Kompas.com - 16/12/2015, 18:37 WIB
Polisi dari polsek Kebayoran Baru mendata identitas pengemudi Metromini yang menunggu penumpang di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/12). Kegiatan yang juga diisi dengan menempelkan stiker informasi nomor telepon kantor polisi itu ditujukan untuk mencegah dan menekan kejahatan yang biasa terjadi di angkutan umum. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPolisi dari polsek Kebayoran Baru mendata identitas pengemudi Metromini yang menunggu penumpang di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/12). Kegiatan yang juga diisi dengan menempelkan stiker informasi nomor telepon kantor polisi itu ditujukan untuk mencegah dan menekan kejahatan yang biasa terjadi di angkutan umum.
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta bersama Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta berjanji mempercepat evaluasi semua operator bus sedang di Jakarta.

Hal ini dilakukan menyusul kecelakaan metromini di Jalan Aries Permai, Meruya Utara, Jakarta Barat, Rabu (16/12/2015) yang menyebabkan satu orang meninggal dunia, yakni Azam Flamboyan (7).

"Sepakat sama Kadishub, kita evaluasi balik total, apakah operator yang tidak berfungsi dengan baik ini masih kita biarkan. Kalau dibiarkan, akan ada korban-korban lainnya," kata Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan kepada Kompas.com, Rabu sore.

Di Jakarta, ada lima operator bus ukuran sedang, yakni Kopaja, Metromini, Dian Mitra, Koantas Bima, dan Kopami. (Baca: Ahok Ingin Segera Hapus Metromini dari Jakarta)

Kebijakan evaluasi operator bus sedang ini tidak hanya menyasar kepada metromini, tetapi empat operator bus lainnya.

Menurut Shafruhan, dari lima operator bus sedang itu, yang memiliki paling banyak armada dan paling bermasalah adalah metromini. (Baca: Dishub Siapkan Sanksi Berlapis untuk Metromini)

Jumlah armada metromini yang beredar di Jakarta kurang lebih 1.200 bus. Masalahnya pun beragam, mulai dari masalah pengelolaan, manajemen, sampai perilaku buruk sopir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atas dasar itu, Organda menargetkan kajian terkait operator bus sedang tersebut selesai dalam bulan ini. (Baca: Ketua Organda: Metromini Konyol, Kacau Semua)

"Bulan ini harus beres, bulan depan sudah ada solusi soal operator angkutan umum khusus bus sedang," tutur Shafruhan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Megapolitan
Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Megapolitan
Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Megapolitan
Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Megapolitan
Kumpul di Bogor, 40 Kepala Daerah Bahas Isu Budaya

Kumpul di Bogor, 40 Kepala Daerah Bahas Isu Budaya

Megapolitan
Diminta Jokowi Tak Sowan ke Ormas, Polda Metro: Kami Sudah Laksanakan Jauh-jauh Hari

Diminta Jokowi Tak Sowan ke Ormas, Polda Metro: Kami Sudah Laksanakan Jauh-jauh Hari

Megapolitan
Polisi yang Tembak Dua Orang Belum Jadi Tersangka dan Ditahan

Polisi yang Tembak Dua Orang Belum Jadi Tersangka dan Ditahan

Megapolitan
19 WNA Dilarang Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

19 WNA Dilarang Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Persiapan Hadapi Lonjakan Kasus, RSUD Cengkareng: Kamar dan Alat Siap

Persiapan Hadapi Lonjakan Kasus, RSUD Cengkareng: Kamar dan Alat Siap

Megapolitan
UMK Bekasi Naik Rp 33.000, Wali Kota Pepen: Kita Patut Bersyukur

UMK Bekasi Naik Rp 33.000, Wali Kota Pepen: Kita Patut Bersyukur

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Anggota DPRD: Direksi Harus Dicopot!

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Anggota DPRD: Direksi Harus Dicopot!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.