Kompas.com - 03/12/2021, 19:45 WIB
Proses evakuasi crane terguling di Jalan Mawar, Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok terjadi pada Jumat (15/1/2021) pukul 09.15 WIB. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOProses evakuasi crane terguling di Jalan Mawar, Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok terjadi pada Jumat (15/1/2021) pukul 09.15 WIB.

DEPOK, KOMPAS.com - Warga diminta mengungsi sementara karena proses evakuasi crane yang terguling di Jalan Mawar, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Tim Monitoring Pekerjaan Water Tank Jalan Mawar PT Tirta Asasta Depok, Mangatur Siregar mengatakan, pihaknya sudah melakukan sterilisasi area sekitar lokasi.

Pihaknya juga telah memasang rambu dan safety line di sisi timur dan barat di Jalan Mawar.

“Untuk mitigasinya, kita sudah lakukan pemberitahuan, kita minta kosongkan, tapi kita tidak bisa meminta langsung warga untuk mengosongkan. Kita berikan imbauan dulu, jadi terkait mobilitas warga, terkait kendaraan warga bisa di luar area dulu,” ujar Mangatur saat ditemui di lokasi, Jumat (3/12/2021).

Baca juga: Crane Terguling dan Timpa Rumah di Depok 1,5 Bulan Lalu, Ini Alasan Mengapa Baru Dievakuasi Sekarang

Mangatur menyebutkan, proses evakuasi dilakukan dalam dua tahap, yakni pemotongan dan pengangkatan longbone yang menimpa rumah warga.

Adapun evakuasi sudah terjadi sejak Kamis (2/12/2021).

“Kemarin sebenernya sudah, tapi ada trial, ini kami coba lagi,” kata Mangatur.

Mangatur menambahkan, ada dua crane dengan kapasitas angkut masing-masing 50 ton dan 80 ton yang dikerahkan untuk proses evakuasi crane yang roboh.

Ia memperkirakan proses evakuasi selesai dalam waktu tiga hari. Proses evakuasi akan dilakukan pukul 08.00-17.00 WIB.

Baca juga: Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Seorang warga yang tinggal persis di depan di lokasi evakuasi crane, Sandy (54) mengaku khawatir dengan kegiatan evakuasi crane yang sudah berlangsung sejak kemarin.

Ia mengaku sudah diminta untuk mengungsi selama proses evakuasi. Namun, ia memilih tetap di rumah untuk bisa memantau proses evakuasi.

“Keluarga saya sudah ngungsi dulu. Kalau saya masih di sini. Saya pantau dulu,” ujar Sandy saat ditemui di lokasi, Jumat siang.

Ia terlihat memantau pekerjaan evakuasi crane. Tangannya tak lepas dari handphone untuk merekam setiap momen evakuasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perumahan Vida di Bekasi Dipertimbangkan Jadi Lokasi 'Street Race'

Perumahan Vida di Bekasi Dipertimbangkan Jadi Lokasi "Street Race"

Megapolitan
Hingga Vonis Diketok, Bruder Angelo Tak Juga Akui Perbuatan Cabulnya

Hingga Vonis Diketok, Bruder Angelo Tak Juga Akui Perbuatan Cabulnya

Megapolitan
Dishub DKI Sebut Bus Transjakarta Rute Senen-JIS Akan Diuji Coba Tahun Ini

Dishub DKI Sebut Bus Transjakarta Rute Senen-JIS Akan Diuji Coba Tahun Ini

Megapolitan
Kuasa Hukum Bruder Angelo Sebut Vonis 14 Tahun Penjara Berlebihan

Kuasa Hukum Bruder Angelo Sebut Vonis 14 Tahun Penjara Berlebihan

Megapolitan
Pedagang Roti Jadi Korban Begal di Bekasi, Saksi Sebut Pelaku Masih Remaja

Pedagang Roti Jadi Korban Begal di Bekasi, Saksi Sebut Pelaku Masih Remaja

Megapolitan
 Banjir Tak Surut dalam 6 Jam Seperti Janji Anies, Ini Penjelasan Wagub DKI

Banjir Tak Surut dalam 6 Jam Seperti Janji Anies, Ini Penjelasan Wagub DKI

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 Hampir 3.000, RSDC Wisma Atlet Minta Tambahan Tenaga Kesehatan

Jumlah Pasien Covid-19 Hampir 3.000, RSDC Wisma Atlet Minta Tambahan Tenaga Kesehatan

Megapolitan
Gugat Anies ke PTUN, Apindo: Bukan Soal Besaran Kenaikan UMP, tetapi Regulasinya

Gugat Anies ke PTUN, Apindo: Bukan Soal Besaran Kenaikan UMP, tetapi Regulasinya

Megapolitan
Dishub DKI Akan Siapkan 3 Moda Transportasi untuk Masyarakat Datang ke JIS

Dishub DKI Akan Siapkan 3 Moda Transportasi untuk Masyarakat Datang ke JIS

Megapolitan
Batasi Mobilitas, Dishub DKI Pertahankan Aturan Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan

Batasi Mobilitas, Dishub DKI Pertahankan Aturan Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan

Megapolitan
Pelaku Cabul 'Bruder Angelo' Divonis 14 Tahun Penjara, Hakim: Dia Merusak Mental Anak

Pelaku Cabul "Bruder Angelo" Divonis 14 Tahun Penjara, Hakim: Dia Merusak Mental Anak

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.636 Orang

UPDATE 20 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.636 Orang

Megapolitan
Masyarakat Diminta Tak 'Panic Buying' agar Distribusi Minyak Goreng Merata

Masyarakat Diminta Tak "Panic Buying" agar Distribusi Minyak Goreng Merata

Megapolitan
Fico Fachriza Ajukan Rehabilitasi atas Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Tunggu Asesmen BNN

Fico Fachriza Ajukan Rehabilitasi atas Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Tunggu Asesmen BNN

Megapolitan
Keberatan Divonis 14 Tahun Penjara, Pelaku Cabul 'Bruder' Angelo Ajukan Banding

Keberatan Divonis 14 Tahun Penjara, Pelaku Cabul "Bruder" Angelo Ajukan Banding

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.