Korban Penyekapan: Aku Diperlakukan Lebih Buruk dari Hewan

Kompas.com - 20/09/2013, 08:01 WIB
Korban penyekapan Tamansari, Arifin (49), saat berada di Mapolsek Metro Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (18/9/2013) Alsadad RudiKorban penyekapan Tamansari, Arifin (49), saat berada di Mapolsek Metro Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (18/9/2013)
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Selama 1,5 bulan disekap, Ali Arifin mengaku ditempatkan di sebuah ruangan loteng yang disebutnya plafon. Ia diperlakukan tak selayaknya manusia.

"Ruangan plafon tempatku, enggak sampai 1 x 1 meter persegi. Aku diperlakukan lebih buruk dari hewan. Tangan, kaki, ini dihajar terus, enggak dikasih ampun. Kalau dihajar, aku diturunkan dari ruang plafon ke lantai bawah," cerita Arifin, Kamis (19/9/2013).

Arifin juga tak diberi kesempatan untuk bersembahyang. Ia hanya duduk sambil bertayamum di ruangan sempit tersebut karena sangat sulit untuk berdiri di ruang yang pendek dan panas serta pengap.

"Aku shalat susah, aku lebih sering wirid, berdoa kepada Allah. Doaku, seandainya aku ditakdirkan mati, aku ingin cepat mati. Apa pun bentuk matinya aku terima. Tapi, kalau disiksa begini, aku enggak kuat," kata Ali sembari menitikkan air mata.

Untuk buang hajat, Ali diperlakukan seperti hewan. Ia hanya diberi sebuah tempat mirip mangkok untuk menaruh kotorannya.

Ali merupakan satu dari dua orang yang disekap di sebuah ruko kantor PT BJM, Jalan Hayam Wuruk Nomor 120 D, Jakarta Barat. Ia disekap para penyedia jasa penagih utang itu gara-gara dinilai sebagai orang paling bertanggung jawab atas uang senilai Rp 250 juta yang dipinjam oleh perusahaan tempat ia bekerja.

Aparat dari Polsek Metro Taman Sari menggerebek dan menyelamatkan Arifin beserta korban lainnya, Ahmad Zamani (32), Selasa (17/9/2013) sekitar pukul 22.00 WIB. Polisi mendapat informasi dari salah satu warga yang masuk melalui Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) setempat, sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Rabu sore, Arifin dan Zamani turut mengunjungi ruko tempat mereka disekap. Saat itulah, Arifin tak kuasa membendung air matanya. Dengan terduduk di kursi sofa, dia tampak tak dapat berkata-kata dan sesekali memandangi tempat yang mungkin ingin dia lupakan selama-lamanya dari ingatannya itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Megapolitan
Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Megapolitan
Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Megapolitan
Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Megapolitan
Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Megapolitan
Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Megapolitan
Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Megapolitan
Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Megapolitan
Polisi: 4 Perampok Warteg di Pesanggrahan Berpencar karena Viral di Media Sosial

Polisi: 4 Perampok Warteg di Pesanggrahan Berpencar karena Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Jadi Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Pindahkan Bully-nya Bang Anies ke Ane

Siap Jadi Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Pindahkan Bully-nya Bang Anies ke Ane

Megapolitan
Meriahkan Imlek 2571, Bandara Soetta Bagi-bagi Angpau sampai Akhir Bulan

Meriahkan Imlek 2571, Bandara Soetta Bagi-bagi Angpau sampai Akhir Bulan

Megapolitan
Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Diperkirakan Kering Nanti Malam

Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Diperkirakan Kering Nanti Malam

Megapolitan
Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

Megapolitan
Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Tersisa 1 Meter

Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Tersisa 1 Meter

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X