Ada Yakuza di Balik Sindikat Penipuan Tiongkok di Indonesia

Kompas.com - 21/08/2015, 20:52 WIB
96 Warga Negara (WN) Taiwan dan Tiongkok yang melakukan aksi penipuan online di Jakarta. Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.com96 Warga Negara (WN) Taiwan dan Tiongkok yang melakukan aksi penipuan online di Jakarta.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Polda Metro Jaya membongkar praktik sindikat kejahatan transnasional berupa penipuan di Indonesia. Dalam penelusuran polisi, sindikat ini mendapat perlindungan dari organisasi kejahatan terbesar di Jepang.

"Pelindungnya adalah dari organisasi di Jepang. Organisasinya cukup besar. Yakuza terlibat," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Jakarta, Jumat (21/8/2015). (Baca: Organisasi Kejahatan Terbesar di Jepang Lindungi Praktik Penipuan Transnasional di Indonesia)

Krishna menambahkan, sindikat ini merupakan kejahatan terorganisasi lintas negara. Untuk itu, Indonesia patut waspada dalam menghadapi sindikat ini, apalagi dalam arus globalisasi.

"Kita bukan hanya jadi korban kejahatan, tetapi dikhawatirkan bisa menjadi basis untuk melakukan kejahatan," kata Krishna. (Baca: Indonesia Jadi Tempat Praktik Kejahatan Transnasional)

Sindikat ini memiliki fungsi masing-masing di tiap negara. Di Taiwan, sindikat ini merekrut orang untuk menjadi pelaku kejahatan. Setelah itu, nanti akan diajarkan aksen Tiongkok.

Sebab, sasaran sindikat ini merupakan para pejabat Tiongkok yang terlibat korupsi dan perselingkuhan. Mereka akan mencoba memeras pejabat tersebut.

Sementara itu, tempat aktivitas kejahatan tersebut berada di Indonesia. Warga negara Indonesia memfasilitasi para pelaku kejahatan tersebut untuk melakukan pemerasan dan penipuan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Megapolitan
UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 958 Pasien Positif, 54 Sembuh, 96 Meninggal

UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 958 Pasien Positif, 54 Sembuh, 96 Meninggal

Megapolitan
Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Hampir 1.000 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Hampir 1.000 Orang

Megapolitan
Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Megapolitan
Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Megapolitan
Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Megapolitan
Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Megapolitan
Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Megapolitan
Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Megapolitan
Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Megapolitan
Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X