Kompas.com - 11/04/2016, 19:00 WIB
Jalan layang transjakarta Koridor XIII Kapten Tendean-Blok M-Ciledug dan jalur kereta massal cepat (MRT) di Jalan Trunojoyo tengah dalam proses pembangunan. Jalur perpindahan penumpang antara halte transjakarta dan stasiun MRT diperlukan untuk mempermudah konektivitas antarmoda angkutan massal. KOMPAS/HENDRA A SETYAWANJalan layang transjakarta Koridor XIII Kapten Tendean-Blok M-Ciledug dan jalur kereta massal cepat (MRT) di Jalan Trunojoyo tengah dalam proses pembangunan. Jalur perpindahan penumpang antara halte transjakarta dan stasiun MRT diperlukan untuk mempermudah konektivitas antarmoda angkutan massal.
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Transportasi Jakarta berupaya menjangkau penumpang di seluruh jaringan stasiun kereta rel listrik di Jakarta sebagai bagian dari upaya integrasi transportasi massal. Pada tahap awal, integrasi bus transjakarta dengan KRL akan dilakukan di Stasiun Tebet, Palmerah, dan Cawang.

Direktur PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Budi Kaliwono, Kamis pekan lalu, mengatakan, target integrasi bus transjakarta dengan Stasiun Palmerah masih dikaji karena ruas Jalan Tentara Pelajar di depan stasiun itu relatif sempit. Namun potensi penumpang cukup tinggi di stasiun tersebut.

Sesuai rencana, bus yang terintegrasi dengan Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, itu, akan terhubung ke Koridor 9 jurusan Pluit-Pinang Ranti.

Rencana selanjutnya adalah integrasi bus transjakarta dengan Stasiun Cawang di Jalan MT Haryono. Saat ini Stasiun Cawang telah terkoneksi dengan halte busway Cawang Cikoko.

Sementara ini, integrasi bus transjakarta dengan stasiun kereta telah berjalan di Stasiun Tebet dengan menggunakan bus pengumpan. Integrasi juga telah berjalan di Stasiun Jatinegara.

Menurut Budi, tak semua integrasi dengan stasiun KRL ini akan menggunakan bus pengumpan, melainkan disesuaikan dengan kondisi. Seperti Stasiun Jatinegara tetap menggunakan bus reguler transjakarta karena stasiun itu telah terhubung dengan halte busway Stasiun Jatinegara.

Agar dapat menjangkau seluruh penumpang kereta, lanjut Budi, PT Transjakarta juga akan segera bertemu dengan PT KAI Commuter Line Jakarta (KCJ) selaku pengelola KRL Jabodetabek, untuk membicarakan semua hal terkait integrasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami perlu bertemu dengan PT Commuter Line untuk mengetahui stasiun-stasiun mana lagi yang dapat langsung dilayani bus transjakarta. Sekaligus mencari informasi jumlah penumpang dan jadwal keberangkatan kereta untuk menyesuaikan pengoperasian bus kami," jelas Budi.

Menurut Budi, integrasi bus transjakarta dengan stasiun dapat segera dilanjutkan karena dalam waktu dekat Kementerian Perhubungan akan menyerahkan 600 bus tunggal untuk bus transjakarta yang akan dikelola PPD. Dalam waktu dekatm PO Mayasari Bakti, sebagai salah satu operator bus transjakarta, juga akan mengoperasikan 51 bus gandeng baru merek Scania. "Dalam satu sampai dua bulan ini, bus-bus itu siap dioperasikan," jelasnya.

Satu atap

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Megapolitan
Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.