Kompas.com - 11/02/2016, 13:18 WIB
Aga Esanda (tengah foto) nampak berjalan dengan baju terbuka dan kaki bekas luka tembak. Aga merupakan salah satu pelaku pencurian serta pembunuhan terhadap Dedy Widyanarko di Cakung. Kamis (11/2/2016) Kompas.com/Robertus BelarminusAga Esanda (tengah foto) nampak berjalan dengan baju terbuka dan kaki bekas luka tembak. Aga merupakan salah satu pelaku pencurian serta pembunuhan terhadap Dedy Widyanarko di Cakung. Kamis (11/2/2016)
|
EditorKistyarini
Saat beraksi, Pingping dan Aga menemui Dedy yang datang sendirian dengan mobilnya Jumat pukul 20.00.

Dua pelaku berhasil membujuk korban untuk bertemu dengan alasan melakukan test drive.

"Awalnya korban keberatan, tapi pelaku ini berhasil merayu korban," ujar Nasriadi.

Setelah itu, Pingping mengambil alih kemudi, Dedy duduk di kursi samping pengemudi, dan Aga duduk di bangku tengah belakang.

Dalam perjalanan test drive di Kalideres, mendadak Aga memberi kode ke Pingping. Keduanya langsung menyerang Dedy hingga korban tewas.

Korban dibunuh di dalam mobil di sekitar Kalideres Jumat pukul 21.00. Jenazah korban ditemukan Sabtu dini hari pukul 01.00.

Nasriadi mengatakan, mulanya pelaku berniat membuang korban di daerah Bekasi. Namun, karena tak begitu mengenal medan, para pelaku membuang korban di Jalan Inspeksi Cakung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Andi Cahyono yang membuat jenazah Dedy. "Dia yang membantu membuang mayat di Jalan Inspeksi Cakung," ujar Nasriadi.

Setelah itu, ketiganya melarikan diri membawa mobil korban.

Setelah ketiga pelaku dibekuk, polisi juga mengamankan mobil Dedy.

Kepada petugas, pelaku mengaku hendak menjual mobil ke daerah Jawa Timur. "Mau dijual dengan harga miring, sekitar Rp 60 juta. Biasanya pakai alasan mobil sitaan yang tak mampu bayar di leasing," ujarnya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan pasal 356 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan serta Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Kini ketiganya mendekam dibalik sel tahanan Mapolres Metro Jakarta Timur.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Megapolitan
Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Megapolitan
PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Megapolitan
Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Megapolitan
Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Megapolitan
Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Megapolitan
Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Megapolitan
Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Megapolitan
Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Megapolitan
Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Megapolitan
PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.