Sebelum Dirikan Pandawa, Salman Sukses sebagai Tukang Bubur

Kompas.com - 22/02/2017, 18:07 WIB
Pertemuan antara OJK dan Satgas Waspada Investasi dengan pengurus Pandawa Group Depok di Gedung OJK, Senin (28/11/2016) Sakina Rakhma Diah Setiawan/KOMPAS.comPertemuan antara OJK dan Satgas Waspada Investasi dengan pengurus Pandawa Group Depok di Gedung OJK, Senin (28/11/2016)
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebelum menghimpun dana masyarakat hingga triliunan rupiah melalui Pandawa Mandiri Group yang didirikannya, Salman Nuryanto diketahui merupakan tukang bubur ayam yang sukses selama 20 tahun.

"Informasinya seperti itu, dia tukang bubur, kemudian ada kelompok tukang bubur, akhirnya dia memberikan pinjaman," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/2/2017).

Argo mengatakan, saat menjadi tukang bubur di Depok, Jawa Barat, Salman menghimpun uang dari warga yang tertarik berinvestasi pada bisnis penjualan buburnya yang sukses. Ia kemudian mendirikan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Group dan memperoleh izin resmi dari Kementerian Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Namun, dalam praktiknya, Salman menjalankan kegiatan investasi berupa penyaluran modal ke pedagang kecil yang tidak tersentuh pinjaman bank. Para investor dijanjikan keuntungan 10 persen dari nilai investasi.


"Dia melakukan kegiatan sejak 2009 itu pinjaman dana. Koperasi ini simpan pinjam yang dipinjamkan pada pedagang-pedagang di pasar. Kedua, meningkat menjadi investasi modal," ujar Argo.

Baca: Cerita Korban Pandawa yang Jual Rumah hingga Berutang untuk Investasi

Masalah terkait koperasinya mencuat bermula saat ada penyelidikan Otoritas Jasa Keuangan pada akhir 2016. OJK menyatakan kegiatan Salman ilegal dan ia diminta mengembalikan dana nasabah.

Namun, Salman kabur. Dia pun dilaporkan oleh ratusan nasabahnya. Salman akhirnya ditangkap bersama tiga orang lainnya yang terlibat dalam kegiatan investasi bodong Pandawa Mandiri Group itu.

Ia diduga telah menghimpun uang ratusan ribu nasabah dengan total lebih kurang Rp 3 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Bekasi, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Bekasi, Tak Berpotensi Tsunami

Megapolitan
Begini Cara Pembuatan SIM Berbasis E-Drives di Satpas SIM Daan Mogot

Begini Cara Pembuatan SIM Berbasis E-Drives di Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
DPRD DKI Pangkas Jumlah Anggota TGUPP, Ini Komentar Anies

DPRD DKI Pangkas Jumlah Anggota TGUPP, Ini Komentar Anies

Megapolitan
Dua Tentara Korban Ledakan Monas Masih Dirawat di RSPAD

Dua Tentara Korban Ledakan Monas Masih Dirawat di RSPAD

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Minta Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Kembalikan Gaji

Ketua DPRD DKI Minta Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Kembalikan Gaji

Megapolitan
BPOM Gerebek Gudang Berisi Ratusan Ribu Obat, Kosmetik, dan Makanan Ilegal di Tanjung Priok

BPOM Gerebek Gudang Berisi Ratusan Ribu Obat, Kosmetik, dan Makanan Ilegal di Tanjung Priok

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan 14 Pos Kesehatan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan 14 Pos Kesehatan

Megapolitan
Jelang Libur Akhir Tahun, KKP Bandara Soetta Waspadai Penyebaran Penyakit Menular

Jelang Libur Akhir Tahun, KKP Bandara Soetta Waspadai Penyebaran Penyakit Menular

Megapolitan
Ustaz Beben Tewas dalam Kecelakaan Saat Menghindari Jalanan Berlubang di GDC Depok

Ustaz Beben Tewas dalam Kecelakaan Saat Menghindari Jalanan Berlubang di GDC Depok

Megapolitan
Korsleting Listrik, Mobil Peugeot Terbakar di Depan Plaza Senayan

Korsleting Listrik, Mobil Peugeot Terbakar di Depan Plaza Senayan

Megapolitan
Rawannya Bangunan Retak dan Tanah Longsor di Tangsel Saat Pergantian Musim...

Rawannya Bangunan Retak dan Tanah Longsor di Tangsel Saat Pergantian Musim...

Megapolitan
Hotel Bintang Lima di Epicentrum Tunggak Pajak Rp 2,9 Miliar

Hotel Bintang Lima di Epicentrum Tunggak Pajak Rp 2,9 Miliar

Megapolitan
Begal di Bekasi Bacok Tangan Korban hingga Nyaris Putus

Begal di Bekasi Bacok Tangan Korban hingga Nyaris Putus

Megapolitan
Yuk, Main Permainan Khas Betawi di Taman Tomang Rawa Kepa!

Yuk, Main Permainan Khas Betawi di Taman Tomang Rawa Kepa!

Megapolitan
Bus Apron Terbakar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Bus Apron Terbakar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X