Sylviana: Banyak Sekali Berita Dimiring-miringkan, Buat Kami Marah

Kompas.com - 03/02/2017, 15:53 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Sylviana Murni, menghadiri pertemuan dengan warga di Masjid Nurul Amaliyyah di Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2017) siang. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERACalon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Sylviana Murni, menghadiri pertemuan dengan warga di Masjid Nurul Amaliyyah di Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2017) siang.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Sylviana Murni, mewanti-wanti awak media yang hadir pada kegiatannya di masjid Nurul Amaliyyah, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2017) siang.

Dia menekankan bahwa dirinya memenuhi undangan pengajian dan bukan berkegiatan dalam rangka kampanye.

"Saya ingin memastikan kepada media, ini bukan kampanye. Ini di dalam masjid. Kompas, tolong dicatat. Jangan bikin permasalahan lebih jauh lagi ya. Ini sudah banyak sekali. Banyak sekali (berita) yang dimiring-miring kan yang buat akhirnya kami jadi marah," kata Sylvi sebelum memulai pengajian.

Sylvi tercatat beberapa kali mengingatkan hal ini. Bahkan, dia minta wartawan mencatat peringatannya agar tidak ada pemberitaan yang menyebutkan dia berkampanye di dalam tempat ibadah.

"Ini pertemuan dengan majelis ta'lim berupa pengajian. Kalau soal saya sebagai paslon itu beda lagi. Tolong dicatat itu, sudah saya peringati. Di sini ada tim saya dan tim hukum saya," kata Sylvi.

Satu-satunya kandidat perempuan pada Pilkada DKI Jakarta 2017 itu mengisi acara pengajian selama 30 menit lebih, dengan dihadiri jamaah ibu-ibu.

Di hadapan para jamaah, Sylvi turut berpesan agar ibu-ibu tidak melupakan perannya sebagai perempuan yang merupakan penolong dalam sebuah keluarga.

Dia juga menceritakan, sudah sejak lama dirinya gemar memenuhi undangan warga dalam bentuk pengajian.

Menurut Sylvi, momen pengajian tepat untuk berbagi ilmu kepada warga berdasarkan pengalamannya sebagai birokrat sekaligus ibu rumah tangga selama puluhan tahun.

Saat ditemui Kompas.com terkait pernyataannya mengenai berita yang dimiring-miring kan, Sylvi hanya tersenyum sambil mengangkat tangan.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

Megapolitan
Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Megapolitan
Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Megapolitan
Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Megapolitan
Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

Megapolitan
Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Megapolitan
Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Megapolitan
Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Megapolitan
Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X