Lahan Hotel Garden Kemang Juga Terkena Penertiban Bantaran Kali Krukut

Kompas.com - 28/10/2016, 17:51 WIB
Kali Krukut di Hotel Garden, Jalan Taman Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (6/9/2016). Nibras Nada NailufarKali Krukut di Hotel Garden, Jalan Taman Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (6/9/2016).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Penertiban bantaran Kali Krukut, di Jakarta Selatan, akan dilanjutkan kembali. Kepala Bagian Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Bambang Eko Prabowo mengatakan, setelah pembongkaran tembok Pop! Hotel, selanjutnya penertiban akan menyasar lahan Hotel Garden, Kemang.

"Hotel Garden Selasa rencana mau rapat lanjutan untuk bahas Krukut," kata Bambang kepada Kompas.com, Jumat (28/10/2016).

(Baca: Pembongkaran Tembok Pop Hotel Kemang Dikhawatirkan Bikin Banjir Jadi Parah)

Lahan Hotel Garden tersebut sempat terendam banjir. Pada 27 Agustus 2016, tembok Hotel Garden jebol akibat tak mampu membendung derasnya aliran Kali Krukut.

Jebolnya tembok tersebut membuat Jalan Taman Kemang dan Jalan Kemang Raya terendam banjir. Di atas lahan kosong Hotel Garden itu rencananya akan dibangun sebuah hotel lagi.

Terkait penertiban, Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi belum memberikan kepastian mengenai waktu pelaksanaannya. Dia hanya menyatakan penertiban akan direalisasikan dalam waktu dekat.

"Kemarin kita sudah ngomong sama yang mau bangun hotel itu sudah bersedia," kata Tri.

Tri memastikan, penertiban bangunan di bantaran Kali Krukut akan dilanjutkan. Namun untuk pelebaran masih menunggu kepastian bidang yang terkena dan mekanisme pembebasan lahannya.

"Kita lihat nanti. Kalau (bangunan) melanggar ya, dengan segala hormat, harus mundur," kata Tri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakarta Catat Lonjakan Tertinggi, Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak

Jakarta Catat Lonjakan Tertinggi, Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak

Megapolitan
UPDATE Grafik 12 Juli: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE Grafik 12 Juli: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Megapolitan
PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

Megapolitan
Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Megapolitan
Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Megapolitan
Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Megapolitan
Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Megapolitan
Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Megapolitan
Anies Sebut Persebaran Covid-19  di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Anies Sebut Persebaran Covid-19 di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Megapolitan
Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Megapolitan
Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X