Kompas.com - 17/12/2013, 15:27 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah ingkar janji kepada warga Taman Burung, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Dia mengingatkan kesepakatan Pemprov DKI yang tidak akan melakukan penggusuran sebelum adanya ganti rugi, baik berupa rusun maupun ganti rugi lainnya.

Hal tersebut diungkapkannya dalam temu dialog antara warga Taman Burung dengan anggota Komnas HAM dan PBHI pada Selasa (17/12/2013) di masjid yang merupakan satu-satunya bangunan di Taman Burung yang masih bertahan.

Selain soal adanya kesepakatan yang diingkari, Komnas HAM juga menyorot adanya pendataan berdasarkan kepemilikan hak penguasaan yang berbeda-beda.

"Karena di sini berbeda-beda. Ada di sini yang sudah berpuluh-puluh tahun dan ada yang baru saja tinggal, punya KTP, KK, PBB, ada yang cuma kontrak," ujar Siane dalam dialog dengan warga Taman Burung Pluit, Selasa (17/12/2013) siang.

Menurut Komnas HAM, warga yang tinggal di sini bertahun-tahun berhak mendapatkan rusun. Sementara Jokowi, saat membuat kesepakatan dulu, menjanjikan semua bakal mendapat rusun.

Siane mempertanyakan mengapa Jokowi tidak berani menggusur lahan apartemen yang berada tepat di belakang Taman Burung, Pluit. Hingga kini, walau hujan, warga yang menjadi korban penggusuran masih tetap bertahan karena tak ada pilihan.

Warga bertahan di tenda-tenda yang seadanya dan di masjid, satu-satunya bangunan yang belum dirobohkan, sambil tetap setia menunggu Jokowi dan Ahok untuk berdialog tentang nasib mereka.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah memberikan waktu selama setahun kepada warga Taman Burung untuk mengosongkan lahan milik negara itu. Namun, warga malah menantang dan menolak diberi rusun.

Menurutnya, warga justru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memolitisasi keadaan dengan memanfaatkan anak-anak dan kaum ibu untuk melawan para petugas agar tidak menggusur.

Memperkuat apa yang dikatakan Ahok, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga mengatakan, pihaknya selama ini telah melakukan sosialisasi kepada warga sebelum melakukan pembongkaran rumah. Hal yang dilakukan petugasnya juga sangat manusiawi karena tidak ada praktik kekerasan saat melakukan aksi itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Tamu Resepsi Pernikahan Dikurangi

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Tamu Resepsi Pernikahan Dikurangi

Megapolitan
Anies Ajak Para Kepala Daerah Susun Solusi Hadapi Perubahan Iklim Global

Anies Ajak Para Kepala Daerah Susun Solusi Hadapi Perubahan Iklim Global

Megapolitan
Di Hadapan Anies, Kapolda Metro Jaya Ingatkan Tugas Penanganan Covid-19 Belum Selesai

Di Hadapan Anies, Kapolda Metro Jaya Ingatkan Tugas Penanganan Covid-19 Belum Selesai

Megapolitan
Rampung Periksa Saksi dan Ahli, Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Iko Uwais

Rampung Periksa Saksi dan Ahli, Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Iko Uwais

Megapolitan
Jakarta Terapkan PPKM Level 2, Pengunjung Restoran dan Kafe Dibatasi 75 Persen

Jakarta Terapkan PPKM Level 2, Pengunjung Restoran dan Kafe Dibatasi 75 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Pengunjung Pusat Kebugaran Dibatasi 75 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Pengunjung Pusat Kebugaran Dibatasi 75 Persen

Megapolitan
Bocah Korban Pelecehan oleh Pria Gangguan Mental di Bintaro Xchange Jalani 'Trauma Healing'

Bocah Korban Pelecehan oleh Pria Gangguan Mental di Bintaro Xchange Jalani "Trauma Healing"

Megapolitan
Kapolda Metro Jaya dan Anies Ikuti Upacara HUT Ke-76 Bhayangkara secara Virtual dari Jakarta

Kapolda Metro Jaya dan Anies Ikuti Upacara HUT Ke-76 Bhayangkara secara Virtual dari Jakarta

Megapolitan
Tebet Eco Park Akan Dibuka Kembali, Warga yang Langgar Aturan Berpotensi Mendapatkan 'Kartu Merah'

Tebet Eco Park Akan Dibuka Kembali, Warga yang Langgar Aturan Berpotensi Mendapatkan "Kartu Merah"

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Mal Harus Tutup Pukul 22.00 WIB, Kapasitas 75 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Mal Harus Tutup Pukul 22.00 WIB, Kapasitas 75 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Bioskop Turun Jadi 75 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Bioskop Turun Jadi 75 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pelaksanaan WFO Kembali Dibatasi 75 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Pelaksanaan WFO Kembali Dibatasi 75 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Transportasi Umum Tak Dibatasi

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Transportasi Umum Tak Dibatasi

Megapolitan
Rekayasa Lalin di Bundaran HI Telah Dimulai, Berpeluang Dipermanenkan dengan Sanksi Tilang

Rekayasa Lalin di Bundaran HI Telah Dimulai, Berpeluang Dipermanenkan dengan Sanksi Tilang

Megapolitan
PPKM di Jakarta Naik Level 2, Kapasitas Tempat Ibadah Kembali Dibatasi

PPKM di Jakarta Naik Level 2, Kapasitas Tempat Ibadah Kembali Dibatasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.