Kompas.com - 04/11/2021, 16:16 WIB
Penulis Djati Waluyo
|

BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Dinas SDA Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Sukmawati mengatakan bahwa pihaknya menganggarkan Rp 25,4 miliar untuk normalisasi aliran sungai pada 2021.

Normalisasi aliran sungai yang menyempit dan dangkal menjadi salah satu upaya pemerintah setempat untuk menanggulangi banjir tahunan di Bekasi.

"Tahun ini ada sekitar 44 kegiatan normalisasi di Kabupaten Bekasi, dengan anggaran mencapai Rp 25,4 miliar. Hingga saat ini kegiatan normalisasi sungai sudah mencapai 36 persen. Kita targetkan di akhir Desember semua kegiatan normalisasi selesai,” ujar Sukma dikutip Tribun Bekasi, Kamis (4/11/21).

Baca juga: Antisipasi Banjir, Pemkot Tangsel Cek Daerah Rawan dan Normalisasi Drainase

Sukma mengatakan, normalisasi bukan satu-satunya solusi untuk mencegah banjir. Namun, dengan adanya kegiatan normalisasi menandakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah berupaya semaksimal mungkin mencegah terjadinya banjir.

"Tapi, masyarakat juga harus ikut peduli mencegah terjadinya banjir. Misalnya dengan tidak membuang sampah ke sungai karena itu juga bisa menimbulkan terjadinya banjir," ujarnya.

Sukma melanjutkan, dalam praktiknya, kegiatan normalisasi sungai terdapat beberapa kendala.

Baca juga: Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

MIsalnya, tidak ada akses jalan untuk masuk alat berat dan banyaknya bangunan liar yang berada di bantaran kali, sehingga menghambat proses pengerjaannya.

"Salah satu sungai yang dinormalisasi ialah Sungai Srengseng yang melintasi enam desa, panjang capai kurang lebih 8 kilometer," ujarnya.

Keenam desa yang masuk jalur Sungai Srengseng, yakni Desa Setiadarma sebelah kiri, sebelah kanan Desa Tambun, Desa Mekar Sari, Desa Wanasari, Desa Tridaya Sakti, dan Desa Sumberjaya.

"Kita berharap dapat mengurangi potensi banjir di jalur Sungai Srengseng, sehingga upaya yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi warga sekitar khususnya," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun Bekasi dengan judul "Penanggulangan Banjir Tahunan, Normalisasi Aliran Sungai di Kabupaten Bekasi Butuh Rp 25,4 Miliar".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD DKI Nilai Pergantian Nama 22 Jalan di Jakarta Tidak Sah

Ketua DPRD DKI Nilai Pergantian Nama 22 Jalan di Jakarta Tidak Sah

Megapolitan
Jakarta Hajatan ke-495, Dompet Dhuafa Gelar Panen Raya Kebun Sehat di Kebayoran Lama

Jakarta Hajatan ke-495, Dompet Dhuafa Gelar Panen Raya Kebun Sehat di Kebayoran Lama

Megapolitan
Mayat Pria yang Ditemukan Tewas di Pelintasan Rel Cikarang Diduga Pengemudi Ojol yang Punya Masalah Ekonomi

Mayat Pria yang Ditemukan Tewas di Pelintasan Rel Cikarang Diduga Pengemudi Ojol yang Punya Masalah Ekonomi

Megapolitan
Segera Dibuka, Jumlah Kendaraan di Tebet Eco Park Bakal Dibatasi

Segera Dibuka, Jumlah Kendaraan di Tebet Eco Park Bakal Dibatasi

Megapolitan
Senior di Ponpes Depok yang Diduga Cabuli Santriwati Masih SMP, 3 Pelaku Lainnya Ustaz

Senior di Ponpes Depok yang Diduga Cabuli Santriwati Masih SMP, 3 Pelaku Lainnya Ustaz

Megapolitan
Ada Helipad Ilegal, Ketua DPRD DKI Akan Panggil Bupati Kepulauan Seribu

Ada Helipad Ilegal, Ketua DPRD DKI Akan Panggil Bupati Kepulauan Seribu

Megapolitan
Nama Jalan di Kebon Kacang dan Bambu Apus Diganti, JJ Rizal: Hilangnya Representasi Harapan Kota Hijau

Nama Jalan di Kebon Kacang dan Bambu Apus Diganti, JJ Rizal: Hilangnya Representasi Harapan Kota Hijau

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Sebut Perubahan Nama Jalan di Jakarta Tak Dikonsultasikan Terlebih Dahulu

Ketua DPRD DKI Sebut Perubahan Nama Jalan di Jakarta Tak Dikonsultasikan Terlebih Dahulu

Megapolitan
Soal Kasus Kematian Akseyna, Polda Metro Jaya: Belum Ada Temuan Baru yang Signifikan

Soal Kasus Kematian Akseyna, Polda Metro Jaya: Belum Ada Temuan Baru yang Signifikan

Megapolitan
Saat Kasus Kematian Akseyna Tak Kunjung Temui Titik Terang, Polda Metro Akui Masih Lakukan Penyelidikan

Saat Kasus Kematian Akseyna Tak Kunjung Temui Titik Terang, Polda Metro Akui Masih Lakukan Penyelidikan

Megapolitan
Pengajuan Asesmen Diterima, DJ Joice Resmi Jalani Rehabilitasi di BNNK Jaksel

Pengajuan Asesmen Diterima, DJ Joice Resmi Jalani Rehabilitasi di BNNK Jaksel

Megapolitan
Seorang Pria di Jatiasih Ditemukan Tewas Tergantung, Sebelumnya Mengeluh soal Oper Kredit Mobil

Seorang Pria di Jatiasih Ditemukan Tewas Tergantung, Sebelumnya Mengeluh soal Oper Kredit Mobil

Megapolitan
4 Ustaz dan 1 Senior di Ponpes Depok Diduga Cabuli 11 Santriwati, Ketua RT Mengaku Diminta Redam Amarah Warga

4 Ustaz dan 1 Senior di Ponpes Depok Diduga Cabuli 11 Santriwati, Ketua RT Mengaku Diminta Redam Amarah Warga

Megapolitan
Sidak ke Kepulauan Seribu, Ketua DPRD DKI Temukan Helipad Ilegal

Sidak ke Kepulauan Seribu, Ketua DPRD DKI Temukan Helipad Ilegal

Megapolitan
Polisi Sita Akun Twitter Roy Suryo sebagai Bukti Kasus Dugaan Penistaan Agama

Polisi Sita Akun Twitter Roy Suryo sebagai Bukti Kasus Dugaan Penistaan Agama

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.