Kamis, 24 Juli 2014

News / Megapolitan

Kios Kosong Blok G Jadi Tempat Tidur Preman dan Operasi PSK

Kamis, 18 Juli 2013 | 11:17 WIB
ESTU SURYOWATI Kios-kios kosong di lantai 2 Blok G Pasar Tanah Abang beralih fungsi sebagai kamar tidur. Pada malam hari, kios-kios tersebut lebih ramai dengan adanya penjaja seks komersial.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pedagang Blok G Pasar Tanah Abang menyayangkan kurangnya perhatian pengelola akan keamanan pasar. Kios yang banyak kosong malah jadi tempat tidur preman dan operasi pekerja seks komersial.

Abdul Muis (61), salah seorang pedagang di Blok G, mengatakan, dua tahun terakhir, blok tersebut tak kondusif. Menurutnya, kios-kios yang tidak dipakai pedagang justru digunakan para preman untuk tidur-tiduran. Lantai-lantai di Blok G yang kosong pun dimanfaatkan oleh para pekerja seks komersial.

"Ya, maaf, yang dari 'bongkaran' larinya ke sini. Jablai itu ke sini. Ini bukan berita, tapi nyata," kata Muis kepada Kompas.com, Rabu (17/7/2013).

Menurut Muis, para pedagang sebenarnya mampu membayar uang retribusi lebih tinggi asal keamanan dan kebersihan terjamin. "Justru itu, saya bingungnya begitu. Yang namanya pasar, paling enggak kepala pasarlah, masa enggak ngasih tugas buat keamanan," ujarnya heran.

Setiap bulan, Muis membayar uang retribusi sekitar Rp 75.000 kepada pengelola pasar. Sistem pembayarannya dua hari sekali senilai Rp 5.000.

"Jangankan Rp 75.000, Rp 200.000 juga kita berani kalau di sini terjamin keamanannya, fasilitas juga bagus," kata Muis.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, kondisi di lantai 2 Blok G Pasar Tanah Abang saat ini tak kondusif. Puluhan kios pintunya rusak dan terbuka dengan paksa. Bahkan, kios-kios mangkrak itu beralih fungsi menjadi kamar tidur pihak-pihak yang tak berkepentingan.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Estu Suryowati
Editor : Ana Shofiana Syatiri