Kompas.com - 14/03/2014, 12:51 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

BEKASI, KOMPAS.com — Meski telah diusir oleh Wali Kota Bekasi, truk sampah DKI Jakarta masih ada yang nekat melanggar jam operasi. Mereka terkena razia saat masuk Kota Bekasi pada siang hari.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Sopandi Budiman mengatakan, pihaknya menangkap dua truk sampah. Mereka diminta memutar balik agar kembali pada jam operasional yang sudah disepakati antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi.

"Kami bersama-sama dengan Satpol PP menjaga titik-titik pintu masuk truk sampah dari DKI. Kami khawatir truk sampah nakal masih berani masuk di waktu yang tidak diperbolehkan," ujar Sopandi Budiman kepada Kompas.com, Jumat (14/3/2014).

Menurut Sopandi, pengawasan dilakukan di tiga titik pintu keluar tol yang mengarah ke jalan besar Bekasi, yaitu Tol Bekasi Barat, Tol Bekasi Timur, dan Jati Asih, pada Kamis siang.

Sopandi menambahkan, pengawasan ini dilakukan sebagai tindak lanjut masalah sopir truk sampah yang melanggar jam operasional beberapa minggu yang lalu.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, truk sampah DKI yang ingin memasuki Kota Bekasi untuk menuju Bantar Gebang hanya diperbolehkan pada pukul 21.00 sampai 04.00.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengusir belasan truk sampah milik Pemprov DKI yang melintasi jalur utama Kota Bekasi di luar jam operasional pada Senin (3/3/2014) lalu. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi telah memiliki kesepakatan bahwa operasional truk pengangkut sampah warga Jakarta hanya boleh melintas pada jam-jam tertentu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Rumah Dinas Mulai Didatangi Kerabat

Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Rumah Dinas Mulai Didatangi Kerabat

Megapolitan
Hari Bhayangkara 2022, Kapolda Metro Jaya Ingatkan Anggota Ubah Mindset Pemolisian

Hari Bhayangkara 2022, Kapolda Metro Jaya Ingatkan Anggota Ubah Mindset Pemolisian

Megapolitan
Masih Periksa Saksi, Polisi Belum Pastikan Penyebab Jebolnya Tandon Proyek LRT di Jalan HR Rasuna Said

Masih Periksa Saksi, Polisi Belum Pastikan Penyebab Jebolnya Tandon Proyek LRT di Jalan HR Rasuna Said

Megapolitan
Anies Resmi Buka Gapura China Town Jakarta yang Pernah Diruntuhkan di Era Pendudukan Jepang

Anies Resmi Buka Gapura China Town Jakarta yang Pernah Diruntuhkan di Era Pendudukan Jepang

Megapolitan
Anies Ditanya Warga Korban Kebakaran Pasar Gembrong:  Bagaimana supaya Ekonomi Lancar Lagi, Pak?

Anies Ditanya Warga Korban Kebakaran Pasar Gembrong: Bagaimana supaya Ekonomi Lancar Lagi, Pak?

Megapolitan
Revitalisasi Kampung Gembira Gembrong Dimulai, 136 Unit Akan Dibangun dan Telan Biaya Rp 7,8 Miliar

Revitalisasi Kampung Gembira Gembrong Dimulai, 136 Unit Akan Dibangun dan Telan Biaya Rp 7,8 Miliar

Megapolitan
Polisi Imbau Korban Pencabulan di Pondok Pesantren Beji Depok Tak Takut Melapor

Polisi Imbau Korban Pencabulan di Pondok Pesantren Beji Depok Tak Takut Melapor

Megapolitan
Perubahan Nama Jalan di Jakarta Tak Hanya di Era Anies, Ini Catatannya dari Masa ke Masa

Perubahan Nama Jalan di Jakarta Tak Hanya di Era Anies, Ini Catatannya dari Masa ke Masa

Megapolitan
Saat Gapura China Town Glodok Tegak Kembali, Simbol Kesetaraan dan Keberagaman di Jakarta...

Saat Gapura China Town Glodok Tegak Kembali, Simbol Kesetaraan dan Keberagaman di Jakarta...

Megapolitan
Polda Metro Minta Pemkot Depok Beri Pendampingan Psikologi Santriwati Korban Pencabulan

Polda Metro Minta Pemkot Depok Beri Pendampingan Psikologi Santriwati Korban Pencabulan

Megapolitan
Groundbreaking Permukiman Korban Kebakaran Pasar Gembrong, Anies: Namanya 'Kampung Gembira Gembrong'

Groundbreaking Permukiman Korban Kebakaran Pasar Gembrong, Anies: Namanya "Kampung Gembira Gembrong"

Megapolitan
Didatangi Dinas Parekraf, Manajemen Mr.Braid Jelaskan Arti 'Threesome' dalam Promosinya di Medsos

Didatangi Dinas Parekraf, Manajemen Mr.Braid Jelaskan Arti "Threesome" dalam Promosinya di Medsos

Megapolitan
UPDATE 30 Juni: Bertambah 91 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 1.008 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 30 Juni: Bertambah 91 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 1.008 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Pedagang Hewan Kurban Berjualan di Trotoar Johar Baru, Pemkot Jakpus Akan Carikan Lahan Kosong

Pedagang Hewan Kurban Berjualan di Trotoar Johar Baru, Pemkot Jakpus Akan Carikan Lahan Kosong

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu Siap Penuhi Panggilan DPRD DKI soal Dugaan Helipad Ilegal

Bupati Kepulauan Seribu Siap Penuhi Panggilan DPRD DKI soal Dugaan Helipad Ilegal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.