Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Kompas.com - 17/10/2021, 20:49 WIB
Sebuah toko furniture di Jalan Duri Kosambi RW 10, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, terbakar pada Jumat (15/10/2021) pagi. Dok. Damkar Jakarta BaratSebuah toko furniture di Jalan Duri Kosambi RW 10, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, terbakar pada Jumat (15/10/2021) pagi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyinggung masalah penggunaan listrik dan sampah puntung rokok yang kerap menjadi penyebab kebakaran di Ibu Kota.

Menurut dia, penggunaan daya listrik secara berlebihan berpotensi terjadinya korsleting yang menjadi salah satu pemicu kebakaran.

"Perlu dukungan dan partisipasi publik dan masyarakat untuk selalu berhati-hati jangan sampai daya listrik melebihi dari kapasitas, terjadi korsleting," ujar Ariza dalam keterangannya, Minggu (17/10/2021).

Baca juga: Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Di samping itu, kebakaran juga kerap terjadi karena sampai saat ini masyarakat masih sering membuang puntung rokok secara sembarangan.

Alhasil, bara api merembet ke barang mudah terbakar dan menyebabkan terjadinya kebakaran.

"Kemudian juga buang puntung rokok. Seperti beberapa waktu lalu, kebakaran disebabkan puntung rokok yang dibuang sembarang," kata Ariza.

Baca juga: Diduga karena Puntung Rokok, Rumah Kosong di Bendungan Hilir Terbakar

Untuk itu dia meminta masyarakat untuk lebih berpartisipasi dalam pencegahan kebakaran dengan memahami bahaya penggunaan daya listrik berlebihan, dan membuang puntung rokok sembarangan.

"Kita selalu mengupayakan berbagai program pencegahan terkait kebakaran. Namun demikian perlu dukungan dan partisipasi publik," pungkasnya

Sebelumnya, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat, terdapat 1.132 kasus kebakaran di Jakarta sejak awal 2021 hingga Jumat (8/10/2021).

"Tahun 2019 itu ada 1.598 kasus, tahun 2020 ada 1.143 kasus, dan 2021 ada 1.132 kasus kebakaran," kata Satriadi, Jumat (8/10/2021), malam.

Berdasarkan data kasus kebakaran sejak Januari hingga September 2021, Jakarta Selatan menjadi kota yang paling banyak mengalami kejadian kebakaran dengan 328 kasus.

Di posisi kedua Jakarta Timur dengan 254 kasus, Jakarta Barat dengan 238 kasus, Jakarta Utara dengan 166 kasus, dan Jakarta Pusat dengan 146 kasus.

Berdasarkan penyebab, mayoritas kebakaran disebabkan listrik, yaitu 61,4 persen, gas 9,5 persen, pembakaran sampah 5,9 persen, rokok 2,1 persen, lilin 0,2 persen, dan penyebab lainnya sebesar 20,8 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Megapolitan
Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Megapolitan
Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Megapolitan
Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Megapolitan
Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Megapolitan
PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

Megapolitan
14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Megapolitan
Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.