Pemprov DKI Didesak Selesaikan Pembebasan Lahan untuk Proyek MRT

Kompas.com - 03/09/2014, 18:23 WIB
Lokasi proyek pembangunan mass rapid transit, di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Alsadad RudiLokasi proyek pembangunan mass rapid transit, di kawasan Bundaran HI, Jakarta.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta berharap proses pembebasan lahan di sepanjang jalur proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) bisa segera rampung karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi target proyek itu selesai sebelum perhelatan Asian Games 2018.

“Ada beberapa bagian pembangunan fisik yang dapat kita percepat tetapi semuanya tergantung dari Pemprov DKI cepat atau tidak menyerahkan lahan ke kita," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami, Rabu (3/9/2014).

Menurut Dono, kebanyakan lahan yang belum dibebaskan adalah lahan yang berada di sepanjang proyek pembangunan jalur layang di Jakarta Selatan, seperti Perumahan Polri di Pasar Jumat; Stadion Lebak Bulus, dan Terminal Lebak Bulus.

Tak hanya itu, kata Dono, ada pula lahan untuk jalan pengganti akibat dari pembangunan koridor dan stasiun layang yang masih tahap pembebasan, yakni lahan di Jalan Kartini; lahan di Jalan Haji Nawi; Pasar Blok A, serta pelebaran Jalan Fatmawati yang belum sesuai ROW atau Right of Way (Lebar badan jalan) 22 meter.

"Lahan yang banyak dibebaskan itu di wilayah Jakarta Selatan. Beberapa bagian bidang tanah ada di Lebak Bulus. Kami mengingatkan Pemprov DKI untuk segera menyerahkan lahan ke kami," imbuh Dono.

Untuk informasi, pembebasan lahan di Perumahan Polri masih menunggu izin presiden, sedangkan pembebasan lahan Terminal Lebak Bulus masih proses lelang aset oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Sementara itu, untuk Stadion Lebak Bulus, pembebasan lahannya masih menunggu verifikasi dan lelang aset dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSUD di Jakpus Terkenda Lahan untuk Dirikan Tenda Darurat Penangan Pasien Covid-19

RSUD di Jakpus Terkenda Lahan untuk Dirikan Tenda Darurat Penangan Pasien Covid-19

Megapolitan
35 Orang Positif Covid-19, Satu RT di Jagakarsa Jaksel Di-lockdown

35 Orang Positif Covid-19, Satu RT di Jagakarsa Jaksel Di-lockdown

Megapolitan
Sempat Diamankan Polisi, Kuasa Hukum Rizieq Shihab Kini Sudah Dipulangkan

Sempat Diamankan Polisi, Kuasa Hukum Rizieq Shihab Kini Sudah Dipulangkan

Megapolitan
RSUP Sitanala Tangerang Targetkan Vaksin 1.800 Orang hingga Juli 2021

RSUP Sitanala Tangerang Targetkan Vaksin 1.800 Orang hingga Juli 2021

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Sisa Satu Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Wilayah Tangsel

Kasus Covid-19 Melonjak, Sisa Satu Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Wilayah Tangsel

Megapolitan
Covid-19 Melonjak, MUI Imbau Umat Islam Tak Kumpul-kumpul Pengajian

Covid-19 Melonjak, MUI Imbau Umat Islam Tak Kumpul-kumpul Pengajian

Megapolitan
Klaster Petogogan Jaksel, Bayi 14 Bulan Ikut Terpapar Covid-19

Klaster Petogogan Jaksel, Bayi 14 Bulan Ikut Terpapar Covid-19

Megapolitan
Truk Muatan Galon Air Mineral Terguling di Jalan TB Simatupang

Truk Muatan Galon Air Mineral Terguling di Jalan TB Simatupang

Megapolitan
Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, RSUP Sitanala Tangerang Dirikan Tenda Darurat

Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, RSUP Sitanala Tangerang Dirikan Tenda Darurat

Megapolitan
Soal Video Ambulans Tertahan, Sudin Jakut Klaim Bukan karena Utamakan Rombongan Pejabat

Soal Video Ambulans Tertahan, Sudin Jakut Klaim Bukan karena Utamakan Rombongan Pejabat

Megapolitan
Dinkes DKI: Hasil Swab Antigen Negatif Belum Tentu Bebas Covid-19

Dinkes DKI: Hasil Swab Antigen Negatif Belum Tentu Bebas Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Naik, Anggota DPRD DKI: Tenaga Kesehatan Sudah Kelelahan

Kasus Covid-19 Terus Naik, Anggota DPRD DKI: Tenaga Kesehatan Sudah Kelelahan

Megapolitan
Video Viral Nakes Hamil di Bekasi Meninggal Dunia karena Covid-19

Video Viral Nakes Hamil di Bekasi Meninggal Dunia karena Covid-19

Megapolitan
Polisi Sekat 2 Titik Masuk Kawasan Alam Sutera karena Berpotensi Timbulkan Kerumunan

Polisi Sekat 2 Titik Masuk Kawasan Alam Sutera karena Berpotensi Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Ketika Anak Positif Covid-19, Seperti Apa Panduan Isolasinya di Rumah?

Ketika Anak Positif Covid-19, Seperti Apa Panduan Isolasinya di Rumah?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X