Sandiaga Sepakat Pagar Jadi Solusi Temporer Tawuran Manggarai-Tambak

Kompas.com - 19/03/2017, 18:51 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno saat di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaCalon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno saat di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan pembangunan pagar pembatas bukan solusi permanen mencegah tawuran di Manggarai dan Tambak.

"Kami melihat secara temporer akan membantu," kata Sandiaga di Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (19/3/2017).

Namun, secara jangka panjang, Sandiaga menilai permasalahan di Manggarai dan Tambak adalah pendidikan dan rasa tempramental tinggi di antara warga. Kedua masalah itu didasari pada situasi ekonomi dan keluarga yang tidak kondusif.

"Kami komitmen benahi masalah ekonomi dan pendidikan keluarga, bahwa kekerasan tak boleh ditolerir, kami pastikan tawuran tidak berkelanjutan dan berkesinambungan," kata Sandiaga.

(Baca juga: Djarot Sebut Pagar Pembatas Bukan Solusi Atasi Tawuran Antar-warga)

Solusi lain dari Sandiaga adalah menyalurkan energi pemuda yang kerap tawuran ke kegiatan positif seperti ikut dalam olahraga Mix Martial Arts dan lomba lari seperti sejauh 42 KM di Jakarta Marathon.

"Jadi ini akan disalurkan ke depan. Jadi pagar bisa anggap solusi temporer," kata Sandiaga.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan membangun pagar pembatas untuk mencegah tawuran yang kerap terjadi antara warga Tambak, Jakarta Pusat dengan Manggarai, Jakarta Selatan.

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede mengatakan, pihaknya telah mengusulkan rencana pembangunan pagar itu kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono.

(Baca juga: Pagar Pembatas Akan Dibangun di Antara Tambak dan Manggarai)

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X