Kompas.com - 03/10/2016, 18:00 WIB
EditorEgidius Patnistik

Sayangnya, baik lokomotif listrik maupun KRL lawas itu tak lagi bersisa fisiknya, kecuali 3201 yang disebut "Bonbon".

"Saat kami berkunjung ke Balai Yasa Manggarai tahun 2006, kondisi Bonbon mengenaskan. Besinya berkarat dan sudah tidak berbentuk lagi. Saat itu, Bonbon akan di-scrap (musnahkan) dua minggu lagi," kata Nova Prima, penasihat Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), pekan lalu.

Dari hasil lobi komunitas pencinta kereta api ini, Bonbon diselamatkan. Tidak hanya dipulihkan bentuk fisiknya, Bonbon juga bisa berjalan lagi.

"Test run pertama tanggal 18 Juli 2012. Waktu itu, warna Bonbon masih abu-abu. Sekarang sudah dicat biru," kata Cahyo Harimurti yang juga penasihat IRPS.

Pada tubuh Bonbon tercetak tulisan ESS, singkatan dari Electrische Staats Spoorwegen, yang merupakan operator kereta listrik. Di bagian depan Bonbon ada dua lingkaran bertuliskan Westinghouse, perusahaan listrik Amerika. Perusahaan ini kemungkinan menyuplai sistem kelistrikan Bonbon.

Senior Manager Sarana PT KAI Daop I Irwansyah mengatakan, semua komponen gerak Bonbon masih asli, termasuk empat pasang roda yang berdiameter hampir 1 meter dan empat pasang lain yang lebih kecil. Hanya sistem kelistrikan, sistem pengereman, dan sistem kontrol yang dimodifikasi.

Jatuh-bangun

Tahun 1960-an adalah masa keterpurukan angkutan umum, termasuk kereta listrik. Harian Kompas tanggal 8 November 1966 menulis, pengangkutan kereta api jurusan Manggarai dan Kota dibatasi, bahkan kereta listrik dihapuskan sama sekali pada akhir 1965.

Biro Pusat Statistik mencatat, jumlah penumpang lokal yang dilayani PN Kereta Api (PNKA) tahun 1965 merosot 47 persen dibandingkan 1963. Tahun 1965, hanya 16.092 penumpang per hari yang memakai kereta lokal.

Baru tahun 1972, geliat kereta listrik mulai muncul lagi. Kompas, 16 Mei 1972, memberitakan bahwa PNKA memesan 10 set kereta listrik dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan Jakarta. Langkah ini untuk meningkatkan penggunaan angkutan umum dan mengurangi kemacetan yang terasa saat itu.

Nyatanya, baru tahun 1976, KRL dan kereta rel diesel (KRD) dari Jepang tiba di Jakarta. Tiap rangkaian KRL terdiri atas empat kereta dengan kapasitas angkut 134 penumpang per kereta. Pada tahun yang sama, pengoperasian lokomotif listrik dihentikan.

Adapun PNKA pada 1972 mematok target pengangkutan 1,6 juta penumpang per hari di tahun 1985 atau dalam kurun 13 tahun. Target ini tidak tercapai.

Kini, sejak tahun 2011, target pengangkutan justru direvisi menjadi 1,2 juta penumpang di tahun 2019. Adapun Oktober 2016, rata-rata 850.000 penumpang KRL per hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangga Rumah di Kramatjati Ambruk, Satu Penghuni Tewas Tertimpa Material

Tangga Rumah di Kramatjati Ambruk, Satu Penghuni Tewas Tertimpa Material

Megapolitan
Anies Ngaku Belum Pikirkan Pencapresan meski Sudah Dideklarasikan Nasdem: Waktunya Masih Panjang

Anies Ngaku Belum Pikirkan Pencapresan meski Sudah Dideklarasikan Nasdem: Waktunya Masih Panjang

Megapolitan
Kecelakaan Saat Lawan Arah di Bawah Flyover Ciputat, Seorang Pengendara Motor Tewas

Kecelakaan Saat Lawan Arah di Bawah Flyover Ciputat, Seorang Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
Ungkap Alasan Jakarta Recycle Center Baru Direnovasi Belakangan, Anies: Kami Enggak Punya Duit

Ungkap Alasan Jakarta Recycle Center Baru Direnovasi Belakangan, Anies: Kami Enggak Punya Duit

Megapolitan
Korban KDRT Bisa Lapor ke SAPA 129 Selain ke Polisi, Begini Caranya

Korban KDRT Bisa Lapor ke SAPA 129 Selain ke Polisi, Begini Caranya

Megapolitan
Anies Belum Tuntaskan Masalah Banjir, Anggota DPRD DKI Berharap pada Pj Gubernur

Anies Belum Tuntaskan Masalah Banjir, Anggota DPRD DKI Berharap pada Pj Gubernur

Megapolitan
Toko Kue Milik Ruben Onsu di Cilandak Dibobol Maling, Pelaku Terekam CCTV

Toko Kue Milik Ruben Onsu di Cilandak Dibobol Maling, Pelaku Terekam CCTV

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Bulan Oktober

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Bulan Oktober

Megapolitan
Konvoi Bawa Senjata Tajam, 4 Remaja Ditangkap Tim Patroli Presisi di Bekasi

Konvoi Bawa Senjata Tajam, 4 Remaja Ditangkap Tim Patroli Presisi di Bekasi

Megapolitan
Beberapa Hari Lagi Lengser, Anies: Sekarang yang Dikejar Peresmian-peresmian Saja

Beberapa Hari Lagi Lengser, Anies: Sekarang yang Dikejar Peresmian-peresmian Saja

Megapolitan
Keseruan Anak-anak di Parade HUT TNI: Naik Kendaraan Tempur hingga Pakai Baju Loreng

Keseruan Anak-anak di Parade HUT TNI: Naik Kendaraan Tempur hingga Pakai Baju Loreng

Megapolitan
Ikut Di-'roasting' Mamat Alkatiri, Fadli Zon Tak Permasalahkan Dikritik dan Mengaku Terpingkal

Ikut Di-"roasting" Mamat Alkatiri, Fadli Zon Tak Permasalahkan Dikritik dan Mengaku Terpingkal

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Utara Bulan Oktober

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Utara Bulan Oktober

Megapolitan
Update Banjir di Jakarta hingga Pukul 12.00: Air Telah Surut Seluruhnya

Update Banjir di Jakarta hingga Pukul 12.00: Air Telah Surut Seluruhnya

Megapolitan
Sang Ayah Kecewa, Kasus Kematian Akseyna Tak Ada Perkembangan Signifikan

Sang Ayah Kecewa, Kasus Kematian Akseyna Tak Ada Perkembangan Signifikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.