Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antrean "Open House" Jokowi Mengular, dari Gerbang Kemensetneg sampai Jalan Juanda

Kompas.com - 10/04/2024, 10:24 WIB
Xena Olivia,
Fabian Januarius Kuwado

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Antrean masyarakat yang akan menghadiri open house Presiden Joko Widodo dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah di Istana Kepresidenan, Rabu (10/4/2024), mengular. 

Pantauan Kompas.com pukul 09.46 WIB, antrean dimulai dari gerbang Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Majapahit hingga ke Jalan Ir. H. Juanda, Jakarta Pusat. 

Panjang antrean mencapai 220 meter dan bertambah setiap menitnya. 

Baca juga: Awali Open House, Jokowi Salaman dengan Ajudan dan Staf Istana

Barrier plastik berwarna merah diletakkan sebagai pembatas antara antrean dengan lajur bagi kendaraan bermotor. 

Cuaca terik tidak menjadi penghalang. Warga tetap antusias berdiri dan menunggu. Senyum terpatri di wajah mereka.

Beragam cara dilakukan warga demi meredam panas pada tubuh. Mulai dari memakai payung, mengibaskan kipas konvensional, hingga menyalakan kipas elektrik ke arah leher. 

Warga berpendapat, ini adalah Lebaran terakhir bagi Joko Widodo sebagai orang nomor satu di Indonesia. Oleh sebab itu, mereka rela mengantre. 

Baca juga: Antrean Open House Jokowi di Depan Istana Kisruh, Ini Kronologinya

"Menjelang Pak Jokowi mau habis masa jabatan. Jadi berharap ada kesempatan bertemu," ujar Aulia Rahmat (33), salah satu warga yang mengantre. 

Laju antrean memasuki Istana cukup lambat. Sebab, selain ada warga yang tertib mengantre, banyak pula orang yang berkerumun di depan gerbang sehingga menyulitkan Paspampres memasukkan orang dalam antrean. 

Imbauan bagi warga untuk ikut dalam antrean tidak diindahkan. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

3.772 Kendaraan Ditilang karena Lawan Arah di 17 Lokasi di Jakarta

3.772 Kendaraan Ditilang karena Lawan Arah di 17 Lokasi di Jakarta

Megapolitan
Polisi Sebut Pengunjung di Tebet Eco Park Tertimpa Dahan Pohon Flamboyan

Polisi Sebut Pengunjung di Tebet Eco Park Tertimpa Dahan Pohon Flamboyan

Megapolitan
Supian Suri Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN, Bawaslu Teruskan ke KASN

Supian Suri Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN, Bawaslu Teruskan ke KASN

Megapolitan
Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Megapolitan
Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Megapolitan
Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Megapolitan
Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Megapolitan
Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Megapolitan
Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com