Kompas.com - 14/11/2014, 13:40 WIB
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku santai atas banyaknya anggota DPRD DKI yang absen dalam rapat paripurna pengumuman dia menjadi gubernur DKI.

Apabila fraksi-fraksi partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) bersepakat untuk menghambat program-program unggulan Pemprov DKI, Basuki juga tidak akan membahas anggaran.

"Kalau memang APBD enggak dibahas-bahas, kan berarti mereka enggak gajian. Biarkan saja," kata Basuki, seusai rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (14/11/2014).
"Mereka juga sudah kaya-kaya, enggak usah digaji."

Ia juga meminta DPRD DKI untuk merekam serta mengunggah video pembahasan APBD DKI antara DPRD dan Pemprov DKI. Apabila mereka tidak mau memenuhi permintaan Basuki, DKI tidak akan melakukan pembahasan anggaran. [Baca: Tak Setuju, KMP DKI Tak Akan Hadiri Rapat Pengumuman Ahok Jadi Gubernur]

Pria yang akrab disapa Ahok itu mengklaim beberapa pimpinan DPRD telah menyetujui rencananya ini. Dia mengatakan, apabila DPRD dengan SKPD tidak menyetujui rencananya ini, berarti mereka "bermain-main" dengan anggaran.

"Kalau SKPD kami main, kami akan stafkan mereka. (Upload video) ini merupakan langkah-langkah untuk mengatasi penyalahgunaan anggaran," kata Basuki.

Adapun gaji anggota DPRD diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Hak Keuangan dan Protokoler DPRD. Gaji tersebut terdiri atas lima komponen, yaitu uang representasi, tunjangan jabatan, tunjangan komunikasi intensif, tunjangan operasional, dan tunjangan perumahan. [Baca: Gerindra Masih Persoalkan Mekanisme Pelantikan Basuki Jadi Gubernur DKI]

Untuk uang representasi, ketua DPRD mendapatkan Rp 3 juta dan wakil ketua mendapatkan Rp 2,4 juta, sedangkan para anggota mendapatkan Rp 2,25 juta.

Untuk tunjangan jabatan, ketua mendapatkan Rp 4,35 juta, wakil ketua mendapatkan Rp 3,48 juta, dan anggota mendapatkan Rp 3,26 juta. Sementara itu, untuk tunjangan komunikasi intensif, semua anggota DPRD mendapatkan Rp 9 juta.

Untuk tunjangan operasional, ketua mendapatkan Rp 18 juta, sedangkan wakil ketua mendapatkan Rp 9,6 juta. Tunjangan ini hanya berlaku untuk ketua dan wakil ketua.

Terakhir adalah tunjangan perumahan. Untuk tunjangan ini, wakil ketua mendapatkan Rp 20 juta, sedangkan anggota mendapatkan Rp 15 juta. Jabatan ketua tidak mendapatkan tunjangan ini.

Apabila dijumlahkan, gaji per bulan yang diterima oleh anggota DPRD ialah ketua Rp 35.163.260 dan wakil ketua Rp 45.161.920, sedangkan para anggota Rp 30.291.320.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Rekomendasi Tempat Wisata Alam di Bogor

8 Rekomendasi Tempat Wisata Alam di Bogor

Megapolitan
10 Tempat Wisata di Bogor yang Dekat Stasiun

10 Tempat Wisata di Bogor yang Dekat Stasiun

Megapolitan
24 Rekomendasi Tempat Makan Seafood di Jakarta Utara

24 Rekomendasi Tempat Makan Seafood di Jakarta Utara

Megapolitan
Daftar Mall di Tangerang Raya

Daftar Mall di Tangerang Raya

Megapolitan
15 Tempat Main Outdoor untuk Anak di Jakarta Timur

15 Tempat Main Outdoor untuk Anak di Jakarta Timur

Megapolitan
6 Pegawai Holywings yang Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

6 Pegawai Holywings yang Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Megapolitan
Polisi Ungkap Motif Holywings Promosi Miras Bernada Penistaan Agama

Polisi Ungkap Motif Holywings Promosi Miras Bernada Penistaan Agama

Megapolitan
Jalan di Sekitar JIS Ditutup Saat Pelaksanaan Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Jalan di Sekitar JIS Ditutup Saat Pelaksanaan Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Megapolitan
Satu Perampok Puluhan Minimarket yang Todongkan Pistol dan Siram Bensin ke Kasir adalah Residivis Kasus Sama

Satu Perampok Puluhan Minimarket yang Todongkan Pistol dan Siram Bensin ke Kasir adalah Residivis Kasus Sama

Megapolitan
Pemkot Bogor Lakukan Kajian untuk Tetapkan Tarif Biskita Transpakuan

Pemkot Bogor Lakukan Kajian untuk Tetapkan Tarif Biskita Transpakuan

Megapolitan
Massa GP Ansor Datangi Holywings Gunawarman, Protes Promosi Miras Bernada Penistaan Agama

Massa GP Ansor Datangi Holywings Gunawarman, Protes Promosi Miras Bernada Penistaan Agama

Megapolitan
Kenaikan Kasus Covid-19 di Kota Bogor Diprediksi Terjadi hingga 2 Pekan ke Depan

Kenaikan Kasus Covid-19 di Kota Bogor Diprediksi Terjadi hingga 2 Pekan ke Depan

Megapolitan
Anies Klaim 45 Persen Pengunjung Ajang Formula E Jakarta adalah Milenial

Anies Klaim 45 Persen Pengunjung Ajang Formula E Jakarta adalah Milenial

Megapolitan
6 Pegawai Holywings Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama dalam Promo Miras, Ini Jabatan dan Perannya

6 Pegawai Holywings Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama dalam Promo Miras, Ini Jabatan dan Perannya

Megapolitan
Saat Anies Kenalkan Pedagang Bakso di Ajang Jakarta E-Prix, Sebut Formula E Juga Dinikmati Pelaku UMKM...

Saat Anies Kenalkan Pedagang Bakso di Ajang Jakarta E-Prix, Sebut Formula E Juga Dinikmati Pelaku UMKM...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.