Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Pembunuhan PRT di Apartemen Bellezza

Kompas.com - 03/07/2016, 19:02 WIB
David Oliver Purba

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Jakarta Selatan telah mengungkap kasus pembunuhan pekerja rumah tangga (PRT), Jeni Nurjanah (25), yang ditemukan tewas di Apartemen Bellezza, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Jenazah Jeni ditemukan dalam plastik hitam di kamar apartemen Bellezza pada 3 Juni 2016. Jeni merupakan seorang PRT di unit 30LV05 di apartemen tersebut.

Tersangka pelaku pembunuhan yaitu Ferdianto (23), yang berprofesi sebagai petugas keamanan di apartemen itu. Keduanya menjalin hubungan asmara walau masing-masing telah berkeluarga.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Tubagus Ade Hidayat, menjelaskan kasus pembunuhan itu bermotif sakit hati. Tubagus menyebut, kejadian berawal saat Jeni dan Ferdianto sepakat untuk bertemu di tangga darurat lantai 30 Tower Lovre Apartemen Bellezza.

Saat bertemu, terjadi cekcok antara Jeni dan Ferdianto. Penyebab percekcokan karena Jeni dua kali menghina istri Ferdianto.

Karena hinaan Jeni, Ferdianto kalap dan mencekik leher Jeni dengan lengan kanan hingga tewas. Setelah itu, Ferdianto membawa jenazah Jeni ke lantai 23 melalui tangga darurat. Tangga darurat diketahui jarang digunakan penghuni apartemen sehingga tanpa segan, Ferdianto bisa membawa jenzah Jeni turun tujuh lantai.

Selanjutnya Ferdianto membawa jasad Jeni ke sebuah ruangan kosong di 23 Lv 6. Karena Ferdianto merupakan petugas keamanan, ia memiliki sejumlah akses untuk masuk ke beberapa ruangan.

Untuk memastikan Jeni tewas, Ferdianto kembali menjerat leher Jeni dengan tali gorden yang ada di ruangan itu. Ferdianto kemudian mengambil plastik hitam dari tempat sampah dan memasukan jenazah Jeni ke dalam kantong plastik itu.

Jenazah itu lalu diletakan di bawah wastafel kamar mandi ruangan itu. Agar tak ketahuan, Ferdianto menutup plastik hitam itu dengan gorden putih.

Pada Kamis lalu, seorang PRT di unit apartemen 23Lv6, Isroji, menemukan jenazah Jeni ketika hendak membersihkan ruangan itu.

Setelah melakukan penyidikan dan mendapatkan keterangan saksi serta rekaman CCTV, Polres Jakarta Barat menangkap Ferdianto pada Sabtu kemarin di rumah orang tuanya di Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Kami tidak hanya melakukan pengejaran di satu titik, tapi di dua titik yaitu di Lampung," ujar Tubagus di Mapolres Jakarta Selatan, Minggu sore. S

Ferdianto diancam pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancamana hukuman penjara selama 15 tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polda Metro Jaya Kerahkan 3.454 Personel Amankan Hari Buruh di Jakarta

Polda Metro Jaya Kerahkan 3.454 Personel Amankan Hari Buruh di Jakarta

Megapolitan
Terima Mandat Partai Golkar, Benyamin-Pilar Saga Tetap Ikut Bursa Cawalkot Tangsel dari PDIP

Terima Mandat Partai Golkar, Benyamin-Pilar Saga Tetap Ikut Bursa Cawalkot Tangsel dari PDIP

Megapolitan
Brigadir RAT Bunuh Diri dengan Pistol, Psikolog: Perlu Dicek Riwayat Kesehatan Jiwanya

Brigadir RAT Bunuh Diri dengan Pistol, Psikolog: Perlu Dicek Riwayat Kesehatan Jiwanya

Megapolitan
'Mayday', 15.000 Orang Buruh dari Bekasi Bakal Unjuk Rasa ke Istana Negara dan MK

"Mayday", 15.000 Orang Buruh dari Bekasi Bakal Unjuk Rasa ke Istana Negara dan MK

Megapolitan
Maju Pilkada 2024, 2 Kader PDI-P yang Pernah Jadi Walkot Bekasi Juga Daftar Lewat PKB

Maju Pilkada 2024, 2 Kader PDI-P yang Pernah Jadi Walkot Bekasi Juga Daftar Lewat PKB

Megapolitan
3 Juta KTP Warga DKI Bakal Diganti Jadi DKJ pada Tahun Ini, Dukcapil: Masih Menunggu UU DKJ Diterapkan

3 Juta KTP Warga DKI Bakal Diganti Jadi DKJ pada Tahun Ini, Dukcapil: Masih Menunggu UU DKJ Diterapkan

Megapolitan
Saat Tekanan Batin Berujung pada Kecemasan yang Dapat Membuat Anggota Polisi Bunuh Diri

Saat Tekanan Batin Berujung pada Kecemasan yang Dapat Membuat Anggota Polisi Bunuh Diri

Megapolitan
PMI Jakbar Ajak Masyarakat Jadi Donor Darah di Hari Buruh

PMI Jakbar Ajak Masyarakat Jadi Donor Darah di Hari Buruh

Megapolitan
Gulirkan Nama Besar Jadi Bacagub DKI, PDI-P Disebut Ingin Tandingi Calon Partai Lain

Gulirkan Nama Besar Jadi Bacagub DKI, PDI-P Disebut Ingin Tandingi Calon Partai Lain

Megapolitan
Anggota Polisi Bunuh Diri, Psikolog Forensik: Ada Masalah Kesulitan Hidup Sekian Lama...

Anggota Polisi Bunuh Diri, Psikolog Forensik: Ada Masalah Kesulitan Hidup Sekian Lama...

Megapolitan
Warga Sebut Pabrik Arang di Balekambang Sebelumnya Juga Pernah Disegel

Warga Sebut Pabrik Arang di Balekambang Sebelumnya Juga Pernah Disegel

Megapolitan
Pengelola Sebut Warga Diduga Jual Beli Rusun Muara untuk Keuntungan Ekspres

Pengelola Sebut Warga Diduga Jual Beli Rusun Muara untuk Keuntungan Ekspres

Megapolitan
Nama Andika Perkasa Masuk Bursa Cagub DKI 2024, Pengamat: PDI-P Harus Gerak Cepat

Nama Andika Perkasa Masuk Bursa Cagub DKI 2024, Pengamat: PDI-P Harus Gerak Cepat

Megapolitan
Polisi Tutup Kasus Kematian Brigadir RAT, Kompolnas: Sudah Tepat karena Kasus Bunuh Diri

Polisi Tutup Kasus Kematian Brigadir RAT, Kompolnas: Sudah Tepat karena Kasus Bunuh Diri

Megapolitan
Pengedar Narkoba yang Ditangkap di Depok Konsumsi Ganja Berbentuk 'Liquid'

Pengedar Narkoba yang Ditangkap di Depok Konsumsi Ganja Berbentuk "Liquid"

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com