Kompas.com - 20/02/2017, 16:22 WIB
Proyek normalisasi Sungai Ciliwung di wilayah RW01, Cawang Pulo, Kramat Jati, Jakarta Timur mulai berjalan. Sebelumnya, pada 15 November lalu, puluhan bangunan di sepanjang tepi sungai ditertibkan. Ratusan warga direlokasi ke Rumah Susun Sewa Rawa Bebek. Warta Kota/Feryanto HadiProyek normalisasi Sungai Ciliwung di wilayah RW01, Cawang Pulo, Kramat Jati, Jakarta Timur mulai berjalan. Sebelumnya, pada 15 November lalu, puluhan bangunan di sepanjang tepi sungai ditertibkan. Ratusan warga direlokasi ke Rumah Susun Sewa Rawa Bebek.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Teguh Hendarwan mengatakan, telah terjadi penurunan titik rawan banjir di lima wilayah di Jakarta. Tahun 2015 jumlah titik rawan banjir sebanyak 480 titik, pada akhir 2016 jumlah titik rawan banjir hanya sebanyak 80 titik.

"Pertanyaannya yang mana saja (yang masih rawan banjir)? Bangunan-bangunan yang masih berdiri di kali, sungai. Contoh di Kali Cipinang, Kali Sunter, Krukut yang kemarin ramai, Kemang. Semua itu perlu proses," kata Teguh di Balai Kota, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Teguh mengatakan, berkurangnya jumlah titik rawan banjir tak lepas dari proyek normalisasi yang dilakukan Pemprov DKI sejak 2014. Pengerjaan proyek normalisasi kali di lima wilayah di Jakarta telah mencapai 40 persen.

Sisanya, kata Teguh, masih terkendala karena banyak warga yang enggan untuk melepas tanahnya dan saat ini masih berproses di pengadilan. Teguh mengatakan, meski ada warga yang setuju lahannya dibebaskan, Pemprov DKI belum bisa melakukan relokasi karena belum tersedia rusun untuk menampung warga.

Tahun ini Pemprov DKI Jakarta menyediakan anggaran sebesar Rp 200 miliar guna menormalisasi kali yang ada di Jakarta.

"Untuk 60 persen sisanya (pembebasan lahan), saya harap secepatnya. Makanya saya jelaskan di rapim terkait masalah pembebasan lahan. Kalau bicara masalah anggaran kami nggak kurang," kata Teguh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

Megapolitan
BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

Megapolitan
Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Megapolitan
UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Masih Ada 605 Kasus Aktif Covid-19 di Depok Saat Ini

Masih Ada 605 Kasus Aktif Covid-19 di Depok Saat Ini

Megapolitan
[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

Megapolitan
2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

Megapolitan
Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Megapolitan
PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

Megapolitan
Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Megapolitan
266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Megapolitan
Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Megapolitan
Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.