Kompas.com - 12/03/2015, 22:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali beraktivitas di Balai Kota, Kamis (12/3/2015 setelah tiga hari tidak masuk kerja karena terserang penyakit demam berdarah. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali beraktivitas di Balai Kota, Kamis (12/3/2015 setelah tiga hari tidak masuk kerja karena terserang penyakit demam berdarah.
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama menjelaskan munculnya jentik nyamuk Aedes aegepty yang berada di dispenser pos satpam di kediamannya, di Kompleks Pantai Mutiara, Jakarta Utara. Menurut dia, kini jentik nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) itu memilih air yang bening, bukan air kotor.

"Makanya jentik nyamuk Aedes aegepty itu sudah tidak mau di air comberan, itu yang bahaya. Kemarin saja, ternyata ketemunya (nyamuk Aedes aegepty) di dispenser air pos satpam," kata Basuki, di Balai Kota, Kamis (12/3/2015).

Ia juga mengakui pernyataan Kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto perihal sulitnya fogging ke dalam rumah penduduk, termasuk di lingkungan rumahnya. Kebanyakan warga hanya mengizinkan fogging dilakukan di halaman rumah mereka. Hal itu membuat Basuki mengimbau warga untuk lebih peduli pada kesehatannya.

Suami Veronica Tan itu juga meminta warga membiasakan hidup sehat dan rajin melaksanakan program 3M (menutup, menguras, mengubur). "Makanya balik lagi ke perilaku orang, kalau perilakunya beres, ya bisa beres semua. Kami mesti dorong juga agar warga beri kesempatan petugas jumantik (juru pemantau jentik) untuk melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk)," kata Basuki.

Sebelumnya, Basuki diketahui mengalami sakit demam berdarah dan tidak masuk selama tiga hari. Selain Basuki, anak bungsunya, Daud Albeener, juga terserang penyakit yang sama.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Megapolitan
KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

Megapolitan
'Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner...'

"Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner..."

Megapolitan
Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Megapolitan
Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Megapolitan
Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 23 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 23 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X