Polisi Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Sekjen The Jakmania

Kompas.com - 22/10/2015, 18:43 WIB
Dari kiri, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mujiyono dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti saat mengungumkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan resmi ditahan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (31/7/2015). Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.comDari kiri, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mujiyono dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti saat mengungumkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan resmi ditahan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (31/7/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik masih mempelajari permohonan penangguhan penahanan Sekretaris Jenderal (Sekjen) The Jakmania, Febrianto. Sebab, penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya baru menerima permohonan tersebut.

"Sedang dipertimbangkan. Kemarin kan baru masuk," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Komisaris Besar Mujiyono di Bekasi, Kamis.

Febrianto, lanjut Mujiyono, dianggap menyebarkan berita permusuhan. Hal itu terbukti dari tweet di akun Twitternya @bung_febri.

"Dia juga menyebarkan berita permusuhan. Sedang kita dalami masalah provokasi," kata Mujiyono.

Selain itu, terkait surat permohonan maaf dari Febrianto, polisi juga akan memasukkan hal tersebut sebagai pertimbangan.

Namun, Mujiyono tak menjelaskan kapan keputusan tersebut diambil oleh penyidik. "Waktunya belum bisa ditentukan," ucap Mujiyono.

Sebelumnya, tim kuasa hukum berencana mengajukan penangguhan penahanan Febrianto, Sekretaris Jenderal The JakMania yang ditahan di Polda Metro Jaya.

Kuasa hukum Febri, Muhammad Halim mengatakan pihaknya sudah mengajukan penangguhan pada hari pertama penahanan Febri, Senin (19/10).

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Memulai Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua pada 1 Maret 2021

Tangsel Memulai Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua pada 1 Maret 2021

Megapolitan
Saat Sunmori Moge Dihadang Paspampres di Belakang Istana Kepresidenan

Saat Sunmori Moge Dihadang Paspampres di Belakang Istana Kepresidenan

Megapolitan
Anggota TNI AD Ditusuk Tetangga Pemakai Narkoba di Jakarta Timur

Anggota TNI AD Ditusuk Tetangga Pemakai Narkoba di Jakarta Timur

Megapolitan
Detik-detik Polisi Mabuk Tembak TNI dan Pegawai di Kafe RM, Saksi: Orang-orang Keluar Menangis

Detik-detik Polisi Mabuk Tembak TNI dan Pegawai di Kafe RM, Saksi: Orang-orang Keluar Menangis

Megapolitan
Oknum Polisi Tewaskan 3 Orang di Kafe Cengkareng, Kapolda Metro Meminta Maaf

Oknum Polisi Tewaskan 3 Orang di Kafe Cengkareng, Kapolda Metro Meminta Maaf

Megapolitan
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Dilantik Terpisah, Idris di Bandung dan Imam di RS karena Positif Covid-19

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Dilantik Terpisah, Idris di Bandung dan Imam di RS karena Positif Covid-19

Megapolitan
Cuma Kritik Anies tapi Tak Sentil Ganjar soal Banjir, PSI: Di Jateng Gubernurnya Mengaku Salah

Cuma Kritik Anies tapi Tak Sentil Ganjar soal Banjir, PSI: Di Jateng Gubernurnya Mengaku Salah

Megapolitan
Mobil Tabrak Separator Beton di Pondok Indah, Sopir Mengaku Mengantuk

Mobil Tabrak Separator Beton di Pondok Indah, Sopir Mengaku Mengantuk

Megapolitan
Saat Rencana PSI Interpelasi Anies soal Banjir Tidak Didukung Fraksi Lain di DPRD DKI

Saat Rencana PSI Interpelasi Anies soal Banjir Tidak Didukung Fraksi Lain di DPRD DKI

Megapolitan
Waspada Hujan Lebat di Jabodetabek Malam Nanti dan Dini Hari Besok

Waspada Hujan Lebat di Jabodetabek Malam Nanti dan Dini Hari Besok

Megapolitan
Saat Rencana PSI Interpelasi Anies soal Banjir Disambut Gelak Tawa Pimpinan DPRD DKI

Saat Rencana PSI Interpelasi Anies soal Banjir Disambut Gelak Tawa Pimpinan DPRD DKI

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penembakan di Cengkareng | Friedrich Silaban Belajar Shalat demi Rancang Masjid Istiqlal

[POPULER JABODETABEK] Penembakan di Cengkareng | Friedrich Silaban Belajar Shalat demi Rancang Masjid Istiqlal

Megapolitan
Kafe RM, Lokasi Penembakan yang Tewaskan 3 Orang di Cengkareng, Langgar Prokes dan Akan Ditutup Permanen

Kafe RM, Lokasi Penembakan yang Tewaskan 3 Orang di Cengkareng, Langgar Prokes dan Akan Ditutup Permanen

Megapolitan
Nasib Janji Pembangunan 1,8 Juta Sumur Resapan di Jakarta yang Minim Realisasi...

Nasib Janji Pembangunan 1,8 Juta Sumur Resapan di Jakarta yang Minim Realisasi...

Megapolitan
Muncul Rencana PSI Interpelasi Anies soal Banjir, Apa Maknanya?

Muncul Rencana PSI Interpelasi Anies soal Banjir, Apa Maknanya?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X