Kompas.com - 23/09/2013, 16:53 WIB
Vanny Rossyane (tengah), mantan kekasih bandar narkoba yang divonis mati Freddy Budiman, digiring saat akan menggelar konferensi pers di Gedung Direktorat IV Narkoba, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (17/9/2013). Vanny ditangkap polisi di salah satu hotel di Jakarta Barat, dengan barang bukti berupa 2 paket sabu, alat hisap, dan 2 handphone. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAVanny Rossyane (tengah), mantan kekasih bandar narkoba yang divonis mati Freddy Budiman, digiring saat akan menggelar konferensi pers di Gedung Direktorat IV Narkoba, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (17/9/2013). Vanny ditangkap polisi di salah satu hotel di Jakarta Barat, dengan barang bukti berupa 2 paket sabu, alat hisap, dan 2 handphone.
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta polisi untuk mengungkap identitas pelapor Vanny Rossyane, mantan pacar terpidana mati gembong narkoba, Freddy Budiman.

Hal tersebut untuk membuktikan mengenai isu yang menyebutkan penangkapan Vanny adalah penjebakan. "Sulit menentukan apakah Vanny dijebak atau tidak. Bagi kami, penting siapa yang melaporkan kasus ini. Kami minta nama pelapor, jadi kita tahu apakah dijebak atau tidak. Kan harus ada klarifikasi datang dengan siapa saat penangkapan," kata Hamidah Abdurrahman, Komisioner Kompolnas, di Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, Jakarta Timur, Senin (23/9/2013).

Namun, hingga saat ini pihak Kompolnas belum mendapatkan laporan mengenai siapa pelapor Vanny Rossyane dari pihak kepolisian. Hal tersebut masih didalami oleh pihak penyidik.

Sebelumnya diberitakan, Kompolnas mendatangi Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, Jakarta Timur, Senin (23/9/2013). Kedatangan Kompolnas bertujuan untuk mempertanyakan keterkaitan kasus Vanny Rossyane dengan kasus Freddy Budiman.

Vanny ditangkap pihak Direktorat Narkotika Bareskrim Polri pada hari Senin (16/9/2013) di sebuah kamar di Hotel Mercure, Jakarta. Polisi menyita dua paket narkoba dengan berat masing-masing 0,27 gram dan 0,58 gram, sebuah alat hisap (bong), dan satu buah cangklong.

Saat ini, Vanny ditahan di Direktorat Narkotika Bareskrim Polri, Jakarta Timur. Pihak kuasa hukum Vanny sedang berusaha agar Vanny mendapatkan izin untuk direhabilitasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Depok Hari Ini, 14 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Depok Hari Ini, 14 April 2021

Megapolitan
Remaja di Manggarai Selatan Diamankan karena Mau Perang Sarung

Remaja di Manggarai Selatan Diamankan karena Mau Perang Sarung

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bogor Hari Ini, 14 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bogor Hari Ini, 14 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bekasi Hari Ini, 14 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bekasi Hari Ini, 14 April 2021

Megapolitan
Kesulitan Minta Data ke Pemprov DKI, Fraksi PSI: Kami Seperti Penagih Utang

Kesulitan Minta Data ke Pemprov DKI, Fraksi PSI: Kami Seperti Penagih Utang

Megapolitan
Kadin Tangsel Sebut Baru 20 Persen Perusahaan yang Nyatakan Mampu Bayar THR Karyawan

Kadin Tangsel Sebut Baru 20 Persen Perusahaan yang Nyatakan Mampu Bayar THR Karyawan

Megapolitan
Curhat Sandi soal Dugaan Korupsi di Damkar Depok: Selang Cepat Jebol, Sepatu Kemahalan, Honor Disunat

Curhat Sandi soal Dugaan Korupsi di Damkar Depok: Selang Cepat Jebol, Sepatu Kemahalan, Honor Disunat

Megapolitan
Bima Arya Sebut Situasi di Kota Bogor Tidak Kondusif Saat Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi

Bima Arya Sebut Situasi di Kota Bogor Tidak Kondusif Saat Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi

Megapolitan
Ungkap Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok, Sandi: Teman-teman Diancam Dipecat jika Dukung Saya

Ungkap Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok, Sandi: Teman-teman Diancam Dipecat jika Dukung Saya

Megapolitan
Diduga Akan Tawuran, Sejumlah Remaja Diamankan di Manggarai Selatan

Diduga Akan Tawuran, Sejumlah Remaja Diamankan di Manggarai Selatan

Megapolitan
Bima Arya: Rizieq Shihab Tolak Sampaikan Hasil Tes PCR

Bima Arya: Rizieq Shihab Tolak Sampaikan Hasil Tes PCR

Megapolitan
Saat Rizieq Shihab Dirawat, Bima Arya Ingatkan Dirut RS Ummi Cegah Kerumunan Massa

Saat Rizieq Shihab Dirawat, Bima Arya Ingatkan Dirut RS Ummi Cegah Kerumunan Massa

Megapolitan
Anak Anggota DPRD Bekasi Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Anak Anggota DPRD Bekasi Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Megapolitan
JPU Hadirkan 5 Saksi Sidang Kasus Tes Usap Palsu Rizieq Shihab, Salah Satunya Bima Arya

JPU Hadirkan 5 Saksi Sidang Kasus Tes Usap Palsu Rizieq Shihab, Salah Satunya Bima Arya

Megapolitan
UPDATE 14 April: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Terisa 1.308 Orang

UPDATE 14 April: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Terisa 1.308 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X