Kompas.com - 19/08/2013, 13:12 WIB
Pekerja memperbaiki sejumlah rolling door kios yang rusak di Pasar Tanah Abang Blok G, Jakarta, Sabtu (10/8/2013). Perbaikan Blok G terus dilakukan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mulai menertibkan PKL di Tanah Abang dan memindahkannya ke Blok G setelah libur Lebaran. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPekerja memperbaiki sejumlah rolling door kios yang rusak di Pasar Tanah Abang Blok G, Jakarta, Sabtu (10/8/2013). Perbaikan Blok G terus dilakukan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mulai menertibkan PKL di Tanah Abang dan memindahkannya ke Blok G setelah libur Lebaran.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kios gratis untuk pedagang kaki lima yang masuk ke Pasar Blok G Tanah Abang hanya berlaku enam bulan. Jika sudah enam bulan belum dapat untung, PKL bisa melakukan negosiasi terkait harga sewa.

"Enam bulan pertama ini gratis dulu. Setelah enam bulan akan dikenakan biaya sewa. Biayanya tergantung dari hasil pendapatan dagang mereka. Kalau ternyata pendapatannya rata-rata masih kecil atau masih kurang rame, akan kita evaluasi dan ada kebijakan untuk negosiasi," kata Direktur Usaha dan Pengembangan PD Pasar Jaya, Ivo Edwin Aryanto, di Jakarta, Senin (19/8/2013).

Setelah enam bulan, pedagang juga wajib memperpanjang kontraknya jika masih ingin berjualan di Pasar Blok G Tanah Abang. Jika mereka tidak memperpanjang kontraknya, kios tersebut akan diundi lagi untuk para pedagang lain yang ingin berjualan di blok tersebut.

"Kalau pedagang enggak memperpanjang kontraknya lagi, kunci akan kita ambil. Nanti kiosnya tersebut bakal kita undi lagi buat pedagang lain yang mau masuk ke Blok G," kata Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Ratnaningsih.

Meski gratis pada enam bulan awal, pedagang tetap dikenakan biaya listrik, air, kebersihan, dan keamanan. Besaran biayanya masih akan dibicarakan, tetapi tidak akan memberatkan pedagang.

Hingga saat ini, baru ada 601 pedagang yang lolos verifikasi dan mendapat tempat di Blok G. Masih tersisa 367 kios lagi yang akan dibuka pada verifikasi tahap kedua. Pedagang yang tak memiliki KTP DKI Jakarta juga berkesempatan mendapat kios. Namun, mereka harus lolos interview dengan tokoh masyarakat Tanah Abang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Landa Empat Rumah di Tebet, Tiga Orang Ditemukan Tewas di Antara Puing

Kebakaran Landa Empat Rumah di Tebet, Tiga Orang Ditemukan Tewas di Antara Puing

Megapolitan
Amankan 18 WNA Saat Razia di Apartemen Gading Nias, Imigrasi: Banyak yang Sembunyi di Kamar

Amankan 18 WNA Saat Razia di Apartemen Gading Nias, Imigrasi: Banyak yang Sembunyi di Kamar

Megapolitan
Cerita Pedagang Ikan Bandeng Tahunan di Rawa Belong, Cari Rezeki di Balik Tradisi

Cerita Pedagang Ikan Bandeng Tahunan di Rawa Belong, Cari Rezeki di Balik Tradisi

Megapolitan
Ketika Kasus Jambret Ditabrak Korban di Tebet Viral Kembali, Penabrak Dituduh Playing Victim, Langsung Dibantah Polisi

Ketika Kasus Jambret Ditabrak Korban di Tebet Viral Kembali, Penabrak Dituduh Playing Victim, Langsung Dibantah Polisi

Megapolitan
Undang Khaerun Pramudi Transjakarta yang Gagalkan Aksi Bunuh Diri ke Balai Kota, Anies: Bapak Teladan bagi Kita Semua

Undang Khaerun Pramudi Transjakarta yang Gagalkan Aksi Bunuh Diri ke Balai Kota, Anies: Bapak Teladan bagi Kita Semua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 662 dalam Sehari

UPDATE 28 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 662 dalam Sehari

Megapolitan
Aksi Heroik Khaerun Gagalkan Percobaan Bunuh Diri, Tindakan Spontan yang Selamatkan Satu Nyawa

Aksi Heroik Khaerun Gagalkan Percobaan Bunuh Diri, Tindakan Spontan yang Selamatkan Satu Nyawa

Megapolitan
Sampah Berjejer di Tengah Jalan Raden Patah Tangerang, Warga: Orang Sambil Lewat, Sambil Buang...

Sampah Berjejer di Tengah Jalan Raden Patah Tangerang, Warga: Orang Sambil Lewat, Sambil Buang...

Megapolitan
Gerak Cepat Pemkot Tangerang, Batalkan PTM 100 Persen Saat Kasus Covid-19 Melonjak

Gerak Cepat Pemkot Tangerang, Batalkan PTM 100 Persen Saat Kasus Covid-19 Melonjak

Megapolitan
Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.