Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Kompas.com - 26/10/2021, 22:55 WIB
Singgih Wiryono,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta meraih penghargaan keterbukaan informasi publik sebagai Pemerintah Daerah Berkualifikasi Informatif dari Komisi Informasi Publik RI.

Penghargaan tersebut merupakan kali keempat setelah Pemprov DKI mendapat penghargaan yang sama tahun 2020, 2019 dan 2018.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan apresiasi atas peran dari Komisi Informasi Pusat dan Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Dia mengatakan, kedua lembaga tersebut berhasil melakukan kolaborasi membantu Provinsi DKI untuk memberikan informasi dengan cepat dan tepat kepada masyarakat.

Baca juga: Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

"Ini sangat krusial untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik, serta menjadi bagian dari upaya memberikan jaminan informasi publik kepada seluruh warga Jakarta," ucap Anies dalam keterangan tertulis, Selasa (26/10/2021).

Anies mengatakan, di masa pandemi Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan inovasi dan kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan informasi yang cepat dan akurat sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"DKI Jakarta juga memaksimalkan inovasi teknologi informasi berbasis website, yaitu corona.jakarta.go.id," ujar Anies.

Dia juga menyebut, informasi tentang penanganan Covid-19 dikembangkan lewat aplikasi berbasis mobile.

Aplikasi mobile, kata Anies, terus dikembangkan untuk menyajikan data terbaru terkait perkembangan Covid-19 dan informasi penting lainnya.

Baca juga: Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Anies menyebut keberhasilan Pemprov DKI meraih penghargaan merupakan hasil kolaborasi nyata bersama masyarakat dan Komisi Informasi Publik.

"Terima kasih dan apresiasi atas peran dari Komisi Informasi Pusat dan Daerah Provinsi DKI Jakarta yang berkolaborasi dalam membantu Provinsi DKI untuk memberikan informasi dengan cepat, dengan tepat kepada masyarakat," ujar Anies.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Terdesak Biaya Persalinan Sang Istri Jadi Alasan Pria di Kembangan Curi Kotak Amal Masjid

Terdesak Biaya Persalinan Sang Istri Jadi Alasan Pria di Kembangan Curi Kotak Amal Masjid

Megapolitan
Kronologi Penemuan Mayat Bayi Terbungkus Plastik 'Bedcover' di Situ Jatijajar Depok

Kronologi Penemuan Mayat Bayi Terbungkus Plastik "Bedcover" di Situ Jatijajar Depok

Megapolitan
Kemendikbudristek Pastikan Pelaku Perundungan di Binus School Serpong Belum Dikeluarkan dari Sekolah

Kemendikbudristek Pastikan Pelaku Perundungan di Binus School Serpong Belum Dikeluarkan dari Sekolah

Megapolitan
Kronologi Bocah di Gambir Diduga Timbulkan Kebakaran akibat Main Korek Api

Kronologi Bocah di Gambir Diduga Timbulkan Kebakaran akibat Main Korek Api

Megapolitan
Main Korek Api, Bocah di Gambir Sebabkan Kamarnya Terbakar

Main Korek Api, Bocah di Gambir Sebabkan Kamarnya Terbakar

Megapolitan
Belum Bahas Pilkada DKI, PKS: Kami Masih Mengawal Suara Pilpres dan Pileg

Belum Bahas Pilkada DKI, PKS: Kami Masih Mengawal Suara Pilpres dan Pileg

Megapolitan
Berhenti Usut Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang, Bawaslu Depok: Beda Pandandanga dan Makan Waktu

Berhenti Usut Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang, Bawaslu Depok: Beda Pandandanga dan Makan Waktu

Megapolitan
Teganya Paman Pukul Kepala Keponakan Hingga Tewas di Tanjung Piok, lalu Bakar Rumahnya demi Hilangkan Jejak

Teganya Paman Pukul Kepala Keponakan Hingga Tewas di Tanjung Piok, lalu Bakar Rumahnya demi Hilangkan Jejak

Megapolitan
Hadiri Pekan Panutan Pajak, Pj Walkot Tangerang: Ayo Bayar Pajak untuk Keberlanjutan Pembangunan

Hadiri Pekan Panutan Pajak, Pj Walkot Tangerang: Ayo Bayar Pajak untuk Keberlanjutan Pembangunan

Megapolitan
Kehabisan Waktu, Bawaslu Depok Hentikan Perkara Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang Saat Kampanye

Kehabisan Waktu, Bawaslu Depok Hentikan Perkara Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang Saat Kampanye

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPR di DKI Jakarta Data 55,13 Persen: PKS Unggul Sementara, Disusul PDI-P dan Gerindra

"Real Count" Pileg DPR di DKI Jakarta Data 55,13 Persen: PKS Unggul Sementara, Disusul PDI-P dan Gerindra

Megapolitan
Ketua RT di Bekasi Tutup Akses Jalan Rumah Warga Pakai Pagar Bambu dan Kandang Ayam

Ketua RT di Bekasi Tutup Akses Jalan Rumah Warga Pakai Pagar Bambu dan Kandang Ayam

Megapolitan
Paman Bunuh Keponakan di Tanjung Priok, Pelaku Pukul Kepala Korban Pakai Bangku

Paman Bunuh Keponakan di Tanjung Priok, Pelaku Pukul Kepala Korban Pakai Bangku

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPD RI di DKI Jakarta Data 61,83 Persen: Fahira Idris Sementara di Posisi Teratas

"Real Count" Pileg DPD RI di DKI Jakarta Data 61,83 Persen: Fahira Idris Sementara di Posisi Teratas

Megapolitan
'Real Count' KPU di Jakarta Data 71,64 Persen: Anies 41,09 Persen, Prabowo 41,48 Persen, Ganjar 17,43 Persen

"Real Count" KPU di Jakarta Data 71,64 Persen: Anies 41,09 Persen, Prabowo 41,48 Persen, Ganjar 17,43 Persen

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com