Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita "Horor" Bagi Ibu Pekerja Setelah Lebaran, ART Tak Kembali dan Minta "Resign"

Kompas.com - 20/04/2024, 17:57 WIB
Xena Olivia,
Jessi Carina

Tim Redaksi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Selesai libur Lebaran, sejumlah warga merasa resah menunggu asisten rumah tangga yang belum kembali dari mudik.

Salah satunya warga Depok bernama Unnisa (30). Keresahannya sempat menjadi cerita "horor" karena ART yang bekerja dengannya memutuskan resign setelah libur Lebaran.

ART yang telah bekerja selama hampir setahun terakhir itu akrab dipanggil “Bude”. Sejauh ini, wanita berusia 40-an itu merupakan sosok ART yang paling cocok bekerja untuk Unnisa dan keluarganya.

“Tanggal 10 saya habis silaturahmi, sekitar pukul 23.00 WIB (Bude) WhatsApp saya. Bilang, mohon maaf lahir batin, maafin banyak salah selama kerja. Terus katanya, ‘Maaf, Bun, saya pamit. Mau resign enggak kerja lagi di tempat Ibun’,” tutur Unnisa saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/4/2024).

Baca juga: Cerita Lupi Tukang Ojek Sampan Didera Perasaan Bersalah karena Tak Mampu Biayai Kuliah Anak

Unnisa panik memikirkan harus mencari pengganti bude secepat mungkin. Di tengah kepusingannya mencari pengganti, ibu tiga anak itu merasa heran.

Dia merasa selalu mencukupi kebutuhan Bude. Bahkan, ia telah menaikkan gaji sang ART selama tiga kali dalam setahun terakhir.

“Sudah gajian, THR segala macam. Beliau tidak menyebutkan alasannya karena apa. Saya juga tidak bertanya. Saya bilang, Bude kok mendadak sekali. Kalau mendadak merepotkan saya banget,” tutur Nisa.

Selain mendadak, Nisa juga menyayangkan pengajuan pengunduran diri yang dilakukan secara daring itu. Padahal, rumah ART-nya itu berada di belakang rumah Unnisa. 

Unnisa mengatakan Bude memang bekerja dengan sistem PP (pulang-pergi). Jam kerjanya dimulai dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Baca juga: Cerita Eki Rela Nabung 3 Bulan Sebelum Lebaran demi Bisa Bagi-bagi THR ke Keluarga

“Rumahnya dekat, di belakang rumah saya. Kenapa enggak bilang langsung,” lanjut dia.

Bersyukur tak jadi resign

Nisa pun segera mencari ART pengganti dengan meminta rekomendasi dari tetangganya. Setelah mencari ke sana ke mari, Unnisa akhirnya mendapatkan ART pengganti. 

Namun, tiba-tiba bude kembali menghubungi Nisa. 

“Jam 19.00 WIB, Budenya WA lagi. Kalau diizinkan kembali, mau balik kerja lagi dengan saya,” ucap Nisa.

Barulah di situ sang ART bercerita, tangannya sedang sakit. Ia merasa tidak enak dengan Nisa dan keluarganya, sebab tidak bisa menggosok baju.

Baca juga: Anak-anak Belanjakan THR ke Toko Mainan, Pedagang Pasar Gembrong Raup Jutaan Rupiah

Padahal, Nisa tidak akan mempermasalahkan jika sang ART memerlukan waktu istirahat lebih lama sampai kondisinya membaik.

Pada akhirnya, Nisa kembali menerima Bude sebagai ART-nya. Sebab, sudah akrab dan cocok dengan ketiga anaknya.

“Tapi intinya, akhirnya saya mengiyakan budenya untuk balik lagi. Saya bilang, ya sudah enakin dulu tangannya. Minggu depan baru balik,” celetuk dia.

Meski begitu, ia tetap memiliki kekhawatiran. Sebab, belum ada kepastian Bude benar-benar kembali.

“Yah, masih ada kekhawatiran. Semoga beneran kembali,” imbuh dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polri Berencana Luncurkan SIM C2 Tahun Depan

Polri Berencana Luncurkan SIM C2 Tahun Depan

Megapolitan
Caleg PKS Terjerat Kasus Narkoba di Aceh, Kabur dan Tinggalkan Istri yang Hamil

Caleg PKS Terjerat Kasus Narkoba di Aceh, Kabur dan Tinggalkan Istri yang Hamil

Megapolitan
'Call Center' Posko PPDB Tak Bisa Dihubungi, Disdik DKI: Mohon Maaf, Jelek Menurut Saya

"Call Center" Posko PPDB Tak Bisa Dihubungi, Disdik DKI: Mohon Maaf, Jelek Menurut Saya

Megapolitan
Polisi: Ada Oknum Pengacara yang Pakai Pelat Palsu DPR

Polisi: Ada Oknum Pengacara yang Pakai Pelat Palsu DPR

Megapolitan
Pemprov DKI Razia 2.070 Pengemis dan Gelandangan Sejak Awal 2024

Pemprov DKI Razia 2.070 Pengemis dan Gelandangan Sejak Awal 2024

Megapolitan
Caleg PKS Asal Aceh Dapat Sabu dari Malaysia, Dikemas Bungkus Teh China

Caleg PKS Asal Aceh Dapat Sabu dari Malaysia, Dikemas Bungkus Teh China

Megapolitan
KAI Commuter Line: Tak Ada Korban Dalam Kecelakaan KRL dan Sepeda Motor di Ratu Jaya Depok

KAI Commuter Line: Tak Ada Korban Dalam Kecelakaan KRL dan Sepeda Motor di Ratu Jaya Depok

Megapolitan
Banyak Remaja Nongkrong di Bundaran HI hingga Dini Hari, Polisi Minta Orangtua Awasi

Banyak Remaja Nongkrong di Bundaran HI hingga Dini Hari, Polisi Minta Orangtua Awasi

Megapolitan
Pria Paruh Baya di Kemayoran Setubuhi Anak Tiri Berkali-kali, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Pria Paruh Baya di Kemayoran Setubuhi Anak Tiri Berkali-kali, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Megapolitan
DPRD DKI Minta Disdik Perbaiki Masalah Teknis dalam PPDB 2024

DPRD DKI Minta Disdik Perbaiki Masalah Teknis dalam PPDB 2024

Megapolitan
PDI-P Tawari Ahok Jadi Calon Gubernur Sumatera Utara, Pengamat: Dia Punya Nama Besar untuk Melawan Bobby

PDI-P Tawari Ahok Jadi Calon Gubernur Sumatera Utara, Pengamat: Dia Punya Nama Besar untuk Melawan Bobby

Megapolitan
Syarat Pembuatan SIM C1, Harus Punya SIM C Minimal 1 Tahun

Syarat Pembuatan SIM C1, Harus Punya SIM C Minimal 1 Tahun

Megapolitan
Polisi Resmi Terbitkan SIM C1 Hari Ini, Berlaku di Seluruh Indonesia

Polisi Resmi Terbitkan SIM C1 Hari Ini, Berlaku di Seluruh Indonesia

Megapolitan
Caleg PKS Tersangka Kasus Narkoba Sempat Buang HP dan Kartu Identitas saat Kabur

Caleg PKS Tersangka Kasus Narkoba Sempat Buang HP dan Kartu Identitas saat Kabur

Megapolitan
Polisi: SIM C1 untuk Motor Bermesin 250-500 Cc

Polisi: SIM C1 untuk Motor Bermesin 250-500 Cc

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com