Kemayoran Iptu Putu Novi Chandra mengatakan, terbongkarnya praktik pabrik ini berkat laporan masyarakat.

"Ini kami datang ke tempat kejadian perkara, dan benar ada, kami temukan beberapa barang produksi shockbreaker yang siap jual dan yang masih dalam pengerjaan," ucap I Putu di Kemayoran, Jumat.

Baca juga: Pembunuh Anggota TNI di Depok Menangis Saat Rekonstruksi, Polisi: Dia Menyesal

Menurut I Putu, pabrik rekondisi ini mengambil shockbreaker bekas dari beberapa wilayah, yakni Karang Anyar, Pasar Asem Reges, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Selain itu, barang bekas juga didapatkan dari individu yang datang langsung ke pabrik.

"Mereka ini menjual dikemas dengan kardus dan plastik seolah-olah sparepart itu baru dengan merek mobil yang laku di pasaran," ucapnya.

Baca juga: Selidiki Gorong-gorong Cipondoh yang Tewaskan 5 Orang, Puslabfor: Kami Temukan Gas Berbahaya

Salah satu pelaku bernama Yulianto (38) mengatakan bahwa dirinya sudah tiga tahun menjalankan bisnis rekondisi sparepart shockbreaker mobil.

Ia mengaku menjual shockbreaker ke sejumlah daerah dengan harga yang lebih terjangkau.

"Saya jual ke daerah Medan umumnya. Di sana sudah ada yang menampung barang-barang yang saya buat seperti baru lagi," ucapnya.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti serta menangkap beberapa pekerja dan pemilik usaha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Megapolitan
Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Megapolitan
Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.