Kompas.com - 24/02/2014, 07:52 WIB
Bus tingkat wisata melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2014). Kelima bus tingkat wisata itu tengah diujicoba berjalan menyusuri rute yang akan ditempuh. Rencananya Senin (24/2/2014) bisa dinikmati warga Jakarta. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHABus tingkat wisata melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2014). Kelima bus tingkat wisata itu tengah diujicoba berjalan menyusuri rute yang akan ditempuh. Rencananya Senin (24/2/2014) bisa dinikmati warga Jakarta.
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak lima bus tingkat wisata atau double decker akan melayani warga dan turis berkeliling Jakarta mulai Senin (24/2/2014) ini. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman membenarkan perihal tersebut.

"Iya benar. Hari ini, pukul 09.00 pagi, bus tingkat mulai beroperasi dari Monas Barat Daya," kata Arie kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (24/2/2014).

Pengoperasian lima bus tingkat wisata itu dilakukan setelah uji coba selama satu pekan kemarin. Dalam uji coba itu, warga umum ataupun turis belum dapat menaiki bus tingkat. Sebab, uji coba itu hanya untuk membiasakan para pramudi mengenal rute-rute bus wisata. Terlebih para pramudi yang dipilih merupakan pramudi baru, dan semuanya perempuan.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sengaja memilih pramudi perempuan. Sifatnya yang lembut dan keibuan diharapkan menjadi jaminan bahwa bus tidak akan dikendarai secara ugal-ugalan. Selain itu, kecepatan bus tingkat hanya 10-20 km/jam.

Ada 12 pramudi yang direkrut secara terbuka. Mereka mendapatkan gaji hingga 3,5 kali upah minimum provinsi (UMP) DKI yang sebesar Rp 2,4 juta. Jadi, pramudi mendapat gaji pokok mencapai lebih dari Rp 7 juta.

Selain uji coba kepada pramudi, petugas lainnya adalah polisi pariwisata dari Polda Metro Jaya, kondektur atau petugas on board, dan tour guide atau pemandu wisata dari himpunan pramuwisata dan komunitas historia.

Satu persyaratan utama yang harus dimiliki para petugas adalah mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan baik. Sebab, turis mancanegara adalah sasaran utama bus tingkat wisata ini. Para petugas dibagi menjadi dua waktu kerja agar tidak kelelahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam pengoperasian bus tingkat wisata hari pertama ini, bus boleh langsung digunakan warga. "Tidak lagi pakai acara seremonial, langsung bisa digunakan warga," kata Arie.

Rutenya mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)—Sarinah—Museum Nasional—Halte Santa Maria—Pasar Baru—Gedung Kesenian Jakarta—Masjid Istiqlal—Istana Merdeka—Monas—Balaikota—Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI. Bus hanya akan berhenti di setiap halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Untuk tiga bulan pertama, penumpang tidak dikenakan tiket. Selanjutnya tiket akan disebar di hotel-hotel yang dilintasi bus tingkat wisata, antara lain di Hotel Kempinski.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Megapolitan
Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Megapolitan
 Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Megapolitan
 4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

Megapolitan
5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

Megapolitan
Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Megapolitan
Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.