Kompas.com - 03/10/2016, 18:00 WIB
 KRL Jabodetabek dari Tanah Abang tujuan Serpong melintas di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (2/10). Mulai 1 Oktober 2016, tarif KRL Jabodetabek naik Rp 1.000 per penumpang. Berdasarkan data PT KAI Commuterline Jabodetabek selaku operator KRL Jabodetabek, jumlah penumpang yang diangkut KRL Jabodetabek saat ini mencapai 850.000 orang per hari. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN KRL Jabodetabek dari Tanah Abang tujuan Serpong melintas di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (2/10). Mulai 1 Oktober 2016, tarif KRL Jabodetabek naik Rp 1.000 per penumpang. Berdasarkan data PT KAI Commuterline Jabodetabek selaku operator KRL Jabodetabek, jumlah penumpang yang diangkut KRL Jabodetabek saat ini mencapai 850.000 orang per hari.
EditorEgidius Patnistik

Oleh: Agnes Rita Sulistyawaty

Kebutuhan melayani perjalanan warga membuat Pemerintah Belanda mengoperasikan kereta listrik di Batavia. Sejak tahun 1925, kereta listrik mulai beroperasi di Batavia. Selama 91 tahun perjalanannya, kereta listrik tak selalu mulus. Ada masa-masa sulit yang harus dilewati.

Prasarana kereta listrik disiapkan tahun 1924. Seluruh kebutuhan listrik disuplai dari PLTA Ubrug di Sukabumi, lalu dialirkan ke gardu listrik di Jatinegara dan Ancol. Setahun kemudian, kereta listrik mulai melaju di atas rel.

Dari video dokumentasi tahun 1929 milik PT KAI Daop I, terlihat rangkaian kereta rel listrik (KRL) sudah sibuk mondar-mandir menghubungkan sejumlah stasiun, seperti Tanjung Priok, Jakarta Kota, Gambir, Manggarai, dan Jatinegara.

Satu rangkaian terdiri atas dua kereta. Badan KRL pada masa itu terbuat dari kayu.

Tahun 1926, pembangunan elektrifikasi di jalur Jatinegara-Bogor disetujui. Empat tahun berselang, jalur ini siap dilewati kereta listrik.

Era Orde Baru, elektrifikasi kereta sudah menjangkau semua jalur di Jakarta, juga Tangerang, Bekasi, dan Serpong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lokomotif listrik

Lokomotif listrik pada tahun 1930-an juga mulai beroperasi di Batavia dan melayani penumpang hingga Bogor.

Berbeda dengan KRL yang memiliki penggerak sendiri, lokomotif hanya merupakan alat penarik. Di belakang lokomotif disambungkan sejumlah kereta penumpang.

Sedikitnya ada lima lokomotif listrik pada masa itu, antara lain seri 3000, 3100, 3200, dan 3300. Lokomotif ini memiliki kabin masinis di kedua sisinya.

Keberadaan lokomotif listrik di Batavia pada 1930 bahkan mendahului lokomotif listrik di Belanda. Pegiat sejarah perkeretaapian W Widoyoko mencatat, rancang bangun lokomotif listrik di Belanda baru dimulai tahun 1950.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 57 Kasus di Depok, 627 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 57 Kasus di Depok, 627 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Jabodetabek Hujan, Waspada Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Jabodetabek Hujan, Waspada Angin Kencang

Megapolitan
Pemkot Depok Sudah Buat Kajian Penerapan Ganjil Genap, Ini Hasilnya

Pemkot Depok Sudah Buat Kajian Penerapan Ganjil Genap, Ini Hasilnya

Megapolitan
Melawan Saat Dirampok, Remaja di Tambun Utara Tewas

Melawan Saat Dirampok, Remaja di Tambun Utara Tewas

Megapolitan
Menengok Bangunan Baru Stasiun Manggarai, Menhub BIlang Mirip Stasiun di Jepang

Menengok Bangunan Baru Stasiun Manggarai, Menhub BIlang Mirip Stasiun di Jepang

Megapolitan
Jalur Baru di Stasiun Manggarai Diprediksi Tingkatkan Pergerakan Penumpang

Jalur Baru di Stasiun Manggarai Diprediksi Tingkatkan Pergerakan Penumpang

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

Megapolitan
Seluruh SMP Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Akan Gelar PTM pada 4 Oktober

Seluruh SMP Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Akan Gelar PTM pada 4 Oktober

Megapolitan
Gapura Batas Tangsel-Jakarta Jadi Korban Coretan Vandalisme, Ini Respons Wali Kota Benyamin

Gapura Batas Tangsel-Jakarta Jadi Korban Coretan Vandalisme, Ini Respons Wali Kota Benyamin

Megapolitan
Bayi 10 Bulan yang Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang Dijemput Kemensos

Bayi 10 Bulan yang Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang Dijemput Kemensos

Megapolitan
Beroperasi sampai Dini Hari dan Gelar Karaoke, Kafe di Blok M Ditutup 7 Hari serta Didenda Rp 50 Juta

Beroperasi sampai Dini Hari dan Gelar Karaoke, Kafe di Blok M Ditutup 7 Hari serta Didenda Rp 50 Juta

Megapolitan
Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi 4 Orang di Cilodong Depok

Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi 4 Orang di Cilodong Depok

Megapolitan
Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Megapolitan
Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.