Kompas.com - 12/01/2016, 07:53 WIB
Terjadi kericuhan antara anggota Satpol PP, Kepolisian, dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sebelum dilakukan penertiban bangunan liar dikawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (12/1/2016) Dian Ardiahanni/Kompas.comTerjadi kericuhan antara anggota Satpol PP, Kepolisian, dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sebelum dilakukan penertiban bangunan liar dikawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (12/1/2016)
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Rencananya, puluhan bangunan yang terletak di RT 11, 12, 15, RW 10, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, ditertibkan pada Selasa (12/1/2016) pagi ini.

Sejumlah anggota kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah berkerumun di sekitar lokasi.

Dalam kerumunan itu, ternyata terjadi adu mulut antara pihak kepolisian dan anggota dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Dalam perbincangan itu, pihak LBH meminta untuk menegosiasikan tindakan eksekusi rumah tersebut.

"Kita bilang ingin negosiasi tadi terkait eksekusi ini. Tetapi, mereka katakan kalau mau tunggu Pak Wali Kota saja nanti," ujar pengacara publik sekaligus kuasa hukum warga Bukit Duri Oky Wiratama kepada Kompas.com.

Meski bernegosiasi, nyatanya sempat terjadi tindakan represif terhadap salah satu anggota LBH, yakni Alldo Fellix Januardy. Dia mengalami luka di bagian wajah dan dagunya.

"Tadi yang melakukan campuran ya, antara polisi dan Satpol PP, saya enggak bisa pastikan siapa," kata Alldo.

Dalam hal ini, pihak LBH meminta agar sebelum dilakukan eksekusi, baiknya ditaati proses hukum yang berlaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

LBH Jakarta sudah mengajukan gugatan terhadap tindakan eksekusi ini sejak 5 Januari lalu ke PTUN.

Pantauan Kompas.com, saat memasuki kawasan Bukit Duri ini, juga terlihat spanduk bertuliskan "Save Bukit Duri. Jangan melakukan tindakan apa pun daerah kami dalam proses hukum di PTUN".



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja Tutup Usia

Mantan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja Tutup Usia

Megapolitan
Wakapolda Metro: Ada 154 Gerai Vaksinasi Merdeka di Jakarta Timur

Wakapolda Metro: Ada 154 Gerai Vaksinasi Merdeka di Jakarta Timur

Megapolitan
Cerita Azaz Tigor Dugaan Pungli Parkir di Cikini, Jukir Terima Uang Tunai Tanpa Tap Kartu di Mesin

Cerita Azaz Tigor Dugaan Pungli Parkir di Cikini, Jukir Terima Uang Tunai Tanpa Tap Kartu di Mesin

Megapolitan
Gerakan Teman Bantu Teman Dapat Sumbangan dari Bekas Pasien Covid-19

Gerakan Teman Bantu Teman Dapat Sumbangan dari Bekas Pasien Covid-19

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Kini Tersisa 2.376 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet

UPDATE 3 Agustus: Kini Tersisa 2.376 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet

Megapolitan
Mayat Bocah Laki-Laki Ditemukan Mengambang di Anak Sungal CBL Bekasi

Mayat Bocah Laki-Laki Ditemukan Mengambang di Anak Sungal CBL Bekasi

Megapolitan
Masuk Lapas Klas II A Tangerang, Pinangki Tempati Blok Pengenalan Lingkungan Selama 2 Minggu

Masuk Lapas Klas II A Tangerang, Pinangki Tempati Blok Pengenalan Lingkungan Selama 2 Minggu

Megapolitan
Warteg di Ciputat Jadi Korban Pungli, Pelaku Diduga Karang Taruna Gadungan

Warteg di Ciputat Jadi Korban Pungli, Pelaku Diduga Karang Taruna Gadungan

Megapolitan
Bukan 5M, Kabupaten Bekasi Cegah Penularan Covid-19 dengan 6M

Bukan 5M, Kabupaten Bekasi Cegah Penularan Covid-19 dengan 6M

Megapolitan
Perubahan RPJMD 2017-2022 DKI Jakarta, Manuver Janji Anies di Sisa Masa Jabatan

Perubahan RPJMD 2017-2022 DKI Jakarta, Manuver Janji Anies di Sisa Masa Jabatan

Megapolitan
Babak Baru Kasus Jerinx, Polisi Sita Ponsel dan Kembali Gelar Perkara

Babak Baru Kasus Jerinx, Polisi Sita Ponsel dan Kembali Gelar Perkara

Megapolitan
Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa oleh Satpam GBK Diselidiki Polisi

Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa oleh Satpam GBK Diselidiki Polisi

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19 Harus Banyak Keluar Uang untuk Cek Kesehatan Setelah Negatif Covid-19

Cerita Penyintas Covid-19 Harus Banyak Keluar Uang untuk Cek Kesehatan Setelah Negatif Covid-19

Megapolitan
PPKM Level 4 di Jabodetabek, Klaim Penurunan Kasus di Jakarta, tapi Pendapatan Asli Daerah Bekasi Anjlok

PPKM Level 4 di Jabodetabek, Klaim Penurunan Kasus di Jakarta, tapi Pendapatan Asli Daerah Bekasi Anjlok

Megapolitan
PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 4

PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 4

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X