Kompas.com - 28/01/2016, 21:38 WIB
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang tukang becak di Jakarta, Rasdulah, menuliskan surat untuk Presiden Joko Widodo.

Tukang becak yang sudah puluhan tahun mengayuh becaknya di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, itu meminta perlindungan kepada Jokowi.

Rasdulah meminta agar para tukang becak yang beroperasi di Ibu Kota diperlakukan sama seperti tukang ojek aplikasi online

Berikut isi surat Rasdulah kepada Jokowi:

"Kepada Bp Presiden Jokowi.  Kami narik becak itu bukan mencari kekayaan. Hanya kebutuhan hidup dan kami narik becak bukan di jalan raya. Tapi di gang-gang, lorong-lorong, dan pasar tradisional atau sekolah komplek-komplek.  Go-Jek pernah dilarang Bapak Menteri Perhubungan. Waktu itu, Bapak Presiden membela tukang Go-Jek lalu diizinkan.  Sekarang kami becaknya digaruk Ahok. Kami minta perlindungan Bapak Presiden. Kami mendukung Jakarta Baru dan maju. Tapi kami warga kecil jangan dipinggirkan. Terimakasih atas perhatiannya. Rasdulah tukang becak Jakarta". 

Kepada Kompas.com, Rasdulah mengakui bahwa ia menulis surat itu untuk Jokowi. Rasdulah mengatakan, teman-temannyalah yang mendukungnya untuk menulis surat dan ditujukan kepada Jokowi.

Dalam wawancara, Rasdulah hanya meminta pemerintah berlaku adil kepada tukang becak. (Baca: Edi Hanya Bisa Merenungi Nasib Becaknya yang Dirazia Ketika Ia Tertidur)

"Becak itu tidak berpolusi, kendaraan ramah lingkungan, dan bisa jadi tempat ngobrol sama teman-teman. Becak juga selalu dipakai kalau lagi kampanye sama pas pelantikan. Jadi, gimanalah, Pak Jokowi, supaya orang kecil jangan selalu dipinggirkan. Tolong kami, Pak Jokowi," kata Rasdulah, Kamis (28/1/2016). 

Pagi tadi, Rasdulah beserta ratusan tukang becak lainnya menggelar aksi demo di Balai Kota. Mereka juga meminta agar Satpol PP DKI tidak mengangkut becak mereka yang tidak beroperasi di jalan raya. (Baca: Ratusan Tukang Becak Demo dan Antarkan "Surat Galau" kepada Ahok)

Keberadaan becak melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum serta Pasal 29 Perda Nomor 8 Tahun 2007.

Para tukang becak meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk tetap diizinkan beroperasi di wilayah permukiman serta pasar. (Baca: Begini Reaksi Ahok Diberi "Surat Galau" oleh Tukang Becak )

Kompas TV Ratusan Tukang Becak Tolak Penghapusan Becak
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Tabrak Truk di Tol JORR, Dua Penumpang Tewas

Mobil Tabrak Truk di Tol JORR, Dua Penumpang Tewas

Megapolitan
Pengamat Sebut Saringan Sampah Kali Ciliwung Tak Efektif Cegah Banjir

Pengamat Sebut Saringan Sampah Kali Ciliwung Tak Efektif Cegah Banjir

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Minibus dan Truk di Tol Jorr KM5 yang Tewaskan 2 Orang

Kronologi Kecelakaan Minibus dan Truk di Tol Jorr KM5 yang Tewaskan 2 Orang

Megapolitan
Sopir Truk yang Disuruh 'Push Up' dan Berguling oleh Wakil Ketua DPRD Cabut Laporannya di Polres Depok

Sopir Truk yang Disuruh "Push Up" dan Berguling oleh Wakil Ketua DPRD Cabut Laporannya di Polres Depok

Megapolitan
Nilai Perluasan Daratan Sama seperti Reklamasi, Komisi D DPRD DKI: Siasat Bahasa Saja

Nilai Perluasan Daratan Sama seperti Reklamasi, Komisi D DPRD DKI: Siasat Bahasa Saja

Megapolitan
Didesak Warga, Polisi Sebut Lokalisasi Rawa Malang Akan Ditutup Malam Ini

Didesak Warga, Polisi Sebut Lokalisasi Rawa Malang Akan Ditutup Malam Ini

Megapolitan
Pengamat Sebut Pembangunan Saringan Sampah Tak Efektif jika Tak Ada Sanksi Tegas

Pengamat Sebut Pembangunan Saringan Sampah Tak Efektif jika Tak Ada Sanksi Tegas

Megapolitan
Abrasi Besar-Besaran di Pulau G, Luas Berkurang hingga 8 Hektar

Abrasi Besar-Besaran di Pulau G, Luas Berkurang hingga 8 Hektar

Megapolitan
SMPN 36 Jakarta Dibobol Pencuri, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 76 Juta

SMPN 36 Jakarta Dibobol Pencuri, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 76 Juta

Megapolitan
Mengaku Belum Dipanggil KPK Soal Formula E, Sahroni: Saya Siap Hadir Bila...

Mengaku Belum Dipanggil KPK Soal Formula E, Sahroni: Saya Siap Hadir Bila...

Megapolitan
Polisi Periksa 2 Saksi untuk Selidiki Pencurian Tas di Kolam Renang GOR Ciracas

Polisi Periksa 2 Saksi untuk Selidiki Pencurian Tas di Kolam Renang GOR Ciracas

Megapolitan
Berkas Perkara Penistaan Agama oleh Roy Suryo Masih Diperiksa Kejaksaan Tinggi

Berkas Perkara Penistaan Agama oleh Roy Suryo Masih Diperiksa Kejaksaan Tinggi

Megapolitan
Terekam Kamera CCTV, Emak-emak Bawa 2 Anak Diduga Curi Tas di Kolam Renang Ciracas

Terekam Kamera CCTV, Emak-emak Bawa 2 Anak Diduga Curi Tas di Kolam Renang Ciracas

Megapolitan
Saringan Sampah di CIliwung Bisa Disebut Bisa Hancurkan Sampah Kayu dan Kasur

Saringan Sampah di CIliwung Bisa Disebut Bisa Hancurkan Sampah Kayu dan Kasur

Megapolitan
Nelayan Muara Angke Minta Diprioritaskan sebagai Penghuni Pulau G

Nelayan Muara Angke Minta Diprioritaskan sebagai Penghuni Pulau G

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.