Kompas.com - 20/06/2013, 10:22 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama meresmikan peletakan batu pertama JB Tower, Rabu (29/5/2013). Dalam acara groundbreaking tersebut, Basuki juga menyampaikan komitmen Pemprov DKI dalam menangani masalah pembangunannya liar serta penyediaan hunian layak bagi penduduk DKI Jakarta. Tabitha/C22Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama meresmikan peletakan batu pertama JB Tower, Rabu (29/5/2013). Dalam acara groundbreaking tersebut, Basuki juga menyampaikan komitmen Pemprov DKI dalam menangani masalah pembangunannya liar serta penyediaan hunian layak bagi penduduk DKI Jakarta.
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah berziarah ke makam Pangeran Wijaya Kusuma, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama langsung tancap gas untuk meresmikan groundbreaking (peletakan batu pertama) rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Daan Mogot Jakarta Barat dan Muara Baru Jakarta Utara. Pembangunan dua rusun itu merupakan tanggungan sebesar 20 persen dari para pengembang kepada DKI.

"Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saya resmikan groundbreaking pembangunan rumah susun sederhana sewa Daan Mogot, Jakarta Barat dan Muara Baru," kata Basuki di Daan Mogot, Duri Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (20/6/2013).

Dengan groundbreaking dua rusunawa tersebut, mantan Bupati Belitung Timur itu berharap pengembang yang masih memiliki utang kepada DKI tergugah hatinya. "Semoga dengan adanya groundbreaking ini dapat menggugah hati para pengembang dan developer lainnya untuk dapat membangun rumah bagi warga DKI yang tidak memiliki rumah," kata Basuki.

Warga yang berhak menghuni kedua rusun itu, kata dia, diprioritaskan bagi warga normalisasi sungai dan waduk. Supaya penyeleksian berjalan aman, Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

Di dalam peresmian tersebut, Basuki turut didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Yonathan Pasodung, Wali Kota Jakarta Barat Fatahillah, dan Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan DKI Putu Indiana.

Pembangunan kedua rusun tersebut merupakan kewajiban pengembang, sehingga tidak menggunakan dana APBD DKI 2013. Masing-masing rusun akan dibangun sebanyak delapan tower atau blok.

Pria yang akrab disapa Ahok itu menargetkan pembangunan rusun dapat rampung selama sembilan bulan. Setelah itu, 16 blok di dua rusun tersebut dapat dihuni oleh warga DKI Jakarta yang menjadi korban normalisasi waduk dan sungai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

    Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

    Megapolitan
    Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

    Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

    Megapolitan
    Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

    Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

    Megapolitan
    Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

    Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

    Megapolitan
    Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

    Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

    Megapolitan
    Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

    Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

    Megapolitan
    Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

    Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

    Megapolitan
    Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

    Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

    Megapolitan
    Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

    Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

    Megapolitan
    Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

    Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

    Megapolitan
    Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

    Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

    Megapolitan
    Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

    Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

    Megapolitan
    Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

    Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

    Megapolitan
    Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

    Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

    Megapolitan
    Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

    Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.