Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Covid-19 di Jakarta Meningkat, Pelonggaran Protokol Kesehatan dan Tingginya Mobilitas Dinilai Jadi Penyebab

Kompas.com - 12/06/2022, 15:47 WIB
Sania Mashabi,
Kristian Erdianto

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai, ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

Menurut dia, pelonggaran aturan terkait penerapan protokol kesehatan dan tingginya mobilitas turut menjadi penyebab kenaikan kasus.

"Karena ini ada interaksi antara pelonggaran yang dilakukan, ada aktivitas atau mobilitas yang tinggi, atau interaksi yang tinggi itu juga akan berdampak," kata Dicky, kepada Kompas.com, Minggu (12/6/2022).

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 Meningkat Lagi, Epidemiolog: Kebijakan Lepas Masker Berisiko

Seperti diketahui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jakarta saat ini berada pada level 1. Kebijakan ini berlaku mulai Selasa (7/6/2022) hingga 4 Juli 2022.

Selama PPKM level 1, masyarakat diperbolehkan melepas masker saat berada di area terbuka dalam kondisi tak padat orang.

Aturan ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 29 Tahun 2022 tentang PPKM di Wilayah Jawa dan Bali.

Sementara, masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek tetap harus menggunakan masker saat beraktivitas di area terbuka.

Masyarakat yang masuk kategori rentan atau lansia, atau memiliki penyakit komorbid, disarankan untuk tetap menggunakan masker meski berada di area terbuka.

Baca juga: Percaya Diri dengan Antibodi Tinggi...

Selain itu, Dicky menduga, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 juga menjadi penyebab. Namun, ia mengatakan, penyebaran kasus subvarian tersebut tidak akan parah dan membebani fasilitas kesehatan seperti dua tahun lalu.

"Tidak otomatis atau serta merta menyebabkan beban di fasilitas kesehatan karena yang terinfeksi umumnya sudah memilik proteksi atau imunitas, yang akhirnya membuat mereka tidak bergejala. Sedikit sekali yang bergejala," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia kembali meningkat, dengan rataan 500 kasus per hari.

Tak hanya secara nasional, peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 juga terjadi di DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: UPDATE 11 Juni: DKI Jakarta Catat Penambahan 314 Kasus Baru Covid-19

Sejak Selasa (7/6/2022), kasus infeksi harian di Jakarta sudah menunjukkan peningkatan dan melampaui angka 200 kasus per hari.

Pada Selasa (7/6/2022), ada 260 kasus yang terkonfirmasi dalam satu hari. Selanjutnya, Rabu (8/6/2022) tercatat 288 kasus.

Kemudian pada Kamis (9/6/2022) jumlahnya kembali meningkat ada 276 kasus. Pada Jumat (10/6/2022), jumlah kasus baru Covid-19 bertambah menjadi 333 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, peningkatan jumlah kasus harian diduga disebabkan oleh berbagai faktor.

"Penyebabnya multifaktor ya. Mulai dari masyarakat yang makin banyak dan bebas berinteraksi, hingga masyarakat yang mulai sering lepas masker meski berada di dalam ruangan," kata Dwi saat dikonfirmasi, Sabtu (11/6/2022).

Baca juga: 342 Orang Jalani Karantina di Wisma Atlet, 13 Dinyatakan Positif Covid-19

Selain melonggarnya kebiasaan masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan, Dwi menyebut vaksinasi booster yang belum merata juga menjadi faktor lainnya penyebab meningkatnya kasus Covid-19 akhir-akhir ini.

"Selain itu, belum semua orang yang mengikuti vaksin booster juga menjadi faktor," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rumah Duka Warga Ciputat Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali Ramai Peziarah

Rumah Duka Warga Ciputat Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali Ramai Peziarah

Megapolitan
Fahira Idris Pimpin Sementara Perolehan Suara DPD di Dapil DKI, Ketua Pertina: Dia Sudah Teruji sebagai Senator

Fahira Idris Pimpin Sementara Perolehan Suara DPD di Dapil DKI, Ketua Pertina: Dia Sudah Teruji sebagai Senator

Megapolitan
Pipa PDAM Bogor Rusak Akibat Longsor di Balumbang Jaya, 13 RW Tak Dapat Pasokan Air

Pipa PDAM Bogor Rusak Akibat Longsor di Balumbang Jaya, 13 RW Tak Dapat Pasokan Air

Megapolitan
ART Yunita Menangis Sesenggukan, Menyesal Bobol Rekening Majikan

ART Yunita Menangis Sesenggukan, Menyesal Bobol Rekening Majikan

Megapolitan
Operasi Keselamatan 2024, Polisi Tilang Pengendara Motor yang Lewat 'Flyover' Pesing dan 'Busway'

Operasi Keselamatan 2024, Polisi Tilang Pengendara Motor yang Lewat "Flyover" Pesing dan "Busway"

Megapolitan
Jalan Batuhulung Balumbang Jaya Longsor Lagi, Akses Warga Terputus

Jalan Batuhulung Balumbang Jaya Longsor Lagi, Akses Warga Terputus

Megapolitan
Rapuhnya Jalur KRL Kita...

Rapuhnya Jalur KRL Kita...

Megapolitan
Jambret Ponsel Sopir Taksi Online di Depan Halte Cempaka Mas, 3 Pelaku Ditangkap

Jambret Ponsel Sopir Taksi Online di Depan Halte Cempaka Mas, 3 Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Selain Tambah Rumah Pompa, Pemprov DKI Diminta Perbaiki Saluran Air untuk Tangani Banjir

Selain Tambah Rumah Pompa, Pemprov DKI Diminta Perbaiki Saluran Air untuk Tangani Banjir

Megapolitan
Ini Daftar Nama Korban Kecelakaan Bus Rombongan Peziarah Asal Tangsel di Tol Cipali

Ini Daftar Nama Korban Kecelakaan Bus Rombongan Peziarah Asal Tangsel di Tol Cipali

Megapolitan
Sudah Dibuka, Ini Lokasi Pendaftaran Motis 2024

Sudah Dibuka, Ini Lokasi Pendaftaran Motis 2024

Megapolitan
Kesusahan Naik Tangga Tinggi, Ibu Hamil Minta Stasiun Cakung Sediakan Lift

Kesusahan Naik Tangga Tinggi, Ibu Hamil Minta Stasiun Cakung Sediakan Lift

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPR di DKI Data 55,90 Persen: Suara PKS Masih Tertinggi

"Real Count" Pileg DPR di DKI Data 55,90 Persen: Suara PKS Masih Tertinggi

Megapolitan
Saat Harga Beras Meroket, Petani di Rorotan “Full' Senyum

Saat Harga Beras Meroket, Petani di Rorotan “Full" Senyum

Megapolitan
'Real Count' Web KPU di Jakarta Data 72,14 Persen: Anies 41,04 Persen, Prabowo 41,47 Persen, Ganjar 17,49 Persen

"Real Count" Web KPU di Jakarta Data 72,14 Persen: Anies 41,04 Persen, Prabowo 41,47 Persen, Ganjar 17,49 Persen

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com