Kompas.com - 25/10/2013, 17:39 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - DS selaku Direktur Utama PT HMK membantah tudingan korupsi proyek pengadaan kamera pengawas atau CCTV di kawasan Monumen Nasional. Menurutnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat terlalu dini menetapkannya sebagai tersangka.

"Saya tak pernah korupsi proyek CCTV Monas. Semua prosedur lelang proyek itu sudah saya jalankan," ujar DS dalam konferensi pers di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2013).

DS menilai penetapannya sebagai tersangka hanya berdasarkan keterangan dari RB selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Kegiatan Unit Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan (Kominfomas) Jakarta Pusat tahun 2010. RB yang juga ditetapkan sebagai tersangka kini menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Kominfomas Jakarta Pusat.

Menurut DS, RB mengatakan kepada Kejari Jakpus bahwa CCTV di Monas tidak berfungsi. Padahal, DS yakin bahwa delapan unit CCTV beserta radio dan instalasi kontrol yang dipasangnya masih berfungsi dengan baik.

"Ada mispersepsi. Yang dimaksud tak berfungsi itu bukannya alat-alatnya, tapi koordinasi antarlembaga tidak ada. Harusnya, kan, misalnya ada yang enggak benar di titik ini, nah tinggal dikoordinasi ke dinas lain. Ini kan enggak ada," ujarnya.

Jaksa mengindikasi PT HMK melakukan mark up saat penyusunan harga perkiraan sendiri untuk proyek tersebut. Hal ini juga dibantah oleh DS. Menurutnya, perusahaannya melalui proses tender sesuai prosedur dan menawarkan harga Rp 1,7 miliar dari pagu Rp 1,9 miliar.

"Mulai tender Oktober 2010. Ada tujuh peserta tender, saya yang menang. Selesai pemasangan alat bulan Desember 2010, ada berita acaranya. Selesai semua, tidak ada yang tersisa," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga saat ini, DS telah dua kali diperiksa oleh penyidik Kejari Jakpus, yakni awal dan akhir Oktober 2013. Pemeriksaan pertama difokuskan pada silsilah perusahaan. Adapun pemeriksaan kedua difokuskan pada proses tender proyek pengadaan CCTV.

DS merasa dirugikan akibat penetapan status tersangka oleh Kejari Jakpus. Ia mengatakan, beberapa rekanannya yang telah menjalin komunikasi soal pengadaan CCTV menahan diri untuk tak melanjutkan proyek itu. DS menduga, mereka khawatir perusahaannya tak profesional.

"Tapi akan saya hadapi. Saya siap diperiksa sampai kasus ini benar-benar selesai," ujar DS.

Kejati Jakarta Pusat menengarai ada dugaan korupsi pada proyek pengadaan CCTV di Monas oleh Suku Dinas Kominfomas Jakarta Pusat. Selain DS dan RB, mantan Kepala Suku Dinas Kominfomas Jakpus berinisil YI selaku kuasa pengguna anggaran juga ditetapkan sebagai tersangka kasus ini. Sebanyak 12 orang saksi turut diperiksa pada kasus itu. Seluruh tersangka diketahui belum ditahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Megapolitan
Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Megapolitan
Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Megapolitan
 Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Megapolitan
Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Megapolitan
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin Bekasi

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin Bekasi

Megapolitan
Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Megapolitan
Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Megapolitan
Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.