Kompas.com - 13/06/2015, 20:22 WIB
Dua lansia, Jahuri (55) dan Suhatma (70), diamankan aparat Polres Metro Jakarta Timur karena diduga mengoplos madu palsu, Kamis (11/6/2015). KOMPAS.com/Tangguh SRDua lansia, Jahuri (55) dan Suhatma (70), diamankan aparat Polres Metro Jakarta Timur karena diduga mengoplos madu palsu, Kamis (11/6/2015).
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasat Resrkim Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) AKBP Tejo Yuantoro mengatakan bahwa bisnis madu palsu yang dijalankan Jahuri (55) dan Suhatma (70) sudah terorganisir.

Pasalnya, praktik ilegal warga Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur tersebut juga melibatkan beberapa karyawan yang memiliki tugas masing-masing.

"Bisnis madu palsu ini sudah terorganisir. Tersangka mengaku mempekerjakan enam karyawan dengan tugas berbeda-beda," ungkap Tejo, Sabtu (13/6/2015).

Para pekerja tersebut, kata Tejo, dibayar berdasarkan komisi hasil penjualan madu. Namun, komisi setiap karyawan berbeda-beda tergantung tugas yang dijalaninya.

"Mereka (karyawan) dapat komisi dari setiap madu yang dijual. Ada yang bertugas memasak gula pasir hingga cair, ada bagian pengepakan, ada pemasaran dan mengatur keuangan," papar Tejo.

Sebelumnya, polisi mengamankan kedua tersangka di kontrakannya setelah mendapat laporan warga terkait praktik jual beli madu palsu, Jumat (5/6/2015).

Kepada polisi, madu tersebut diolah dari gula pasir yang dimasak dan dilabeli sebelum diedarkan. Dalam menjalankan usahanya, kedua tersangka menggunakan kedok berjualan jilbab untuk mengelabui petugas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bisnis ilegal tersebut, diketahui telah berjalan secara turun-temurun selama puluhan tahun. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. 

Tersangka juga dijerat pasal-pasal UU RI tentang perlindungan konsumen, pangan, kesehatan, perindustrian, dan perdagangan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dishub Selidiki Dugaan Pungli di Parkiran Jalan Cikini Raya

Dishub Selidiki Dugaan Pungli di Parkiran Jalan Cikini Raya

Megapolitan
Jumlah Pasien OTG di Graha Wisata TMII Terus Berkurang, Kini Tinggal 23 Orang

Jumlah Pasien OTG di Graha Wisata TMII Terus Berkurang, Kini Tinggal 23 Orang

Megapolitan
Mantan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja Tutup Usia

Mantan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja Tutup Usia

Megapolitan
Wakapolda Metro: Ada 154 Gerai Vaksinasi Merdeka di Jakarta Timur

Wakapolda Metro: Ada 154 Gerai Vaksinasi Merdeka di Jakarta Timur

Megapolitan
Cerita Azaz Tigor Dugaan Pungli Parkir di Cikini, Jukir Terima Uang Tunai Tanpa Tap Kartu di Mesin

Cerita Azaz Tigor Dugaan Pungli Parkir di Cikini, Jukir Terima Uang Tunai Tanpa Tap Kartu di Mesin

Megapolitan
Gerakan Teman Bantu Teman Dapat Sumbangan dari Bekas Pasien Covid-19

Gerakan Teman Bantu Teman Dapat Sumbangan dari Bekas Pasien Covid-19

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Kini Tersisa 2.376 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet

UPDATE 3 Agustus: Kini Tersisa 2.376 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet

Megapolitan
Mayat Bocah Laki-Laki Ditemukan Mengambang di Anak Sungal CBL Bekasi

Mayat Bocah Laki-Laki Ditemukan Mengambang di Anak Sungal CBL Bekasi

Megapolitan
Masuk Lapas Klas II A Tangerang, Pinangki Tempati Blok Pengenalan Lingkungan Selama 2 Minggu

Masuk Lapas Klas II A Tangerang, Pinangki Tempati Blok Pengenalan Lingkungan Selama 2 Minggu

Megapolitan
Warteg di Ciputat Jadi Korban Pungli, Pelaku Diduga Karang Taruna Gadungan

Warteg di Ciputat Jadi Korban Pungli, Pelaku Diduga Karang Taruna Gadungan

Megapolitan
Bukan 5M, Kabupaten Bekasi Cegah Penularan Covid-19 dengan 6M

Bukan 5M, Kabupaten Bekasi Cegah Penularan Covid-19 dengan 6M

Megapolitan
Perubahan RPJMD 2017-2022 DKI Jakarta, Manuver Janji Anies di Sisa Masa Jabatan

Perubahan RPJMD 2017-2022 DKI Jakarta, Manuver Janji Anies di Sisa Masa Jabatan

Megapolitan
Babak Baru Kasus Jerinx, Polisi Sita Ponsel dan Kembali Gelar Perkara

Babak Baru Kasus Jerinx, Polisi Sita Ponsel dan Kembali Gelar Perkara

Megapolitan
Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa oleh Satpam GBK Diselidiki Polisi

Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa oleh Satpam GBK Diselidiki Polisi

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19 Harus Banyak Keluar Uang untuk Cek Kesehatan Setelah Negatif Covid-19

Cerita Penyintas Covid-19 Harus Banyak Keluar Uang untuk Cek Kesehatan Setelah Negatif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X